
sayang Apa? Dia bilang sayang. Huaaaaaaaa kenapa aku merasa jantungku berdetak lebih cepat. Apa sudah waktunya aku untuk menemui tuhan. Bodoh bodoh pikiran macam apa ini.
Tapi ini seriuss. Aku harus memeriksa jantung ku secepatnya. kenapa tiba-tiba dia merespon begitu saat di panggil sayang oleh kecoa tengik ini.
Astagaa kenapa juga gue gak bisa ngomong gini. Ada dengan mulut ku. Benarkah ajal sudah di depan mata?
Ya Tuhan! Aku bahkan belum menyatakan cinta pada kekasih bayangan ku. Tolong!! siapa saja kenapa lidahku juga keluh begini. Kampungan sekali anggota tubuh ku ini. seperti di sengat listrik saja.
Aku mencoba menarik nafas dalam-dalam dan... aku tetap gugup. Apa lagi dia duduk di samping ku. Huaaa berlipat-lipat kecepatan jantung yang harus gue tahan.
"Ngg.. ngg.. ngapain lu duduk disini. Dan oh yah, mama nyuruh buat ke dapur kan. Gue bakal nyusul". Ngucapin ini aja udah kayak ujian sama dosen tatap muka one by one.
Liat bagaimana responnya. Dia senyum. Kecoa tengik ini senyum. kok bisa begitu manis. Huaaa Mataku juga jadi ikut bermasalah ini lama lama.
" Ya udah, mandi gih sana! Aku ke bawah dulu!". Dia sudah berlalu tapi kenapa jantungku masih maraton? sampai deringan keras ponsel ku menyedarkan ku.
Telepon grup. video call dari grup Kos 32 A ceria.
Tanpa ba-bi-bu langsung ku angkat.
" Hai, woyyy apa kabar?" mulai ku.
"Kabar buruk" Lanjut kak putri langsung.
__ADS_1
sekedar informasi nih, di obrolan itu ada kak fani, kak Putri, kak via, kak Nurul, sama Ainun.
Mereka semua adalah komplotan pejuang satu kost ku dulu sebelum akhirnya menempuh jalan masing-masing. Tapi komunikasi di antara kami semua masih tetap terjaga.
"Huaaaa Di, Bg ganda... bang ganda Di....." rengek Ainun yang di buat buat.
cih, dia memang pantas mendapatkan penghargaan akting terbagus sepagi ini.
Aku sebenarnya bingung. Pertama, sepagi ini gak biasanya udah pada ngerumpi aja. Hahaha kalo kami mengadakan video call biasanya ada kabar hot yang harus di bahas jauh secara tuntas no secret hahahah.
kedua, kenapa kak putri bilang ada kabar buruk. Lalu ainun sebutin Abang Ganda. Lelaki yang selalu jadi primadona rebutan kalo datang ke kosan.
"Bang ganda kawinnnn hari ini Di....." Suara kak Nurul yang begitu di buat dramatis. Aku pun tak mau kalah. Jiwa kalem ku akan rontok seketika bila dihadapkan dengan mereka.
"Apa? Apa semua ini mimpi? Aku harap tidak pernah mendengar yang engkau katakan wahai!" Kataku dengan ekspresi wajah yang mendukung dan dengan tangan memegang dada seolah ini memang sesuatu hal yang menyakitkan.
"Kak Fani, ceritakan bagaimana ini. kenapa Calonku bisa lepas?" Kataku
"Emang abgku apaan bisa lepas?" jawabnya enteng.
"Kak fan....?" rengek ku
"Hahaha sabar sabar lah kalian semua, abgku udah di pelaminan. Hahahaha" tawanya puas.
__ADS_1
"Aku sabar fan, aku tau jika bang Ganda memang bukan jodoh mereka" suara kak via tak kalah dramatis bak Dewi yang baru menurunkan hujan setelah sekian lama di tunggu.
Yah, memang cuma kak via yang masih waras di antara kami yang halu.
" masih ada Abang nya si Atifah buat aku kan!" sombong kak Fani.
"Enak aja kamu fan, abg mu gak kamu jangain buat si putri. Tuh liat dia udah jadi perawan tua hahahhaah" ejek kak Nurul.
"Loh kok aku, Didi tuh yang ngefans berat" tolak kak putri tidak terima di Katai perawan tua.
" Aku Sekarang gimana dong? calon aku satu per satu pergi aku ditinggal nikah... huaaaa" curhat Ainun yang mengundang gelak tawa kami di grup.
Hahahahahah percakapan kami pun tidak berhenti disitu. banyak topik yang sebenarnya tidak perlu di bahas menjadi pembahasan dan ajang debat yang Wowo di sana.
Yahhh begitulah memang. Seketika aku menjadi Didi yang rempong halu dan beserta kaum kerabatnya.
kami lupa waktu. Aku sampai lupa untuk turun ke bawah menemuki Papa, mama dan kecoa tengik.
sampai sebuah tangan aku rasakan panas di telinga ku. Mamaku menjewer telinga mulus milkku.
"Aww Mah, awhhhh sakit mahhh sakitttt...." Teriakku gak tahan si jewer mama. Mama udah masuk kamar aku aja. Apa sekarang aku juga gak bisa mendengar suara pintu kamarku yang sudah terbuka. Aku buru buru mematikan obrolan ku di ponsel sebelum jadi trending topik yang akan di bahas.
Aku bakalan di pojokkan nanti jika sempat mereka melihat keadaan ku yang mengenaskan.
__ADS_1
"Kamu yah, Sudah dibilangin cepat turun malah aneh-aneh kamu..." bukan hanya mulut mama yang mengomel, tapi juga tangan mama tidak tinggal diam terus menggelitikiku. Lebih tepatnya sih menggebuki tubuh ku yang gemuk ini.
" Aduh mah aduhh sakittt loh mahh... ahahahah iya iya mahhh... ahahhhhaha Ahhh iya ampun mahhh hahaha...."