Ninja Girl

Ninja Girl
episode 139


__ADS_3

setelah detektif Vin dan detektif Rey mengantar si pelaku ke kantor polisi ,kedua detektif itu langsung menyusul green yang dibawa di rumah sakit.


rumah sakit.


dokter menjelaskan bahwa gren mengalami cidera akibat benturan keras di betisnya hingga tidak bisa di gerakkan.


bagaimana keadaanmu detektif Gren" tanya detective Joe"


begitu teman temanya mendatanginya ,Gren langsung menutup wajahnya dengan selimut .


hei,Kenapa anda tidak menjawab dan malah mengumpat seperti itu" tanya Rei"


jangan melihatku, lebih baik kalian semua pulang ,ini sudah malam" jawab Gren"


hari ini kau bekerja sangat keras ,maafkan kedatangan kami yang terlambat menolongmu tadi" ucap arvi"


detektif green,dokter sudah memberi tahu kami apa yang terjadi padamu, dokter mengatakan bahwa kamu tidak diperbolehkan berjalan selama 1 minggu, Jadi sepertinya kamu harus beristirahat karena jika tidak begini pekerjaan mu tidak ada istirahatnya" ucap Joe"


aku malu , aku yang terbiasa pecicilan, lari-larian, berantem, tapi saat ini keadaanku benar benar menjijikan, mana mungkin orang sepertiku berdiam diri seperti ini , aku terbiasa bergerak" ucap Gren"


tringgg tringgg tringgg tringgg tringgg tringgg


detektif Gren,ibu anda menelpon" ucap Joe yang membawa ponsel gren yang tadi terjatuh"


Gren langsung membuka selimut yang digunakan untuk menutupi wajahnya tadi.


mama, jangan diangkat ,biarkan saja ,aku tidak mau kalau mama tahu aku seperti ini, aku tidak mau membuat mereka kuatir" jawab Gren"


lalu dengan tidak mengangkatnya itu apakah membuat mereka tenang, itu justru membuat mereka semakin mengkhawatirkan mu, jadi lebih baik angkatlah" menyodorkan ponsel gren"


kemudian green mengangkat panggilan dari mamanya itu.


halo ma,Mama jangan teriak begini ,aku baik-baik saja ,sepertinya malam ini aku tidak bisa pulang ,aku sedang ada tugas malam, iya iya Maaf ,aku lupa mengabari, baiklah,iya ma good night, Tut " di matikan" aku mohon jangan ada yang memberitahu keluargaku tentang keadaanku" pinta Gren" kalian boleh pulang sekarang


aku akan menemanimu,karna bagaimanapun kamu jadi seperti ini karena terlibat membantuku" ucap Joe"


detektif Vin dan Rei pun pergi terlebih dahulu.


detective arvi, kamu belum mau pulang sekarang kan, jadi aku ingin keluar sebentar untuk membeli air minum, setelah itu akan kembali" ucap Joe"


iya detective Joe, silahkan" jawab arvi"


Joe pun pergi dengan menitipkan Rin pada arvi.


saat ini orang itu pasti sudah mengatakan bahwa dia orang suruhan papaku,dan pasti saat ini para polisi sedang mencari papa" ucap arvi"


detektif arvi, mungkin ini yang terbaik, dengan begitu tidak akan ada korban lagi yang akan dibunuh papamu ,termasuk detektif Joe" jawab Gren" tenangkan fikiran mu

__ADS_1


iya, mungkin ini yang terbaik,aku sungguh tidak tau soal ini,aku minta maaf atas kejadian yang menimpa mu ini


lupakanlah, aku akan segera sembuh.


hari berikutnya.


kantor polisi.


detektif arvi" sapa Rei"


apakah dia akan mengatakan bahwa papa ku sudah tertangkap, tidak, aku tidak mau mendengar ini" ucap arvi dalam hatinya"


hei, kenapa detective tidak menjawabku" tanya Rei" kau tahu laki-laki semalam yang kita tangkap, dia benar-benar sungguh setia pada bosnya, saat polisi bertanya siapa bosnya dia tidak mau mengatakan ,hebat kan laki-laki itu,benar benar setia


apa,kamu serius" tanya arvi"


ya tentu saja" jawab Rei"


kemudian detective arvi mengunjungi laki laki itu di sel.


Kenapa kamu tidak mengatakan siapa bosmu, semahal apa dia membayar mu" tanya arvi"


laki laki itu diam saja.


rumah sakit.


seperti biasa , Olive selalu datang ke rumah sakit untuk praktek kedokteran,saat itu dokter yang menangani Gren belum datang, suster pun bingung harus bagaimana karna Gren teriak kesakitan.


ah maaf saya buru buru" ucap suster"


Ada apa sus ,apakah ada pasien gawat darurat sehingga sustee lari larian seperti ini" tanya olive"


pasien di kamar 206 teriak kesakitan, tapi dokter h belum datang, saya harus memanggil kan dokter lain untuknya" jawab suster"


sus,tidak perlu,aku akan memeriksanya" ucap olive yang langsung menuju ruangan 206"


suster pun memperbolehkan Olive memeriksanya karena suster itu tahu bahwa Olive sedang menjalani praktek kedokteran dengan dokter Eun .


permisi,saya coba perik....hah grene


dan betapa syoknya Oliv melihat bahwa pasien di ruangan tersebut adalah adiknya, begitupun sebaliknya ,gren juga sangat heran ketika orang yang memeriksa nya adalah kakaknya sendiri


Lo ngapain di sini,lo pasti pura-pura sakit supaya nggak kerja kan ,ah dasar Lo gren" ucap olive"


loh,kok bisa ,aduduh aw sakit , Kenapa yang datang elu sih ,Gue butuh dokter,mana dokternya" ucap Gren"


udah deh nggak usah pura-pura ,gue tahu lu cuma akting supaya gue percaya kalau lo lagi sakit kan, udah deh nggak usah xting" ucap Olive memukul kaki Gren"

__ADS_1


aw ini sakit beneran woi, kenapa malah Lo pukul sih" ucap Gren"


beberapa saat kemudian Joe yang menjaga grene datang setelah membeli sarapan.


grene,apa yang terjadi,loh kamu kan saudaranya grene, siapa yang ngasih tahu kok bisa ada disini" ucap Joe heran "


hai detektif ,aku sedang praktek kedokteran di rumah sakit ini, tapi malah ketemu ini si grene yang lagi pura pura sakit, kamu pasti ke sini untuk jemput Gren buat balik kerja kan" ucap olive"


Jadi kamu praktek di sini ,ya udah kalau gitu cepetan coba periksa green ,dan aku kesini tidak untuk menjemputnya tapi menemaninya karena dia dirawat di sini " jawab Joe"


eh Jadi beneran dia sakit


olive langsung memeriksa Gren dan memberikan obat penghilang rasa sakit.


cidera ,Kok bisa sih, siapa yang bisa buat lo kayak gini di luar arena pertandingan" tanya olive"


kemudian Joe menjelaskan pada olive tentang kejadian semalam.


udah jelas kan sekarang, jadi aku mau kakak rahasia in soal ini ,aku nggak mau semua orang tahu kalau aku di sini aku ,nggak mau bikin mereka kuatir karena tahu kalau aku sakit" ucap Gren"


iya iya" jawab olive"


tringgg tringgg tringgg tringgg tringgg tringgg


ya halo ma" ucap olive di telepon"


viona yang diberitahu suster bahwa Olive sedang memeriksa pasien di ruangan 206 itupun ingin mengetahui apakah Olive sungguh sudah bisa memeriksanya atau belum.


eh jangan mah, nggak usah aku udah selesai kok, udah aku periksa" ucap olive di telepon"


sial,Mama mau ke sini ,aku harus keluar sekarang buat nyegah Mama supaya nggak masuk sini" ucap olive uang langsung keluar"


tepat saat Olive membuka pintu ruangan green untuk keluar, viona sudah ada di depan pintu,seketika olive langsung menutup kembali pintunya.


kenapa ,kok kamu aneh sekali ,atau jangan-jangan kamu malah ngapa-ngapain pasien ya" ucap olive"


enggak, ya kan aku udah selesai memeriksa,ya aku keluar lah" jawab olive"


ya udah kalau gitu kamu minggir ,Mama mau ngecek tadi kamu bener nggak meriksanya


ih gausah ma,udah pasti bener, aku tuh nggak mungkin salah


kamu kenapa sih ,awas mama mau masuk


jangan


awas olive

__ADS_1


jangan ma


viona bersikeras untuk masuk sementara Olive juga bersikeras melarang Fiona untuk masuk, hingga akhirnya di depan pintu ruangan 206 itu pun olive dan viona dorong dorongan .


__ADS_2