
"Duduk sini dek...! " Ucapnya sembari menepuk bangku yang ada di dekat nya.
Ada pun seger mendekat merapat dengan sang Abang, sementara Asma mengambil tempat tepat di depan mereka berdua bertepatan dengan sisi Awa.
"Tumben ngajak ketemuan.. sama Asma lagi... ada apa bang...? " Tanya Awa penasaran
"Pake ini ya dek..! Abang mau ngomong penting sama sahabat kamu...! " Ucap Awi sembari menggeser Earphones ke arah Awa agar di kenakan.
"Jangan lupa suara nya di kencengin..! Awas nguping..! " Lanjut nya lagi.
"Dih, maksa lagi..! Ya udah sini..! " Ucap Awa sambil memakai earphones tersebut dan memutar lagu shalawat dari Handphone sang Abang.
Setelah memastikan Awa mengenakan nya dengan benar barulah Awi mengalihkan pandangan nya menatap Asma sekilas, kemudian segera menunduk kan pandangan nya kembali.
"Maaf sebelumnya ada apa ya kak..? " Tanya Asma yang sejak tadi terus memperhatikan interaksi kaka beradik itu, namun dirinya urung membuka suara hingga merasa d
__ADS_1
situasi yang tepat telah tiba untuk nya berbicara.
"Maaf sebelumnya.. kamu pasti kaget menyapa tiba-tiba saya menyuruh Awa untuk mengajak kamu bertemu saya...! " Ucap Awi membuka percakapan, sementara Asma menyimak dengan baik setiap kata yang terucap dari bibir Awi.
"Sebelumnya, apakah Kamu sudah ada yang datang menghitbah...? " Tanya Awi to the point.
"Maaf maksudnya gimana ya kak..? " Tanya Asma bingung dengan arah pembicaraan mereka
"Saya rasa pertanyaan saya cukup jelas untuk kamu beri jawaban..! " Ucap Awi tak ingin mengulang pertanyaan nya.
"Sebelumnya maafkan saya... jikalau kamu belum menerima hitbah dari siapapun, maka izinkan saya untuk datang ke rumah kamu untuk menyambung silaturahmi dan ikatan kekeluargaan...! " Ucap Awi dengan mantap
"Ada apa ini ya Allah... kenapa ka Awi tiba-tiba begini..? " Batin Asma berkecamuk, namun dirinya segera menetralkan ekspresi wajahnya agar tak terlihat kaget dengan penuturan Awi barusan.
"Maaf kak... jika hanya ingin menyambung silaturahmi dengan keluarga saya silahkan... namun jika ingin menyambung tali kekeluargaan, silahkan bertanya langsung pada wali saya...! " Ucap Asma sembari menyerah kan kertas berisi alamat dan nomor telepon sang Abi.
__ADS_1
"Terimakasih..! " Ucap Awi sembari menarik kertas tersebut kehadapan nya.
Sejujurnya Asma rada bingung dengan kondisi yang tengah di hadapi saat ini, namun karena berhubung dirinya mampu menangkap kemana arah pembicaraan mereka, dirinya pun segera memberi alamat dan nomor telepon sang wali agar Awi bisa langsung bertanya pada orang tuanya.
Sementara Awa yang hanya jadi penonton setia tanpa bisa mendengar apa yang mereka bicarakan karena dirinya sedang mendengar kan shalawat dalam volume yang cukup keras agar tak mendengar sepatah kata obrolan pun di antara sang abang dan sahabatnya itu.
Setelah melihat tak ada lagi interaksi antara kedua manusia di hadapan nya itu, Awa pun melepas earphones secara perlahan dan menyerahkan nya lembar pada sang Abang.
"Udah..? " Tanya nya.
"Iya udah... makasih udah mau bekerja sama...! " Ucap Awi lega karena adiknya kali ini tak banyak tanya dan protes, kemajuan yang baik bukan? Mengingat Awa adalah tipikal orang yang cukup penasaran dengan yang terjadi di hadapan nya.
"Ya sudah kalau begitu Abang duluan ya.. masih ada jam kuliah habis ini... Assalamu'alaikum...! " Ucapnya menutup percakapan antara mereka.
"Wa'alaikumussalam...! Jawab mereka serentak.
__ADS_1