
**Berhenti lah , aku mohon jangan ada yang saling membunuh, hormati kematian putra ku carlitos, aku mohon turun pistol kalian semua,
Zhan yang melihat paulina mata nya sembab pipi nya basah dengan air mata dia pun menurun kan pistol, mata berair melihat air mata paulina,.
Jeane Androson masih menodong pistol ke arah paulina,
aku tak tahu apa aku mengenal mu atau tidak, apa kau teman masa kecil ku, aku pun tak ingat masa kecil ku seperti apa, apa di masa kecil aku pernah mencintai mu, aku tak tau, kata paulina dan dia pun menyentuh pistol mengarah kan ke dada nya,.
Zhan , leon melihat itu mau bertindak, tetapi paulina menyahut
Jika kau ingin membunuh suami ku, tembak aku dulu, kata Paulina**
Jeane Androson menatap mata bekaca kaca dan menurun kan **senjata,NYA berkata pada paulina
Aku akan membuat mu mengingat nya paulina Martinez, aku akan membawa mu pulang ke negara ku, tidak satu pun bisa melarang ku juga dengan suami mu kata Jeane Androsen winata meninggal kan. Paulina,
Paulina tiba tiba pingsan dan, Zhan menangkap nya tubuh nya,
Dr Williams yang baru datang melihat kejadian itu langsung memeriksa, dia tidak apa, cuma kelelahan , itu dah biasa bagi orang yang lgi hamil kata Williams..
Lagi hamil kata zhan dengan bahgia dan sedih. Karena carlitos meninggal..
Iya selamat dan aku juga turut berduka atas Kematian carlitos
Kediaman Zhan berduka,
Paulina tersadar dari pingsan nya
carlitos teriak terbangun
Zhan yang tertidur di samping nya, pun bangun
Hey kau sudah sadar , tanya Zhan daniel, memegang kedua pipi nya,..
Carlitos Carlitos , di bunuh Zhan kata Paulina dengan air mata membasahi pipi.
Zhan tidak bisa berkata kata, dia hanya memeluk Paulina air mata jatuh ke pipi.
Aku akan melindungi mu dan Lisette, juga anak kita yang ada di perut mu, tukas Zhan dalam hati nya**.
Di mansion
Seorang lagi marah dan membanding smua barang,
mengapa mengapa kau tak mengingat nya paulina Martinez, masa kecil kita, , Kau hanya milikku, kau harus kembali pada ku air mata mengalir di pipi
Zhan daniel Wijaya, selain aku ingin membawa pulang gadis masa kecil. Ku, aku juga ingin membalas kematian adik, sekarang kau merasa kehilangan orang yang kau sayangi, bukan tukas Jeane Androsen winata sambil tertawa. Air mata membasahi pipi
Di apartemen
Huf bisa gila aku mikir ini, bagaimana mungkin aku jadi mata mata di perusahaan, kakak beradik itu yang di kenal kejam , bagaimana aku ketahui, bisa bisa aku di bunuh tubuh di potong , aaaaaaaaa tidak teriak Anna jeoy sambil mengacak rambut nya, terus dia pun menggulung rambut nya, baju kemeja putih, dan celana jeans pendek
Hp nya pun berbunyi, dia pun melihat, no siapa ini, pikir nya
Ya hallo kata Anna jeoy
Hallo nona Anna Joey, saya Thomas asiten nya tuan Zhan daniel Wijaya dari perusahaan x, anda di terima di perusahaan x, besok pagi anda boleh bekerja jelas cowok yang bernama.
Anna Joey hanya diam, mulut susah untuk di gerak,
Hallo nona, apa anda mendengar saya tanya
Iya saya dengar tuan Thomas dengan pelan
Dengan menutup telepon nya
Astaga, aku benar benar dalam bahaya, jika aku gagal nyawa nenek ku yang jadi taruhan nya.
Kediaman Zhan daniel masih di selimut suasana duka.
Leon keluar dari kamar mandi dengan rambut nya basah, melihat jam masih pukul 7.
Anna jeoy kita ketemu lagi, kau akan tau berapa penting nya uang dalam hidup ini,
Aku yakin kau juga sama dengan cwek lain membutuh kan yang pikir leon, dia mengenakan. Jas merah menambah kan ke tampanan nya
Dia pun membuka pintu kamar nya,
Pagi tuan leon sapa pelayan dan bodyguard kakak nya
Pagi, balas Leon dengan datar, di lihat nya paulina sudah di meja makan , sama keponakan lagi makan
Wanita itu memang sayang pada keponakan nya, dia sangat Cantik dengan pakai baju kaus hitam di lapisan guan putih bertali
Paulina yang lagi bicara sama Lisette pun
Memandang kearah Leon, dengan senyum,
Pagi Leon, apa kau akan ke kantor tanya paulina
Iya nih, hmm mana Zhan tanya Leo dengan heran,.
Zhan masih di kamar , sebentar lagi dia turun balas paulina.
Leon pun mencubit pipi Lisette, kau sangat cantik kata Leon .
Lisette hanya senyuman lucu, paman Leon juga sangat tampan , sama dengan ayah kata Lisette dengan polos.
__ADS_1
Leon pun, tersenyum manis, paman Leon yang lebih ganteng dari ayah mu bukan tanua leon..
Dengan senyum
Berhentilah provokasi putri ku leon dengan tajam,
Leon hanya nyingir, kau Tidak ke perusahaan tanya Leon yang melihat zhan
Mungkin nanti aku mau masih ingin bersama istri ku kata Zhan..dengan duduk di samping **Paulina,.
Oke aku akan pergi, ke perusahaan mu Zhan , Thomas bilang pagi ini penerimaan sekretaris , kata Leon,.
Oh ya mengapa kau begitu semangat ke perusahaan ku, tanya Zhan mulut mengunuah makanan,
Aku akan bertemu dengan cewek yang menampar dan menggigit bibir ku kata Leon. Dengan pergi,
Hey kau jangan macam macam di perusahaan ku, teriak Zhan dengan keras.
Leon pun menyahut, iya cerewet meninggal zHan,.
Paulina yang mendengar itu hanya senyum saja, dan melihat di bibir Zhan ada sisa makanan, di bibir Zhan.
Apa kau sedang menggoda ku tanya Zhan ketika tangan paulina menyentuh bibir
Huh siapa yang menggoda mu, itu ada sisa makanan, kau makan nya kayak anak kecil.
Zhan hanya senyum saja, masih kelihatan wajah nya sedih,.Paulina tahu Zhan merasa kehilangan carlitos,
Apa kau sudah selesai makan nya tanya paulina pada Lisette,
Iya ibu , aku sangat kenyang, apa carlitos bersama nenek di surga tanya Lisette dangan polos nya,
Paulina dan Zhan saling padang, dan
Paulina pun membelai, iya carlitos sama nenek, dia bahagia , kamu mandi dulu sama Elina
Elina Elina panggil paulina
Iya nyonya Elina
Kau mandiin Lisette, aku mau bersih kan pakai yang kotor ini kata paulina,
I
ya nyonya, kata Elina dengan membawa Lisette pergi
Paulina mau pergi, Zhan pun menarik tangan nya hingga dia terjatuh di pangkuan Zhan,
Zhan pun memeluk Paulina,
Ada apa dengan mu, aku mau mandi, nanti di lihat para bodyguard mu, jangan di sini kata Paulina pun membalikan tubuh hingga menatap Zhan
Aku hanya ingin memeluk Dan mencium mu, apa kau ingin melakukan lebih tanya Zhan dengan menggoda
Zhan mau mencium bibir paulina tetapi paulina mual, ingin muntah
Perut ku mual seperti mau muntah kata Paulina dan bangkit dari pangkuan Zhan**
,
Zhan pun mengikuti paulina di kamar mandi, dia sangat khawatir, itu pasti pengaruh kehamilan nya, dia pun mendekat memeluk tubuh paulina dari belakang, apa kau baik baik saja tanya Zhan dagu nya ke pundak paulina
Aku baik biak saja, mungkin aku masuk angin kata Paulina dengan mencuci tangan nya.
Zhan pun memegang perut paulina, membelai nya, ada anak kita di dalam perut mu bisik Zhan dengan lembut,
Apa?? Anak kita? Apa aku sedang mengandung tanya paulina dengan membalikan tubuh dengan menatap zhan,
Iya kau sedang mengandung anak ku kata zhan dengan penuh suka cita,.
Lisette akan punya adik, seandai saja carlitos ada pasti akan lengkap kebahgia kita Zhan kata Paulina, mata menatap sedih
Zhan daniel Wijaya memeluk Paulina, carlitos sudah tenang di sana dia pasti memperhatikan kita, tenang lah aku akan melindungi mu, Lisette dan anak ku yang kau kandung bisik Zhan menpererat pelukan nya,
Hp nya pun berbunyi
Dia pun melepaskan pelukan nya,. Menerima
Iya ada apa Thomas tanya Zhan dengan menjau hi paulina yang membersih kan diri nya,
Tuan apa anda ke kantor , bukan kah kita ada pertemuan dengan perusahaan tuan luhan delvano.
Luhan! Bukan itu perusahaan kakak angkat nya yang jadi musuh terbesar.
Mau apa dia mengunjungi perusahaan ku.
Baik lah aku akan kesana, kata zhan
Di perusahaan x
Aduh aku benar terlambat, bakalan di pecat aku, kata Anna dengan berlari lari memasuki halaman perusahaan x yang megah rambut nya di ikat dengan poni sangat cantik. Gaun putih ada motif nya
Karena buru -buru dia tidak melihat jalan. Dan kopi yang di pegang cowok itu tertabrak oleh dia ,
Ya ampun panas nya,, suara cowok
Anna jeoy pun, membersikan , maaf saya tidak sengaja, dan ketika dia melihat ternyata cowok yang pernah dia tampar,
Astaga mati lah aku, ternyata cowok mafia ini, mengapa aku selalu melakukan hal yang memalu kan hadapan nya.
Kau lagi kau lagi,? jika aku selalu sial jika bertemu dengan mu kata Leon dengan emosi
__ADS_1
Sa saya ti. Tidak se sengaja maaf taun kata Anna dengan mengelap ngelap kemeja leon yang tertumpah
Semua yang melihat itu berbisik, cari mati gadis itu, baru masuk kerja sudah melakukan kesalahan
Thomas yang dari tadi menprhatikan hanya diam saja, apa yang akan terjadi dengan gadis itu , apa aku harus melaporkan pada tuan Zhan ya
Maaf?? Apa dengan kata maaf, semua masalah bisa selesai tanya leon. Dengan kesal.
Terus apa yang saya lakukan, tanya Anna.
Kau ikut aku kata Leon dengan menarik tangan, Anna Joey
Memang nya kau mau bawa kemana tanya Anna Joey denga Takut ,
Pintu di buka dan Leon pun mendorong tubuh ke sopa Anna pun terjatuh di sopa,
Dan Leon membuka baju kemeja yang kotor sambil memandangi Anna Joey.
Ka kau mau apa , mengapa ka kau buka baju tanya. Anna dengan takut
Leo melempar kan baju kemeja itu pada Anna jeoy , kau cuci baju ku sampai bersih, ? Kau tahu harga baju ini tidak bisa kau bayar dengan tubuh mu kata Leon mulut nya tajam
Di mansion
Apa yang terjadi dengan gadis itu, apa dia ketahuan, oleh leon kalau kita memasang alat sedap percakapan di baju gadis, mengapa ada kata buka baju, apa yang meraka tuan lakukan kata arga lin , yang lagi mantau
Apa kau tak bisa diam, mana aku tahu mereka lagi ngapain bentak Jeane
Arga lin hanya dia dan mendengar percakapan leon Dan Anna Joey si mata mata
Aku benar benar tidak sengaja , aku akan mengganti nya dengan gaji ku, aku kesini mau menemui tuan Zhan daniel Wijaya, dia menerima aku sebagai sekretaris nya,,. Jelas Anna yang menduduk kan kepala nya,
Leon pun yang menatap dan ketawa, kau mau mengganti dengan gaji mu tapi aku tak peduli, kau ingat waktu pertama kali kita ketemu apa yang kau lakukan pada ku, kau sudah berani menampar ku, dan mengigit ku dan sekarang kau menumpah kan aku kopi , kau benar membuat ku hilang kesabaran kata Leon. Menatap dengan tajam dan dingin,
A aku menampar ku karena aku berlaku kurang ajar pada ku, mencium ku, itu ciuman pertama ku , kau merebut nya dengan paksa bela Anna.
Oh iya bagai mana aku mencium mu lagi sebagai ganti rugi kata leon dengan mendekati Anna Joey
Ka kau jangan mendekat, aku akan berteriak ancam Anna Joey,
Mau teriak silah kan saja ruang ku ini ,penuh dengan penyedap suara, jadi kau mau berteriak g akan ada yang dengar, tukas leon makin dekat.
Di luar ruang,
Andrew , berdiri di depan ruang, sambil membawa baju, untuk tuan nya. Mau masuk ga jadi. Malah memasang telinga, apa yang terjadi dengan gadis itu, apa tuan leon lagi bersenang senang bagaimana dengan tuan Zhan daniel Wijaya kalau tahu pikir Andrew mondar mandir
Thomas yang melihat itu,. Apa kau tak capek mondar mandir di depan pintu tuan mu, pusing aku lihat nya kata
Thomas yang lagi duduk sambil melihat berkas laporan
Huh aku yang mondar mandir mengapa kau yang pusing
Pada kemana leon mengapa tidak ke ruang ku, apa sekretaris yang nama Anna Joey itu sudah datang, lebih baik aku keluar mencari nya, pintu di buka dan
.
Memandang kearah pintu ruang leon, sedang apa mereka berdua, pikir Zhan.
Sedang apa kalian, apa kalian aku gaji hanya untuk mengunping. Orang tanya Zhan.
Thomas dan Andrew pun kaget dan memandang zhan yang berkaca pinggang..
Apa yng kalian lakukan , di depan ruang Leon, tanya Zhan dengan selediki apa tuan mu Lagi menebar pesona pada sekretaris baru itu tanya Zhan pada Andrew yang di tanya hanya diam menundukan kepala
Thomas apa yang terjadi, tanya Zhan
Itu tuan, tuan Leon lagi marah sama sekretaris yang nama Anna karena baju tertumpa kopi jelas Thomas.
ZHAN menarik napas dan membuka pintu,. Dia melihat bertelanjang dada, lagi menatap Anna jeoy,
Leon pun kesal tanpa melihat siapa yang buka
**hey Andrew apa kau tak bisa mengetuk pintu
Kau tunggu pasti aku menghukum mu nanti setelah aku bersenang senang dulu. Kata loen
Sedang apa kau,? ini kantor ku, bukan hotel leon**, kata zhan dengan dingin
Leon pun terkejut dan bangkit sambil nyengir
Iya aku tahu ini kantor mu,? Aku hanya memberi hukuman. Pada gadis ini karena menumpah kan kopi ke baju ku, aku lagi nunggu Andrew mengambil baju ke perusahaan ku jawab leon, dengan datar
Andrew langsung masuk dan menyerahkan baju nya
Tuan ini baju yang kau minta kata Andrew dengan ketakutan
Gadis itu pun berdiri dia takut, hampir saja ketahuan, alat itu ada di pakai ku untung , tuan Zhan datang, kalau tidak bisa mati aku , Anna Joey memandang kearah cowok berkemeja putih sangat ganteng, wibawa, elegan tapi angkuh dan sombong, Anna Joey kagum melihat ketampan tuan Zhan , di banding tuan Zhan tidak genit, terkesan dingin sama cwek tidak si mesum itu baru kenal saja sudah mencium ku
Leon pun mengenakan jas bermotif dan zhan meninggal kan leon dan di ikuti Thomas dan Anna joey, Anna Joey mengumpulkan keberanian untuk bertanya pada cowok berwajah ganteng tinggi 1,78m dan dia pun bersuara
MA maaf apa anda tuan zahan daniel, kemarin saya di minta datang ke sini tanya Anna Joey pelan, ada perasaan takut,
Iya, saya sudah menerima anda sebagai sekretaris , leon adek saya, jadi anda berkerja di perusahaan adik saya, masalah itu kamu bisa menanyakan kepada leon. Kata zhan Dengan tegas dan dingin,
Terlihat perubahan dari wajah Anna Joey, mengapa sa. Saya menjadi sekretaris tu tuan Leon., sa saya me melamar ke perusahaan x dan se bagai sekretaris A anda tuan. Balas Anna Joey.
Zhan melirik ke Thomas, Thomas pun langsung, menyahut, mungkin saya lupa memberitahukan kepada anda, yang membutuhkan kan sekretaris, tuan loen, bukan tuan Zhan kata Thomas.
Anna jeoy hanya diam saja menjadi sekretaris si cowok mesum itu sangat menakut kan, tadi saja hampr ketahuan ada alat penyedap suara ,untung kakak nya si mesum , kalau ke tahuan bisa mati dia, Nona Anna kau harus mencari kelemahan Zhan atau leon ,kata suara itu,
Anna jeoy hanya diam saja, kau harus menjalan kan tugas dengan baik.. Kalau tidak nyawa nenek mu jdi taruhan . Jangan sampai mereka tahu kau mata mata tuan Jeane Androsen paham kata suara itu. Alat penyedap suara itu berasal dari anting nya
__ADS_1
Bersambung episode 'mencari titik lemah