
Ya... Ternyata para sahabat nya juga menghadiri acara tersebut.
Pertemuan tak terduga ketika Awa hendak duduk di barisan para wanita malah menjumpai sahabat-sahabat nya yang ternyata juga ikut.
"Udah selesai Wa...? " Tanya Awi mendekati sang adik yang sedang berada di parkiran sembari berpamitan
"Eh abang... Iya udah, baru aja...! Kebetulan ketemu di sini jadi ngobrol bentar soalnya tadi gak sempat ngobrol sama sekali...! " Ucap Awa menjelaskan.
Berbeda dengan Awa yang tengah berpamitan dengan sahabat nya, Awi lebih memilih menyimak saja sembari menatap salah satu di antara mereka dengan tatapan tak terbaca.
Kemudian menutus pandangan saat yang di tatap balik menatap dirinya juga.
Setelah berpamitan, mereka pun segera kembali ke rumah masing-masing.
Awi dan Awa yang pulang sudah agak malam pun tengah di tunggui oleh orang tua mereka, karena khawatir jika anak nya keluar terlalu larut.
Setelah mengucap salam dan mengalami orang tua mereka, mereka pun segera masukĀ ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan segera bersiap menuju ke peraduan mimpi sebelum m
__ADS_1
menemui Qiamullail.
Sementara itu di sini lain, terlihat seorang wanita tengah sibuk di depan layar laptop yang sedang menyala.
Jemari indah nya menari-nari di atas keyboard untuk mengetik beberapa tambahan bahan kajiannya.
Ilmu yang di dapat tadi sangat membantu dirinya.
Yah... Dialah Asma, wanita yang di pilih teman-teman nya untuk menjadi pemateri kajian rutinitas pekanan mereka.
Materi yang dibawakan kali ini cukup berbeda dengan materi yang biasanya dibawakan nya.
Malam semakin larut, matanya kian memberat, setelah merampungkan ketikannya, Asma pun segera menutup laptopnya dan segera ke kamar mandi untuk mengambil wudhu sebelum tidur.
Di saat banyaknya manusia yang terlelap di bawah selimut nya, ada beberapa orang yang bangun di qiamullail untuk menunaikan kewajiban mereka.
Menghadap sang khalik untuk mengeluhkan setiap keluh kesah yang membumbung di hati masing-masing.
__ADS_1
Begitu juga denda Awi, dirinya juga Jadi salah satu di antara beberapa manusia yang bermunajat kepada Allah di malam panjangnya.
"Ya Allah... Ku menghadap mu di setiap akhir malam... Ku langitkan nanya... Nama insan yang tengah ku kagumi atas ketaatannya padamu.
Sungguh demi cintaku padamu ya Allah... Tolong jaga perasaan ku agar tak melenceng dari ketetapan mu ya rabb.
Cintakan aku pada nya yang juga begitu mencintaimu dan memperjuangkan agamamu.
Satukan kami kedepan nya ya rabb.
Mudahkan diriku mengendalikan perasaan yang belum saatnya bersemayam di hati...!
Aamiin... " Ucap Awi melafalkan do'a tulusnya yang selalu diulang setiap selesai wirid.
Setelah merampungkan dia nya, Awi pun mengambil mushaf yang terletak di atas nakas dekat ranjangnya untuk mengisi waktu menunggu subuh nya dengan membaca Al-Quran, sembari menunggu adzan subuh agar dirinya tidak ketiduran.
Setelah beberapa ayat mulai di lafalkan nya adzan subuh pun berkumandang merdu membangunkan para hamba Allah yang ingin mencapai ridho Allah dan mengais rezeki dengan cara mendatangi sang pemilik rezeki pagi itu.
__ADS_1
Setelah menutup dengan Hamdalah, dirinya yang telah selesai membaca meletakkan kembali mushaf itu di atas nakas kemudian bergegas menuju masjid.
Setelah selesai menunaikan kewajiban nya, Awi beserta sang Ayah pun kembali ke rumah.