Niat Nikah Kita

Niat Nikah Kita
Bab 11


__ADS_3

"Sini nak, duduk bentar... Amih sama Apih mau bicara penting...! " Ucap Amih Faiza memerintah Asma duduk di hadapan mereka tepat di sofa single, sementara Amih Faiza duduk bersama Apih farhan.


"Ada apa Amih..? " Tanya Faiza penasaran tentang hal apa yang hendak di bicarakan dengan nya.


"Biar Apih yang jelaskan...! " Ucap Amih Faiza sembari menengok ke arah sang suami.


"Apa kamu siap menikah di usiamu saat ini nak...? " Tanya Apih farhan to the point.


"Maksudnya gimana pih...? " Tanya Asma bingung


"Apih sudah mencarikan calon imam untuk kamu nak... melihat kondisi saat ini dimana kamu sudah sepantasnya menikah... sudah tentu kami selaku orang tua ingin yang terbaik untuk anak kami... maka dari itu Apih sudah mencarikan kamu calon yang InsyaAllah Baik akhlak dan agamanya...! " Jelas Apih Farhan.


"Apakah Asma bisa menolak dulu untuk saat ini pih...? Asma merasa belum ada keinginan ke arah pernikahan...! "


"Kalau kamu ada calon sendiri bisa di suruh datang sama orang tuanya...! Apih tidak memaksa toh yang menjalani adalah kamu sendiri...! hanya saja untuk yang kali ini biar kamu lihat dulu calonnya...! Kalau tidak setuju kamu bisa menolak...! " Jelas Apih Farhan.


"..... " Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir Asma, dirinya bingung menanggapi keadaan di hadapan nya saat ini.


Belum lagi pikiran nya sedang berkecamuk memikirkan pertanyaan Awi beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


"Diamnya kamu Apih anggap setuju untuk pertemuan ini...! "


Setelah mendengar keputusan mutlak sang Apih, Asma pun pamit kembali ke kamarnya, karena ia pun bingung dan tak tau harus menimpali dengan kalimat mana ucapan sang Apih barusan.


Jadi lebih baik dirinya undur diri kembali ke bilik kamarnya saja.


" Ada sesuatu di sini ya Rabb...! "ucap Asma lirih sembari menyentuh tepat di hatinya.


" Ada sesuatu yang sedari dulu ku pendam dalam diam sampai saat ini...


Namun aku takut untuk mengutarakan nya.


Tak seharusnya aku menyukai dia secara berlebihan...


Sudah lama ku mengaguminya ya rabb...


tapi aku takut rasaku merusak iman dan ketaatan ku padamu...


maka dari itu ku coba untuk menepis rasa ini sejauh-jauhnya nya....

__ADS_1


aku tau, aku hanya manusia biasa... yang masih kesulitan mengontrol Gharizah na'u nya...!


namun izinkan aku tetap mengagumi hambamu tanpa mengurangi sederajat pun cintaku padamu ya Allah...! "


Lirih Asma seiring dengan bulir air mata yang luruh begitu saja dari tempat nya.


Dirinya memang telah lama menyimpan rasa, namun hanya mampu terucap lewat untaian doa.


Saat ada kesempatan untuk bersama, malah hadir perjodohan yang tak terduga dari orang tuanya.


Asma benar-benar kebingungan saat ini, entah harus menerima atau menolak.


Sudahkah, sekarang niatnya bertemu dulu dengan pihak laki-laki nya sebagai calon nya itu.


Namun ketika bertemu hatinya menolak, mungkin akan ia utarakan sebelum terjadi tahap yang lebih serius lagi.


Setelah cukup lama membatin dengan pemikiran nya yang kini tengah menerawang jauh ke masa lalu, Asma pun memutuskan untuk segera beristirahat sebelum pemikiran nya makin bercabang kemana-mana.


Yang sudah pasti malah akan semakin mengganggu pemikiran nya sendiri.

__ADS_1


Dan tidur adalah satu-satunya mengistirahatkan diri dari masalah yang datang bertubi-tubi padanya, sebelum nanti dirinya bagun di sepertiga malam menyapa sang Khalik.


__ADS_2