Nir Cinta

Nir Cinta
Tolong jangan bahas itu!


__ADS_3

Aku hanya bicara pada diriku sendiri setelah melihat Lila. L I L A.


Tuhan, kesalahan apa yang telah aku perbuat sehingga kau benar-benar menghukum ku sedini ini.


Aku hanya ingin menikmati es krim Tuhan. Makanan kesukaan aku sejak aku mulai berpikir begitu.


Aku bela-belain meninggal kan tempat ternyaman ku hanya untuk membeli es krim,bahkan sekarang seleraku sudah hilang 0,9% untuk menikmati es krim ku.


Aku jadi merindukan tuan guling dan istrinya si bantal kesayangan ku.


Tentu saja,seperti yang kalian bayangkan. Aku akan menyambut Lila sahabatku yang begitu ku rinduuuukannnnnnnnnnnn selama liburan. Aku kan memeluk tubuh imutnya dan menciumi nya.


Cihhhh... aku membuang muka membayang kan itu semua. Tentu saja aku tidak menggubris nya. Memang siapa dia beraninya dia menyapa ku begitu. Melihatnya saja Sudah membuat aku kehilangan selera. Sempat-sempatnya lagi dia bicara di depanku membuat perutku menggial saja. MAU MUNTAH!


Tatapan ku yang dingin tentu saja tidak menyiutkan hatinya untuk segera menjauhiku,malah semakin membuat nya menjadi-jadi. Tapi tak ku hirau kan.

__ADS_1


Aku tetap berjalan bak seorang model ternama di karpet merah,walau aku berhenti sejenak mendengar kan ocehannya tadi yang sungguh tidak ada faedahnya.


Hahahaha...ku lanjutkan perjalanan suciku menuju harta Karun yang begitu ku dambakan.


" Akhirnya sampai juga" kataku dalam hati.


Tanpa pikir panjang aku langsung mengambil apa yang ku inginkan tanpa serakah. Sebab aku tau,dia akan lenyap mencair jika aku mengambil terlalu banyak.


Orang menyebalkan ini pasti tidak akan membiarkan aku menikmati hidup dengan nyaman setelah bertemu dengannya hari ini. hahahahaa...aku malah tertawa geli begitu mengatai sahabatku sendiri.


Lila menarik ujung baju ku dengan sengaja.


"Hei,Didi.... kamu melihat aku kan? Kamu sekarang buta yah? he Didi? apa perlu aku memanggil kan kakakku kesini untuk memeriksa mu?" kata Lila dengan sangat lebay dan alay menurut skala ke alay dan lebay versi ku.


Mataku langsung memandang tajam. Sebenarnya ada dua maksud di balik itu. Mari kuceritakan.

__ADS_1


pertama karna aku tidak suka dia menarik ujung baju ku dan mengatakan aku buta tidak melihat parasit seperti dia. memang nya mataku ini apaan bisa melihat parasit dengan telanjang begini. Horor sekaleeeeeee.


Yang kedua karena, huh hati macam apa ini, bagaimana aku bisa menyukai Abangnya lila, jelas-jelas aku bukan tipenya meski hanya 0,1% pun tidak.


Seorang dokter muda spesialis mata. AZ,biasa kami panggil. pemuda tampan yang sudah menyelesaikan S2 kedokteran spesialis nya di umur yang masih belia. 28 Tahun.


Huuuuu,aku ingin bersanding dengannya di pelaminan tuhan jadikan dia dia jodoh ku.


"Apa sih..." jawabanku ketus.


" Tidak liat apa aku sedang melakukan perjalanan suci mencari harta Karun sudah ku dapat kan. Dan kau menghancurkan nya!!". Tentu saja tidak membuat nyali nya hilang meski sudah ku intimidasi begitu.


" harta Karun apa? itukan hanya sepotong es krim" umpat lila kesal dihatinya.


Huh benar-benar hari yang berat dan menyiksaku. sudah berapa kali kukatakan padanya jangan mengingat kan aku tentang itu.

__ADS_1


Tentang apa? yaaa tentang kakaknya itu. Bisa membuat aku berkhayal seolah aku hidup di masa depan dan menjadi istrinya. Huaaa .. Huaaaaa ... Lila kamu jahat!


__ADS_2