
" Kamu yah, memang. Ih.... Gak ada habis-habisnya kalo udah megang HP Mulu." Cerocos mama.
" Anibadybasweee mama ku yang paling cantikkkk sejagat raya Indonesia ulala hahahaha " Sambil ku peluk nih si Mama. Aku bisa yakin bibir Mama udah monyong aja kalo gak aku peluk. sekarang aku berani bertaruh beras satu muk kalo Mama sedang tersenyum. Hahahahh
"Nata..."
"Iya mah, kenapa hangat yah?.wkwkw"
"Mama sayang sama Nata."
"Nata lebih sayang sama Mama dan Papa. Sehat-sehat yah. Biar bisa liat Nata putri kesayangan kalian menjadi seorang yang berguna di Masa depan" Entah malaikat mana yang membisikkan kalimat indah itu. wow... luar biasa sekali. Aku tau Mama juga tersentuh. Tapii pasti gengsi buat ngakuin, yaelah Mama ku....
"Siapa yang jadiin kamu kesayangan?"
Aku melepaskan pelukanku.
"Aaaa... Mama," Rengek ku.
"Ha ha ha ha Hahhh..." Tawa Mama.
Aku sangat bahagia sekali mendapatkan kedua orang tua seperti mereka ya Allah. Terimakasih banyak atas semuanya.
"Turun yuk Mah, Nata lapar!"
"Kamu sih, masih pagi aja udah sibuk sendiri. siapa tadi? mantu Mama yah?"
__ADS_1
"Teman kosan Mah, yang benar aja Mantu. Mantu Mama itu yang depan Mama, Ji chang Wook. Hahahaha"
Tanpa ba-bi-bu Mama ku langsung saja menoel kepala ku.
"Haluu banget si kamu. Siapa sih yang ngelahirin nya? Hahahah PUSINGGG Mama liat kamu. Kamu Makan sendiri aja gih ke dapur. Kami udah makan tadi"
"Oke Mah! Siap. "
kami pun keluar dari kamar. Berjalan bersama tapi beda tujuan. Aku menuju dapur dan Mama berhenti di Ruang tengah.
***
"Mamaku sayang, Mamaku cantik. Hehehe," cengir ku.
"Kenapa kamu? kesambat apa? Nata gak nelan duri kepala ikan tadi kan? inggak kan? coba Mama periksa? " Tangan Mama langsung aja memegang daguku. Buset dah, Mamaku ini cihayyyy hahaha.
Sepertinya Mama udah mulai curiga nih dengan akal bulusku.
"Loh, sepupuku Jack kemana Mah?" Aku mengalihkan topik. Lebih tepatnya memastikan apakah situasi benar-benar baik. Heran aja gitu, kok ngilang aja tuh kecoa tengik. Tadi aja sibuk banget gangguin aku. Hanya melihat Mama sama Papa di ruang keluarga. Ya, habis makan aku langsung menuju ruang keluarga.
" Biasalah sayang. Sepupumu kan datang kesini untuk sebuah misi. Hehe," cengir Mama.
Syukurlah. Aku benar-benar mengucapkan syukur yang banyak-banyak dalam hati. Girang bukan main hatiku ini.
"Nata mau piknik Mah, sama teman kosan. Tadi mereka yang telpon Nata."
__ADS_1
"Loh, masih pandemi kan Nat?"
"Iya Mah, tapi sekarang udah buka kok Mah. Meskipun harus memenuhi protokol kesehatan yang ketat. Kata pejabat di daerah bukit juga bilang kalo daerah itu tanpa pendaki hampa. Bukin cinta seperti sedang patah hati. Sepi, lengang. Pula perekonomian di daerah itu harus tetap berjalan. Dengan pertimbangan yang matang wisata Bukit cinta RESMI DI BUKA! TITIK ! " jelasku panjang lebar, "boleh ya Mah? please? ya Mah? ya?"
Seperti berpikir matang, Mama bahkan sempat mengerutkan keningnya. Ya Allah kumohon bukakan pintu hati Mama.
"Pa, boleh ya Pah Nata ikut. Nata janji deh bakalan ngikutin protokol kesehatan sesuai yang di wajibkan. Ya Pah? " sekarang giliran ke papa yang di mintai ijin. Sedari tadi Papa cuma mendengarkan sambil membaca koran langganannya. Aku tau pasti, Papa dengar semua. Ya iyalah. Papa kan duduk di sebelahnya Mama. Nah yah aku kasih ilustrasi. Di sofa panjang sebelah kiri Papa, sampingnya Mama baru deh aku. wahahahha.
"Kapan berangkatnya sayang? "
" Akhir pekan Pah, boleh yah. Nata benar butuh refreshing Pah, Mah. Udah suntuk banget nih, ditambah lagi Jack yang selalu gangguin aku. pening!" Aku acak rambutku semoga akting ku bagus.
"Boleh sayang."
"Boleh sayang."
Jawab mereka serempak.
Uhuyyyyy Bukit cinta. Tunggu aku...
Aku langsung menciumi mereka mengucapkan terima kasih banyak.
Lalu, buru-buru menyambar HP untuk memberi kabar pada teman-temanku.
Mulai berbenah.
__ADS_1
Bukit Cinta aku datang.