
"Kok jadi gak bersemangat gini...? Ada apa...? " Tanya Yufar bingung dengan tingkah sang sahabat.
"Kemarin setelah menghubungi Apihnya aku mendapat kabar bahwa ia ternyata sudah di jodohkan... dan yang membuat aku dilema adalah perkataan Apihnya yang mengatakan jika Asma menyetujui perjodohan yang di rencana kan oleh keluarga nya mana ia akan melanjutkan perjodohan itu ke jenjang yang lebih serius lagi...! " Ucap nya menjelaskan.
"Kamu juga bukannya di jodohkan...? " Ucap Azam yang ikut tahu tentang perjodohan sahabat nya itu beberapa hari yang lalu setelah di ceritakan oleh yang bersangkutan itu sendiri.
"Lihat nanti... bentar malam soalnya keluarga gadisnya ngundang buat acara makan malam...!
" Terus kamu mau datang...? " Tanya Azam sementara Yufar hanya ikut menyimak pembicaraan di antara mereka.
"Kayaknya gak... mungkin cuma Awa sama Ayah dan Bunda aja, aku masih ada urusan bentar malam...! " Jawab Awi benar adanya.
Setelah mengakhiri percakapan, mereka pun segera masuk ke ruang kelas karena memang beberapa saat lagi makul akan segera di mulai.
Malam terasa datang begitu cepat, mengikis waktu keberangkatan Ayah Harun ke rumah calon istri anaknya.
_Flasback_
__ADS_1
"Yah maaf aku gak bisa ikut malam ini...! Tolong Ayah saja yang lihat dan putuskan apa dia yang terbaik menjadi menantu Ayah...! " Ucap Awi sore itu setelah mengetahui jika mereka akan ke rumah wanita yang di jodohkan dengan nya.
"Adakah alasan kuat yang bisa ayah Terima atas mangkir nya kamu dari acara makan malam ini...?" Tanya ayah Harun meminta penjelasan putra satu-satunya itu.
"Ada yah... maaf...! "
"Bisa jelaskan...? "
"Awi hari ini udah bikin janji ikut pencerahan khusus pranikah..!"
Ya... walaupun dirinya gamang dalam menentukan keputusan pernikahan nya sendiri, namun dirinya tetap memutuskan akan mempelajari hal apa saja yang harus di persiapkan sebelum benar-benar menjalani yang namanya pernikahan.
bukan kah apa yang ia putuskan saat ini sudah benar...?
"Baiklah... hari ini kamu tidak usah datang... tapi jangan menyesal dengan keputusan apapun yang ayah ambil...! " Ucap ayah Harun sembari menatap putra nya dengan tatapan tak terbaca.
"Terima kasih ayah...! Awi ke kamar dulu...! " Ucap awi penuh syukur sembari izin untuk mengistirahatkan diri setelah seharian berkutat dengan tugas-tugas kuliah yang sudah hampir rampung seluruhnya.
__ADS_1
_Flashback of_
"Udah siap semua bun..?" tanya ayah Harun memastikan tidak ada yang tertinggal.
"Iya yah... tinggal ambil bingkisan di atas meja...! " Ucap bunda Hana sembari menuju dapur setelah memberi tahu sang suami.
"Abang mana yah...? Gak ikut ya.. ? " Tanya Awa yang sejak tadi tidak menampak kehadiran sang kaka.
"Abang kamu ada urusan sayang... jadi cuma kita bertiga yang akan bertamu malam ini, toh juga semua keputusan sudah abang serahkan pada ayah...! " Ucap ayah Harun menjelaskan pada putri nya itu.
"Owh gitu...! " Ucapnya singkat karena memang hanya ingin mejawab rasa penasarannya saat ini.
Setelah mengambil bingkisan di meja bunda Hana pun segera menyusul sang suami dan putrinya yang sudah sedari tadi menunggu dirinya di teras.
"Udah bun..? "
"Iya yah.. yok berangkat... udah mau jam 8 ini...! " Ucap bunda Hana benar adanya.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu...! "
Setelah itu mereka pun segera meluncur ke tempat tujuan karena memang alamat nya sudah mereka dapatkan jauh hari dari ustadz Hanan selaku orang yang menjadi penghubung silaturahmi antar keluarga.