
"Awa....! bisa temenin Bunda belanja gak...? " Tanya Bunda Hana pada putri kesayangan nya itu.
"Bentar ya Bun... Awa pake kaos kaki dulu..! " Jawabnya segera bertolak ke kamarnya, meninggalkan Bunda Hana menunggu beberapa saat di depan pintu keluar.
"Mau kemana Bun...? Tumben pagi-pagi udah benteng tas belanjaan...? " Tanya Ayah Harun yang melihat istrinya tengah menunggu sang putri.
"Mau belanja Yah... kebetulan bahan masak di dapur udah mulai menipis, jadi kayaknya bakal belanja lumayan banyak untuk kebutuhan makanya Bunda ajak Awa sekalian buat bantuin belanja...! " Jawab Bunda Hana menjelaskan sekaligus meminta izin kepad sang suami.
"Loh kenapa gak bibi aja yang di suruh kayak biasanya...? " Tanya Ayah harun bingung sendiri karena biasanya sang istri jarang turun langsung membeli keperluan dapur kalau bukan ada acara atau kegiatan di rumah mereka.
"Lagi pengen aja Yah... bosan di rumah melulu... jadi sekali-kali mau lihat-lihat pemandangan lain dulu...! "
__ADS_1
"lihat-lihat pemandangan kok ke supermarket... ke Bali ke biar asik... sekalian tambah momongan...hehehe.. " Jawab Ayah harun enteng dengan sedikit candaan untuk istrinya itu.
"Astaghfirullah Yah... udah tua juga masih mikirin momongan lagi... gak malu sama usia..? sama anak-anak...? suka aneh-aneh aja kalau ngomong..! " Duel Bunda Hana mendadak malu sendiri dengan perkataan sang suami barusan.
"Lah ngapain malu...? kan kita halal Bun... lagian juga anak-anak udah besar, bentar lagi pada nikah... jadi daripada kita ditinggalin berdua aja di rumah ketika masa tua mending bikin lagi yang baru...! " Canda Ayah Harun makin menjadi-jadi menggoda istri nya itu.
"Dikira bikin barang apa...? pake ngebut bikin yang baru... mohon maaf usia sudah tidak mendukung menambah momongan...! " Ucap Bunda Hana memutus percakapan nyeleneh Ayah Harun.
"Itu... Ayah kamu mau bikin produk baru... ini lagi diskusi sama Bunda...! " Ucap Bunda Hana mengalihkan pembicaraan mereka.
"Produk apa Yah..? biasanya juga bahas kerjaan di ruang kerja... lah ini malah di depan pintu.. Ayah mah suka aneh-aneh...! " Ucap Awa dengan gelengan kepala tak habis pikir dengan melakukan sang Ayah.
__ADS_1
"Produk yang bisa gerak-gerak, bisa di unyel-unyel di gemesin yang intinya bikin mood seneng...! " Ucap Ayah Harun ambigu.
"Udah pake kaos kaki nya..? yuk berangkat... ntar keburu panas...! " Ucap Bunda Hana sembari menarik tangan sang putri sebelum bertanya lebih jauh lagi tentang pembahasan mereka barusan, sungguh suaminya itu makin harii makin meresahkan saja kelakuan nya.
"Jangan lupa Bun... produk nya harus di realisasikan..! " Teriak Ayah Harun ketika sang istri menjauh pergi bersama putri mereka ke arah garasi.
Sementara Bunda Hana hanya bisa memijat pangkal hidungnya guna meredam sakit kepala yang tiba-tiba menyerang akibat kelakuan Ayah Harun yang makin aneh.
Setelah sampai ke supermarket, Awa dan Bunda Hana pun segera menuju ke rak-rak yang menyediakan beberapa keperluan untuk dapur, Awa yang bertugas mendorong troli sementara Bunda Hana yang memilih dan mengambil barang-barang yang mereka butuhkan.
"Eh Wa...? Belanja juga...? " Tanya Asma yang pagi itu juga tengah berbelanja di supermarket yang sama dengan Awa dan bunda nya.
__ADS_1
"Eh Asma... kamu juga..? kebetulan nih ketemu di sini...! " Ucap Awa dengan memeluk sang sahabat sejenak setelah nya membiarkan Asma menyalami tangan Bunda Hana dengan takjim.