Nir Cinta

Nir Cinta
Dah nikah aja dia!


__ADS_3

"Hoammm...(anggap aja lagi nguap yah) Selamat pagi duniaku yang ambyar gagare sepupu Jack" Ucapku enteng khas bangun tidur. Seketika menyebutkan namanya membuat aku tidak semangat untuk memulai rutinitas pagiku.


Akhir akhir ini memang begitu membosankan gegara sepupu tengik dan tengil itu. Selalu saja ada hal yang membuat aku naik darah dibuatnya.


Aku memilih mengesampingkan rutinitas pagiku yang tak pernah ku tinggalkan. Apa itu? Bangun pagi ku terus mandi tidak lupa menggosok gigi habis mandi ku tolong ibu membersihkan tempat tidur ku.


Yaeh... aku lebih memilih tetap di atas tempat tidur dan melihat ponsel ku. Aku membuka salah satu sosial media dan melihat story' kak Fani. Ada potret pelaminan dengan caption Hari bahagia. siapa yang mau menikah? saudara nya mungkin.


Tiba tiba...


"Dorrrrrrr!!!!!!! woy ngelamun aja woy"


"Abuju busettttt" Aku langsung memegang dadaku jantung ku hampir saja meninggalkan tempatnya.


"Ngapain kamu disini. Dasar kecoa tengik. pergi kamu!" Teriakku tapi dia tidak menggubris. Tentu saja dia Jack. Sepupu tengik yang sekarang menjelma menjadi kecoa seketika.


" Hahahahahah lucu kamu kalo lagi marah marah" kekehnya.


"Dasar yah kamu.... apa tidak bisa ketuk pintu. Punya tangan besar begitu buat apa jika mengetuk pintu saja gak bisaaaaa? Jack!! keluarrr kamu!! Ma.... liat nih, si Jack gangguan Nata Mah.... Papa, usir dia cepat aku bisa mati muda kalo begini!! "


" Ngomel mulu lu, gue udah ketuk pintu yah! dan juga gue gak nongol gitu aja udah lama nih liatin lu bengong. Elu kesambet? liatin apa memang coba liat" Langsung merebut ponselku.


" Eh..ehh... Kecoa tengik balikin. Gak sopan banget si lu. Ini yang elu pelajarin selama di luar Negeri sana?"

__ADS_1


**flashback


Ruang makan keluarga Pramuja sahardi**.


"Selamat pagi Tan, Om !" sapa jack dengan senyuman mautnya.


"Pagi Jack !" Sahut Papa langsung menyeruput kopi dengan sedikit gula dan jangan lupakan koran pagi yang tak pernah Papa lewatkan tanpa menoleh.


Dia pasti mengenal suara Jack. Karna cuma dia Lelaki di rumah ini kecuali Papa dan mang Asep mengurus kebun.


" pagi sayang ! wah..wahhh sudah ganteng aja nih anaknya Tante" Puji mama dengan memperhatikan kecoa itu dari atas sampai bawah.


"Hehehe, Tante bisa ku aja deh."


"Tante ngomong apa sih, ngaco ah!" Sambil tersenyum bangga. Tu kan, Tante aja ngomong gitu tapi kenapa anaknya beda jauh yah penilaiannya batin Jack.


" Kayak Papa waktu muda ya Mah! Hehehe!"


"Hahaha Papa bisa aja. Beda jauh lah. Jack lebih tampan." Goda mama yang di balas senyum dengan makna oleh Papa.


" Oh iya Jack. panggi kan adekmu si Didi. Masih molor aja tuh! " kata papa


" Ahh iya iya. Cepat panggilkan. nanti makanannya keburu dingin. kebiasaan memang jam segini belum bangun." Tambah mama.

__ADS_1


" Iya Om,Tan, Jack ke atas dulu yah." Aku pun mendorong kursi dan melangkah ke lantai dua rumah milik Om dan Tante ku ini.


Aku mengetuk pintu sampai tanganku pegal sendiri. ku putuskan untuk masuk dan untungnya tidak di kunci.


"Ternyata dia sudah bangun, tapi kenapa belum turun," gumamku yang hanya bisa di dengar oleh diriku sendiri.


Aku terus memperhatikan nya dengan ponsel yang dikotak Atik. Dia memang cantik. Baru Bangun tidur saja sudah luar biasa gitu kecantikan nya. Apalagi kalo di dandani. Wahhh sangat cantik.


Hampir 30 menit aku melihat dia bengong. sampai sifat iblis ku keluar.


"Aha! Aku Ada ide!"


"Dorrrrrrr!!!!!!! woy ngelamun aja woy"


"Abuju busettttt" Katanya sambil memegang dadanya.


Ekspresi nya itu loh... buat aku gemasss. Apalagi saat dia mengomel. membuat jiwaku meronta-ronta.


"Ingat Jack dia adik sepupu mu. jangan pikir macam macam." pesanku dalam hati.


flashback off


"Sudah sudah, sungguh memualkan mendengar kan lu mendongeng di pagi buta ini !. " Aku langsung menghentikan ceritaku saat dia mulai mengomel lagi. Aku langsung duduk di tepi ranjangnya.

__ADS_1


"hmm, Pagi buta? ini sudah hampir siang loh sayang!" kataku Dangan senyum manis. Entah kenapa aku jadi begitu bahagia di dekatnya.


__ADS_2