
Di tengah pertengkaran kami...
Lila pun menarik tangan ku kesuatu kafe di pusat perbelanjaan ternama itu. aku pun mau mau saja.
" apa sih li,gak bosen apa liat aku intensif di depan mata kamu selama kita di sekolah!" kataku padanya dengan nada datar.
"sok kali muncunggg kau itu, seenaknya saja. Tentang yang kau katakan,benar juga. tapi aku tidak pernah berfikir untuk bosan melihatmu." balasnya.
"aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu. aku benar-benar hancur saat ini."
melihat ekspresi nya yang jauh dari apa yang dia katakan.
" kau lihat mataku. bisa kau baca bagaimana sakit ku?" Katanya lagi.
"he,Lila. aku gak bisa baca pikiran kamu yah... apa lagi harus melihat kesedihan dari mata kamu. sungguh. aku gak bisa dan gak paham" jwbku cuek.
"ya Allah,cobaan macam apa ini. kenapa engkau menghukum ku berteman Dengan nya." kata lila melotot.
"Di, ini masalah Hari" katanya lesuh.
__ADS_1
memang ada apa dengan Hari. aku bahkan melihat nya tadi di parkiran. Jadi Hari itu nama orang ya guys 😅😅
"Hari itu pengecut....aku benci dia" kata lila sambil menutup muka karna malu menangis.
Aku yang tadi biasa aja langsung duduk di samping nya. memeluknya refleks. walau bagaimanapun dia adalah sahabat gue.
"cup cup cup,udah gue peluk nih..puas...masih aja nangis lu!" ejekku.
spontan lila langsung memukul lenganku.
"Dia memutuskan hubungan kami sepihak,apa salahku Di,apa salahku. Apa Di,apa? aku bahkan sudah memberikan first kiss ku padanya,huaaaaaa huaaaaaa..." tangis Lila.
Dia pun akhirnya bercerita. Semua berawal tadi malam. Saat Hari datang ke rumah,untuk menjemput nya. Kencan. Kebiasaan anak muda.
Pada malam itu hari terlihat sangat tampan,dengan jaket favoritnya tentu saja. Mereka makan malam seperti biasanya. Dan Hari begitu sangat mencintai Lila menurut mataa pengelihatan ku sih. Heheheh.
Setelah selesai makan,entah kenapa kafe tersebut ternyata sudah sepi saja. Entah kenapa. Hari langsung duduk di samping Lila,yang ternyata dari tadi sudah curi-curi waktu untuk mendekati Lila.
Meski mereka berpacaran,tetapi lila sangat kesal ada hal aneh aneh dalam hubungan mereka. Lila tidak menyukai kontak fisik dengan orang yang belum pantas untuk mendapatkan nya.
__ADS_1
Penampilan Lila memang sangat terbuka. Apalagi malam itu dia mengenakan dress hitam dengan belahan dada agak terbuka. Sehingga memamerkan buah dadanya. Memang sih,dia biasa begitu.
Tapi kali ini Hari tidak bisa menahan diri melihat itu. Entah apa yang Hari pikirkan. Dia langsung duduk di samping Lila, menatap nya tajam. Pertama di memegang tangan halus Lila. Tentu saja langsung di tepis oleh Lila.
Tapi,namanya juga lelaki,huhhh dia menggombal Lila. Maaf Lila sayang. aku tidak bermaksud untuk mengotori tanganmu dengan tangan bejadku ini. huhhhhh,mengaku dia ternyata pikirku.
Aku tidak pernah berbohong kalau kamu itu benar-benar cantik. Dengan tubuh berisi yang bohay. Sambil mendekatkan wajahnya Ke arah Lila. Entah kenapa Lila seolah menikmati pujian itu. Lila sayang,sambil membelai rambutnya kebelakang. kau bagai Dewi kecantikan Yunani.
Aku sangat beruntung bisa menjadi pacarmu. Aku bukan melihat fisikmu saja sungguh. Tapi malam ini dengan dress hitam mu ini,kau begitu mempesona.
Sambil melirik belahan dadanya Lila. kulitmu sangat mulus. buah dada mu yang menonjol ingin sekali ku belai.
Hah ? yang benar saja. Bagaimana bisa dia seberani itu mengatakan nya. Langsung meletakkan tangannya di leher Lila. Lila menggeliat sehingga mereka bisa merasakan nafas masing-masing.
Semakin dekat, semakin nyaman. Tangan Hari semakin tidak tau malu. Tangan pun menjelajah ke gunung kembar Lila. Sehingga Hari bisa merasakan ****** nya menonjol.
Tangan pindah ke pipi lalu menempelkan bibirnya. Terasa panas. Ini ciuman pertama Lila. Masih kaku tentu saja. Tetapi Hari tidak.
Dia memasukkan lidahnya ke mulut Lila dan menggigit bibir bawahnya lembut. Maka terjadilah yang akan terjadi. Lila pun menikmati seperti nya. Ciuman ganas itu berlangsung sekitar 5 menit. wah... aku tak menyangka.
__ADS_1