
Hallo readers,
Selamat membaca 😊😊
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Mereka tertidur hingga jam dua siang, ternyata menangis membuat tenaga mereka menjadi terkuras. Nia bangun dari tidurnya dan mengambil handphone-nya yang tergeletak di atas meja. Nia menghubungi seseorang dan berbincang cukup lama di telpon. Seteelah selesai berbincang, Nia mengakhiri panggilan teleponnya. Nia melirik kesamping memperhatikan Icha yang saat ini tertidur lelap di ranjangnya.
Nia memasukkan handphone-nya kedalam tas lalu ia berjalan mengarah ke pintu. Tidak lupa ia mengambil jaket yang tergantung dibelakang pintu. Setelah hampir tujuh menit Nia pergi keluar, ia kembali dengan menjinjing beberapa kantong plastik ditangannya.
Nia meletakkan kantong itu di meja belajarnya, lalu berjalan menuju ranjang berniat membangunkan Icha yang sedang terlelap. “Cha,” ucap Nia membangunkan Icha sambil menggoyangkan lengannya.
Icha mengernyitkan matanya menatap orang yang memanggil namanya. Icha tersenyum senang menatap kearah Icha sambil memicingkan matanya. Icha merasakan perih di matanya karena efek menangis.
“Ada apa?” Tanya Icha setelah duduk di ranjang. “Ayo makan,” ajak Nia kemudian pergi mengambil piring dan kantong plastik yang dibawanya tadi.
Terlihat mereka sangat menikmati makanan yang terhidang di depan mereka. Menangis sepertinya membuat mareka menjadi sangat lapar bahkan tidak ada percakapan ketika mereka makan.
“Biar aku saja” ucap Icha tersenyum merapikan bekas makan mereka. “Apa kamu gak kerja?” tanya Icha ketika sedang merapikan piring.
“Gak. Tadi aku udah ijin sama kak Dita” ucap Nia yang masih duduk dilantai.
“Kenapa?” tanya Icha menghampiri Nia. “Apa karena aku?” tanya Icha menatap khawatir
“Iya! Ini karena kamu. Jika aku meninggalkanmu disini, pasti kamu akan menghancurkan kamarku!” canda Nia. hal itu sukses membuat Icha mengerucutkan bibirnya kesal.
“Jahat banget sih! Aku kan gak segitunya juga? Aku gak papa kok! seriusan” ucap Icha sambil mengangkat tanganya membentuk huruf v.
“Gak papa kok, anggap aja aku lagi libur! Capek tahu kerja terus!” ucap Nia dengan senyuman manisnya meyakinkan Icha.
“Mau pergi ke taman gak? Ada taman baru di sekitar sini” tanya Nia. “Boleh juga” ucap Icha mengangguk semangat seperti anak kecil.
“Tapi perginya sorean ya! Sekarang masih panas di luar” ucap Nia
“Okay deh! Sayanggg Nia” ucap Icha memeluk Nia.
“Sambil menunggu gimana kalau kita nonton video lucu?” ajak Icha mengeluarkan handphone-nya dari dalam tas. Nia mengangguki ajakan Icha, Nia berharap hal itu akan membuat Icha bisa melupakan masalahnya walau sesaat.
Gelak tawa mereka terdengar begitu bahagia menghiasi kamar. Mereka tertawa lepas melupakan kejadian yang terjadi tadi siang. Nia melirik Icha yang tampak tertawa lepas menonton beberapa adegan lucu bahkan konyol melalui handphone-nya
“Syukurlah, sepertinya Icha sudah lupa kejadian tadi”gumam Nia
__ADS_1
Nia mengambil handphone-nya dan melihat jam yang menunjukkan pukul 16.30 WIB. Nia segera berdiri dari ranjangnya untuk bersiap-siap berpergian sesuai rencana mereka siang tadi.
“Ayo siap-siap. Katanya mau pergi ke taman?” ucap Nia mengambil jaketnya yang tergantung di dinding.
“Baiklah,” ucap Icha segera berdiri
“Gak mandi dulu?” Tanya Icha
“Gak usah. Pas balik dari sana aja nanti mandinya! Lagiankan aku kan gak bau!” ucap Nia menciumi badannya.
“Oke deh”
Nia mengunci kamarnya dari luar, setelah itu mereka pergi ke taman yang letaknya tidak jauh dari kosan Nia. setelah 5 menit berjalan, akhirnya mereka sampai ke tempat yang di tuju.
Pada sore hari taman sangat banyak di datangi oleh pengunjung. Banyak kalangan orang tua, remaja dan anak-anak bermain disini. Selain pengunjung, juga banyak pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir taman.
Nia mengedarkan pandangannya mencari tempat yang bagus untuk mereka duduk. Setelah menemukan tempat yang cukup bagus, Nia menggandeng tangan Icha menuju ke tempat yang menarik perhatiannya. Tempat itu cukup sepi dan ada pohon rindang yang sangat besar disana.
Setelah tiba disana, Nia duduk di bawah pohon yang sangat rindang. “Ayo duduk sini!” ucap Nia menepuk rerumputan disampingya.
“Kamu udah baikan?” tanya Nia hati-hati
“Syukurlah! Aku senang bisa membantumu” ucap Nia tersenyum menatap sahabatnya itu. “Jadi apa rencanamu ke depannya?” tanya Nia
“Huhh, entahlah. Aku belum tau apa yang harus aku lakukan. Untuk sementara boleh aku menginap di kosmu?” tanya Icha
“Tentu saja boleh! Aku akan senang kalau kamu mau menginap! Tapi ya gitu, kamar aku gak besar! Jadi kamu harus sedikit berlapang dada agar tidak merasa sesak” canda Nia
“Eeyy, gini-gini aku juga tau diri! Udah numpang! Masa pilih tempat juga!” ucap Icha menatap Nia jengkel.
“Hahahaha…. iya iya. Seneng deh liat kamu marah kayak gini!” ucap Nia mencubit pipi Icha sayang.
“Ahhh… sakit tau!” ucap Icha memegangi pipinya yang memerah. “Kamu harus tanggung jawab udah bikin aku sakit kek gini! Aku mau bakso bakar itu!” tunjuk Icha kearah pedagang bakso bakar
“Tanggung jawab apaan? Bilang aja kamu tu lapar!” ucap Nia
“Hehehe, itu tau! Beliin dong? Ya? Ya?” ucap Icha bertingkah imut memegangi tangan Nia
“Isshh, menjijikan!” ujar Nia melepaskan tangan Icha dan pergi ke tempat orang yang menjual bakso bakar
Selama menunggu Nia yang sedang membeli bakso bakar, Icha merebahkan dirinya di rerumputan. Ia mengingat kembali alasan ia pergi dari rumah pagi tadi. “Aku harus kuat!” ucap Icha meneteskan air matanya tanpa sadar.
__ADS_1
Dua menit kemudian, Nia datang membawa bakso bakar dan air minum di tangannya. “Yah! Malah tiduran! Ini baksonya udah aku beli!” ucap Nia duduk di atas rerumputan.
“Kamu gak papa?” tanya Nia melihat bekas air mata di sudut mata Icha
“Gak papa! Ayo makan, aku udah lapar” ucap Icha membuka kantong plastik yang dibawa Nia.
Mereka makan bakso bakar dalam suasana diam, tidak ada percakapan sama sekali. “ahhh, kenyangnya,” ucap Icha mengelus perutnya yang kekenyangan
“Pulang yuk? Sepertinya udah mau gelap!” ucap Nia berdiri dari duduknya. “Baiklah” ucap Icha.
Karena hari sudah gelap, mereka memutuskan untuk pulang. Terlebih lagi dengan kondisi Nia yang bisa melihat makhluk tak kasat mata, membuat mereka harus cepat meninggalkan taman. Walapun saat di taman tadi Nia
melihat beberapa makhluk tak kasat mata disana. Tapi karena di sana banyak pengunjung, Nia tidak terlalu menganggap kehadiran mereka.
Hari semakin gelap, mereka pulang ke kos dengan berjalan kaki. Nia melangkahkan kakinya cepat yang diikuti Icha disampingnya supaya mereka cepat sampai di kos. Ketika akan melewati gang sempit menuju kos. Nia terkejut melihat sosok hitam besar dari tempatnya berdiri. Nia menghentikan langkahnya, saat ini ia merasa takut. Terlebih lagi tidak ada orang yang berkeliaran di sekitar gang. Tangan Nia bergetar ketakutan melihat mata makhluk itu yang merah.
Melihat Nia yang berhenti karena ketakutan dengan tangan yang bergetar, Icha memperhatikan raut wajah Nia. seakan paham apa yang terjadi Icha melepaskan jaketnya dan menutupi kepala Nia.
“Menunduklah! Aku akan menuntunmu berjalan” bisik Icha.
Icha menggandeng tangan Nia, menuntunnya berjalan menuju kos. Setelah tiba didepan pintu, Nia merasa lega bisa terlepas dari situasi yang membuatnya merasa takut. Setelah berada di dalam kamarnya, Nia melepaskan
jaket Icha.
“Terima kasih” ucap Nia menyerahkan jaket Icha
“Itulah gunanya sahabat! hehehe” ucap Icha menyombongkan dirinya. “Sebenarnya tadi kamu melihat apa sampai ketakutan seperti itu?” tanya Icha penasaran
“Yakin mau dengar?” tanya Nia yang diangguki dengan semangat oleh Icha
“Tadi aku melihat makhluk hitam besar, matanya juga merah. Awalnya aku cuman liat kakinya aja karna aku tadi jalannya menunduk. Pas aku tengok keatas, mataku bertatapan dengan mata merahnya. Karena takut melihat sosoknya, aku lansung menundukkan pandanganku lagi! Aku sangat berterima kasih karena kamu telah menutupi kepalaku dengan jaket dan juga menuntunku pulang” ucap Nia menggenggam tangan Icha
Mendengar cerita Nia membuat bulu kuduk Icha merinding. ”Untung saja aku tidak bisa melihatnya!” ucap Icha lega
Setelah selesai bercerita, Nia segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelahnya di ikuti oleh Icha yang merasa badannya yang sudah bau karena keringat.
To be Continued
Jangan lupa like dan votenya ya! Dan jadikan favorit juga agar mendapatkan notifikasi update 😊😊
Terima Kasih
__ADS_1