
Masih tidak percaya dengan apa yang barusan ku dengar perihal sahabat ku itu. Membuat aku jadi ikut terang-terangan membenci semua lelaki yang pernah kusukai.
Terlepas dari itu semua. Aku langsung merangkul Lila yang sedari tadi menangis. Entah apa yang kulakukan tapi sepertinya jiwa Mimi peri ku benar-benar datang. Sungguh,para iblis beserta kaum kerabatnya telah pergi ke kampung halamannya. Setelah merasa cukup baik. Aku Tersenyum simpul padanya.
"Li, sepertinya kamu perlu istirahat. Orang-orang bodoh tidak perlu kau pikirkan" entah kenapa aku jadi bijak begitu. meski sebenarnya tidak. Hahahah
Lila mendongak melihat ku. "Terimakasih Di,!"
Hanya itu. Ayolah Di,apa yang kamu harapkan dari seorang lemah hati karna cinta begitu.
Tau diri sedikit sepertinya tidak akan membuatmu menjadi penghuni jahannam. hahaha...
Dengan sigap aku pun menelpon kakaknya sang dokter spesialis mata itu. Tentu saja,Kakak mana yang tidak mencintai adeknya.
Tak menunggu lama Bg AZ datang. Seperti mengerti saja. Dia langsung mengucapkan terimakasih padaku. Hahahha tentu aku merasa seperti Dewi kecantikan Yunani saja. Meski hanya di beri ucapan Terimakasih.
Setelah melihat mereka menghilang,aku pun pulang. Sebenarnya bukan karena aku tak mau mengantar Lila pulang. Tapi aku jadi mengingat lelaki yang ada di hatiku. Lelaki yang aku cintai tapi tidak mencintai ku.
__ADS_1
Apa kalian masih ingat dengan episode pertama? Tuan kresek dan gantungan kunci itu?
yah.. sebenarnya itu dari dua orang berbeda. Entah siapa yang pertama kali aku sukai dan jangan tanya apakah mereka juga menyukaiku. Tidak. Itu jawabannya.
Sesampai di rumah,aku langsung merebahkan diriku di kamar. Kamar yang tidak terlalu luas,tapi masih bisalah untukku menikmati hari hari libur ku.
aaaaaa... kenapa aku ini. Aku jadi merindukan si tuan kresek putih. yah..Dia sangat Tampan. Tapi terlepas dari itu dia tidak sendiri lagi. Dia punya kekasih. menjadi seorang perebut hak milik orang lain bukan lah perilaku yang terpuji. Tapi tetap saja,hati tidak bisa pergi.
Dia sangat baik dengan siapapun sehingga aku dengan mudahnya mencintai nya. Ohhh.. Karismanya membuat ku tergila-gila bukan main.
Bernostalgia sebentar, percakapan di grup salah satu sosmed membuat ku merindu kannya. Yah... Aku pun menelpon nya mengatas namakan grup kami. Kamu tau,Video call.
Memang siapa aku. Dia sudah memiliki Gadis lain. tentu saja dia mencintai nya. Teman-teman semasa sekolah mereka sebelum satu sekolah bersama ku mengatakan bahwa dia tipikal cowok setia.
Mengetahui hal itu membuat ku ingin jungkir balik. Aaaaaa betapa aku mencintaimu tuan kresek putih.
Sadar akan diri ini. Aku hanya bisa senyum di balik bayangan. Tak bisa ku perlihatkan rasa cintaku. Tapi boong.
__ADS_1
Aku tak bisa menyembunyikan Rasa ini. Aku benar-benar Mencintai. Dari semua hal.
Terkadang kami seperti dipertemukan tuhan. Tuhan memang tau setelah masa ini berakhir kami tidak akan lagi bertegur sapa. Yah.. bukan untuk sombong. Tetapi memang sudah canggung. canggung SE canggung canggungnya.
panggilan ditolak. Hah! Bagaimana ini. Dasar tidak tau malu. Aku tetap menelpon nya. panggilan ditolak. lagi. lagi. Percakapan tanpa dia terasa hampa. Oh Tuhan. ini benar benar suatu kehampaan yang hakiki. Aku dengan tidak tau malunya langsung mengirimi dia pesan.
"Sombong". ku bilang seperti basa-basi
"sombong kenapa?" balasnya. Dia selalu dingin dari dulu tidak berubah.
"Kenapa tidak di angkat?" Kataku.
" Kan sudah ada si Atma , dengan dia aja dulu" katanya.
Hua hua Hua... dasar yah.. lelaki gak ada yang tau bagaimana dan apa yang ada di dalam hatinya.
Sedikit ku ceritakan, Atma adalah salah seorang member kami di dikelas waktu SMA. Dia sering menjadi bahan olok-olok. Itu sebabnya Dia begitu hapal. Bukan apa apa, tapi Dia memang ikut mengolok-olok.
__ADS_1
Bahkan isi video Call kami mengolok-olok juga. Tapi di bungkus dengan selera humor yang begitu hangat. Hua... Kami sangat lihai bersandiwara. Sejujurnya itu hanya bentuk kasih sayang. Kami benar-benar saling merindukan.
Sepertinya salah satu dari kami bahkan terjun kedunia perfilman. Hahahah... Sakin kami berbakat semua.