Nia Si Gadis Indigo

Nia Si Gadis Indigo
BAB 13 Pergi


__ADS_3

Nia mencoba melihat sekeliling jembatan untuk menemukan petunjuk yang akan membantunya dalam mencari identitas Fiki. Setelah melihat dengan seksama Nia sama sekali tidak tidak bisa menemukan petunjuk. Nia merasa


ragu akan keputusannya untuk membantu Fiki. Nia merasa identitas Fiki akan sangat susah di temukan jika hanya bermodalkan jembatan saja. Ditambah saat ini Fiki sama sekali tidak bisa mengingat masa lalunya. Hal itu membuat kepala Nia berdenyut karena berfikir terlalu keras.


“ Apa kamu benar - benar tidak ingat apapun ? ” Tanya Nia yang memijit batang hidungnya.


“ Tidak Nia. Aku sama sekali tidak ingat dengan masa laluku ? “ Jawab Fiki


Gimana bisa gw bantuin dia ? sementara dia gak bisa ingat apapun ?! gw kan bukan detektif yang ngerti masalah kayak ginian. Bathin Nia frustasi


“ Cobalah ingat sesuatu ? hal sekecil apapun tidak masalah ! “ Ucap Nia


“ Baiklah. Aku akan coba mengingatnya “ ucap Fiki yang mencoba mengingat kejadian masa lalu yang di alaminya.


Selama Nia berfikir tentang hal yang bisa dijadikan petunjuk yang mengarah pada identitas Fiki. Tiba - tiba HP nia bergetar, ternyata yang menghubunginya adalah icha.


“ Halo “ Sapa Nia ditelpon


“ Lu dimana ? gw boleh ke kos lu gak ? “ Tanya Icha dengan suara melemah


“ Gw lagi di sekitar kosan, lu udah sampai ? “ Tanya Nia sedikit khawatir, ia merasa telah terjadi sesuatu pada sahabatnya ini.


“ Udah. Gw udah didepan kosan “


“ Ya udah. Bentar lagi gw sampai tunggu sebentar ya “ Ucap Nia dan lansung mengakhiri panggilannya.


“ Fiki! Hmmm maaf ya sampai disini dulu kita cari informasi tentang identitas kamu. Soalnya aku ada urusan , jadi aku pergi dulu ya “ Ucap Nia sambil memasukkan HP-nya kembali kedalam tas.


“ Baiklah. Apa perlu aku antar pulang ? “ Tanya Fiki


“ Tidak usah! Sekarang masih siang, jadi tidak apa - apa. Kamu yang semangat ya, aku akan mencoba membantu kamu dengan semampuku! “ Ucap Nia yang meyakinkan Fiki agar tetap semangat.


“ Iya “ Ucap Fiki sambil tersenyum

__ADS_1


“ Kalau gitu aku duluan ya! Bye-bye “ Ucap Nia sambil melambaikan tangannya yang dibalas lambaian tangan pula oleh Fiki.


Nia segera pergi meninggalkan Fiki yang saat ini sedang berada di jembatan seorang diri. Nia berjalan cepat agar cepat sampai di kosnya. Sesekali Nia berlari agar ia bisa cepat sampai di kosnya. Nia benar - benar merasa khawatir pada Icha saat mendengar suara sahabatnya di telpon.


Setelah 5 menit berjalan, Nia sampai di depan kosnya. Nia melihat Icha yang sedang jongkok sambil memeluk lututnya didepan kosnya. Nia merasa ada sesuatu hal besar yang terjadi sehingga membuat seorang Icha yang periang berubah murung menjadi seperti ini.


Perlahan Nia mendekati Icha yang sedang berjongkok. Ketika Nia sampai didepan Icha, ia menyamakan posisi agar mudah melihat keadaan Icha saat ini. Nia mencoba memegang tangan Icha untuk mendapatkan respon sahabatnya itu.


Merasa ada yang telah menyentuh tangannya, Icha segera menengadah untuk melihat orang itu. Icha lansung memeluk Nia dengan erat, Nia mencoba membalas pelukan Icha sambil mengelus punggung Icha dengan sayang. Nia berharap hal yang ia lakukan bisa membuat Icha lebih tenang.


Nia merasakan kesedihan yang saat ini dirasakan oleh Icha. Walapun Nia tidak tahu apa yang telah membuat seorang Icha yang begitu ceria menjadi sedih seperti ini. Tidak ada suara isakan tangis yang terdengar dari bibir


Icha. Tapi Nia tahu saat ini Icha merasa tertekan. Nia merasakan tubuh Icha yang gemetar menahan isakan tangisnya.


Merasa kejadian ini akan menjadi tontonan orang, Nia segera membawa Icha kedalam kosannya. Agar sahabatnya ini bisa istirahat dengan tenang, karena Nia pikir saat ini Icha sedang merasa tertekan atas sesuatu yang telah terjadi yang tidak diketahui oleh Nia.


“ Kita ke dalam yuk “ Ajak Nia mencoba melepaskan pelukan Icha. Nia mengambil tas besar yang berada disamping Icha lalu membawanya kedalam kos.


Nia memberikan air minum pada Icha yang saat ini sedang duduk dikasur Nia. Terlihat saat ini mata Icha bengkak akibat menangis didepan pintu kos Nia tadi.


Icha menerima gelas itu lalu meneguk air itu sampai habis. Icha merasa tenggorokannya sangat kering akibat menangis tadi.


“ Udah baikan ? “ Tanya Nia mengambil alih gelas ditangan Icha


“ Udah “ Ucap Icha dengan suara serak khas orang setelah menangis


Nia meletakkan gelas bekas minum Icha ke dapur. Setelah kembali dari dapur, Nia kembali duduk di samping Icha. Nia menggengam tangan Ica untuk mengalirkan kehangatan agar Icha merasa lebih tenang.


“ Sebenarnya apa yang telah terjadi  ?” Tanya Nia hati - hati dan menatap wajah Icha


“ Gw minggat dari rumah “ Ucap Icha yang membuat Nia terkejut.


“ APA ?? tapi kenapa ? “ Tanya Nia terkejut atas jawaban Icha

__ADS_1


Icha kembali menangis mengingat kembali apa yang telah terjadi dirumahnya. Nia memeluk Icha dan mengelus punggung sahabatnya itu dengan harapan hal itu akan membuatnya lebih tenang.


“ Kalau rasanya berat, lu gak usah cerita “ Ucap Nia masih mengelus punggung Icha agar lebih tenang.


Nia merasa masalah yang sedang dihadapi Icha benar - benar berat. Selama berteman dengan Icha, yang Nia tahu Icha adalah anak yang ceria. Tapi yang Nia lihat sekarang adalah sosok Icha yang sangat rapuh.


Icha melepaskan pelukkan Nia dan mencoba menenangkan dirinya kembali. Icha ingin menceritakan sesuatu yang selalu ditahannya selama ini seorang diri.


“ Gw capek pakai topeng terus Nya! Selama ini gw selalu terlihat ceria di depan lu ! tapi padahal disini sakit Nya “ Ucap Icha menunjuk hatinya.


“ Gw mencoba untuk terlihat baik - baik aja. Karena gw fikir semua ini pasti akan berlalu dan menjadi lebih baik. Tapi nyatanya gak !! “


Ucap Icha kembali meneteskan air matanya


Nia menatap sahabatnya itu sedih seolah merasakan sakit seperti yang dirasakan Icha sat ini. Nia mencoba mengelus punggung Icha berharap bisa menyalurkan semangat. Agar sahabatnya itu kembali ceria seperti biasa.


“ Gw kesepian Nya! Gw gak ada saudara yang bisa berbagi apa yang gw rasain! Dari kecil orang tua gw selalu sibuk. Mereka gak pernah memberikan perhatian seperti orang tua pada umunya. Mereka selalu sibuk bekerja, tiap hari gw selalu ditinggal sama permbantu dirumah. Gw selalu jadi anak yang baik agar orang tua gw bisa perhatian sama gw “ Ucap Icha yang mulai bercerita tentang masa lalunya.


“ Tapi apa?  Mereka tidak pernah kasih gw kasih sayang seperti orang tua pada umumnya! Dan sekarang mereka mau cerai ??!! “ Ucap Icha menangis mengingat kembali apa yang terjadi dirumahnya.


“ Gw benar – benar sendiri sekarang…hiks hiks, gw gak punya siapa - siapa lagi Nya “ Ucap Icha menangis sejadi - jadinya, Nia segera memeluk Icha erat.


Nia ikut menangis dalam diam apa yang telah terjadi pada sahabatnya ini. Nia terus mengelus punggung Icha untuk memberikan semangat.


“ Gak !!! “ Ucap Nia melepaskan pelukannya.


“ Lu masih punya gw “ Ucap nia sambil memegang wajah Icha meyakinkan sahabatnya itu.


Siang itu mereka tertidur akibat lelah menangis. Bahkan menangis pun menguras tenaga mereka.


To be Continued


 

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya ya! Dan jadikan favorit juga agar mendapatkan notifikasi update. Kritikan yang membangun sangat dinantikan :) :)


Terimakasih


__ADS_2