
Setelah sama-sama siap mereka pun segera menuju tempat tujuan setelah mengantongi izin dari orang tua untuk datang.
"Aku ke bagian perempuan dulu ya bang... Nanti kalau udah selesai aku tunggu di sini lagi...! " Ucap Awa setelah mereka turun dari mobil.
"Ok... Kalau abang gak kelihatan nanti langsung telfon aja..! "
"Ok...! "
Setelah berpisah dengan sang adik Awi pun segera menghubungi Azam dan Yufar yang keberadaan nya tak nampak oleh penglihatan nya.
"Kalian nyampe udah dari tadi...? " Tanya Awi setelah kedua sahabat nya itu mendekat ke arahnya yang tak jauh dari tempat mereka menunggu Awi tadi.
"Baru juga kok.. Ya udah ayo.. Kita duduk di barisan depan aja... Supaya bisa dengar dan loh dengan jelas pembahasan nya...! " ucap Yufar yang sudah sedari tadi sibuk memperhatikan tempat yang hendak di duduki.
"Ya udah..! "
Setelah mengambil tempat mereka pun duduk dengan tenang sembari menunggu Ustadz Hanan menempati tempat duduk nya.
__ADS_1
"Gak ngajak Awa kah...? " Tanya Azam sembari memperhatikan satu-persatu jama'ah yang datang ke sana.
"Ada kok... Udah ke barisan wanita tadi...! "
"Owh... Tadi juga gue lihat sahabat-sahabat nya Awa datang... Mungkin kah mereka juga memang sudah merencanakan hadir ke kajian ini ya..? " ucap Azam memberitahu.
"Mungkin iya, mungkin gak, karena Awa gak ada bilang sesuatu tadi selama perjalanan...! " Ucap Awi mengingat-ingat kejadian beberapa saat lalu.
Tak beberapa menit kemudian Ustadz Hanan yang sudah sedari tadi di tunggu oleh para jama'ah pun mengambil tempat untuk segera memulai kajian malam itu.
Bahasan yang di angkat pun cukup menarik, seperti judul nya, yaitu "Cinta dalam diam" beliau pun menceritakan tentang bagaimana cinta nya Sayidina Ali kepada Fatimah yang saling mencintai dalam diam.
Mereka begitu rapat menutup perasaan yang tak seharusnya kepada orang yang belum halal untuk mereka.
Hingga Sayidina Ali harus berkali-kali menggenggam kecewa ketika lamaran bertubi-tubi datang kepada Fatimah.
"Namun kuasa Allah di atas segala nya, tak ada satupun yang Fatimah Terima, hingga Sayidina Ali pun memberanikan diri mengutarakan lamaran nya pada Fatimah dan segera di Terima Rasulullah.
__ADS_1
Dengan mahar seadanya, Sayidina Ali pun menikahi putri sang Rasulullah yang begitu di sayangi beliau itu.
Sungguh kuasa Allah tak ada yang tahu, ketika Allah telah mengikat seseorang dalam takdir terbaiknya, maka tak akan ada yang mampu mengubah ketetapan nya.
Sama hal nya seperti Syaidah Fatimah yang sudah Allah nikah kan bersama Sayidina Ali di surga, maka Rasulullah pun mewujudkan hal tersebut dengan benar-benar menikahkan mereka di dunia sesuai perintah Allah.
Itulah kisah bagaimana Sayidina Ali mencintai Syaidah Fatimah dalam diam nya, begitu pula sebaliknya.
Cukup lama kajian itu berlangsung, hingga benar-benar selesai pada pukul 10 malam.
Walaupun waktu sudah semakin larut, namun tak membuat orang yang mengikuti kajian malam itu tak bersemangat untuk mengikuti kajian.
Yang terjadi malah mereka yang begitu antusias dengan pembahasan yang di bawakan oleh Ustadz Hanan.
Pembawaannya yang kekinian mampu menarik atensi orang-orang yang ikut kajian malam itu.
Setelah seluruh rangkaian acara kajian itu selesai, Orang-orang pun mulai membubarkan diri untuk kembali ke rumah masing-masing.
__ADS_1
"Sampai ketemu besok ya guys... Gak nyangka banget bisa ketemu kalian di sini...! "