
Di Mansion wijaya
PRANGGGGGGG…
Terdengar suara pecahan sebuah benda dari sebuah kamar mewah berdesign klasik. Tampak beberapa pelayan menghampiri pintu kamar itu, namun tidak satupun dari mereka memiliki keberanian untuk membuka pintu kamar tersebut.
“Ada apa ini? Kenapa kalian hanya berdiri disitu?” tanya kepala pelayan pada mereka.
“ tuan hery kami tidak berani masuk ke dalam kamar tuan muda. Tuan muda mengamuk tuan” jawab salah seorang pelayan tersebut.
Tn. Hery merupakan seorang kepala pelayan di mansion zhan . Hery wook adalah nama lengkap kepala pelayan tersebut. Dia telah mengabdi pada sebuah keluarga besar selama 30 tahun. Satu tahun yang lalu hery diminta tuan besarnya menjadi kepala pelayan di rumah tuan mudanya, sebelum meninggal tuan Besar menyuruh laki tua mengurus zhan.
“Baiklah, aku yang akan masuk melihat keadaan tuan muda. Kalian pergilah dulu! kalian akan kupanggil kalau membutuhkan bantuan”
Baik Tn. Hery kami permisi dulu”
Para pelayan pun bergegas meninggalkan tempat tersebut.
“Tuan muda, apa yang harus saya lakukan agar anda kembali seperti dulu?” itulah pertanyaan yang dilontarkan Tuan hery lebih ditujukan pada dirinya sendiri, dia sangat bingung melihattuan mudanya itu.
Semenjak kecelakan menimpah nyonya paulina, tuan nya, keadaan sangat prihatin kan
Ada apa tuan hery tanya Thomas yang baru pulang, dari suatu tempat
Tuan zhan mengamuk, ayo kita lihat kata hery
Thomas mengetuk pintu nya
TOK….TOK….TOK ….”
Boleh saya masuk tuan muda?”
“……..” tidak ada jawaban dari dalam, Tn. Hery dan thomas memberanikan dirinya masuk untuk mengetaui keadaan tuan mudanya.
Tn. Hery dan Thomas menggelengkan kepala melihat pemandangan di depannya.Bantal berserakan dimana-mana, kasur sudah tidak berbentuk, botol-botol vodka berserakan, ada yang pecah dan ada juga isinya dibiarkan mengalir begitu saja.Tn. Hery dan Thomas saling memandang dan Thomas membulatkan matanya saat pandangannya tertuju pada zhan yang tergeletak dengan tangan kiri bersimbah darah.
Kepala pelayan hery cepat kita bawa kerumah sakit !!!!!” teriakan Thomas
“ba_baik kata hery agak gugup
Di rumah sakit wijaya
Dokter Williams bergegesan masuk keruanh inap zhan daniel wijaya
Tampak Thomas di samping Tn. Hery mondar mandir kebingungan.
“Apa kau tak bisa diam., berhenti lah mondar mandir. Di depan ku, aku tak bisa konsentrasi memeriksa tuan mu kata dr Williams dengan kesal
“Saya bingung dokter Williams .Tuan muda tidak bisa melupakan gadis itu. Dan tak mau menerima kematian nyonya paulina Tampaknya tuan muda sangat mencintainya, tuan yakin nyonya paulina masih hidup, tunggu saya akan menelepon tuan leon , dan nyonya estefenia
“ dr Williams memeriksa, " luka sudah di obati nanti juga pulih, aku tak pernah melihat zhan seperti ini, aku akan mencoba mencari jalan keluar nya kata dr Williams dengan menatap zhan sahabat nya
“, aku tau itu. Aku mempunyai rencana untuk mengenal kan ,zhan dengan seorang wanita , siapa tahu suka kata dr Williams
“Apa kau yakin?Tidakkah kau tau kalau hati a hanya terisi oleh nyonya paulina balas Thomas
“ aku sangat yakin. Gadis itu yang akan aku pilihkan ini memiliki kepribadian unik, dia juga gadis yang baik, dia adik ku Thomas
“ Aku baru kau mempunyai adik kata Thomas
Zhan membuka mata nya " memandang sekeliling
" syukura lah kau sudah sadar zahn , apa yang kau lakukan, sungguh membuat ku tak percaya, seorang presdir yang di takut melakukan hal yang bodoh kata Williams dengan kesal
Paulina masih hidup, walaupun polisi mengatakan kalau dia sudah mati dengan wajah yang tak di kenali, itu bukan mayat paulina Williams kata Zhan dengan pelan
__ADS_1
“
Zhan, kau harus bangkit, dari keterpurukan, kau masih mempunyai lisette dia sangat membutuhkan mu jika seperti siapa yang akan
Melindungi nya kata dr Williams
Pintu rumah sakit di buka
Ayah panggil seorang anak kecil berusia 4 tahun
Zhan , Williams. Dan Thomas menoleh, di samping nya ada Leon dan tanaya
Zhan tersenyum sambil memeluk lisette
"hei putri ayah , ayah kangen pada mu kata Zhan dengan memeluk
Ibu kemana ayah, lisette dengar kalau ibu sudah meninggal , ibu ada sama Carlos dan nenek ya ayah tanya lisette dengan polos
Zhan memeluk lisette " ibu lagi pergi, dia pasti akan kembali ke kita kata Zhan dengan pelan
At Incheon airport
Tampak seorang cewek muda belia nan cantik berjalan menarik kedua kopernya keluar bandara. Cewek dengan penampilan yang sedikit tomboy memakai topi dengan rambut di urai memakai jas berwarna biru dipadu padankan dengan celana yang juga berwarna biru terlihat menoleh kanan kiri mencari orang yang akan menjemputnya
Maaf apa anda nona clara, saya asisten tuan Williams, kakak kata asisten dokter Williams
Iya, apa kakak ku menyuruh menjemput ku tanya clara
Iya nona, mari nona kita kerumah sakit wijayah
Mobil mewah berjalan. Men
Sementara di ruang vip rumah sakit
Matahari telah terbenam saat zhan menyusuri lorong rumah sakit, terbayang saat dia bersama paulina
“paulina …” berbagai macam emosi tertuang dalam nama yang zhan ucapkan. Matanya tak beranjak dari sosok yang sangat dia rindukan. Orang bilang, ketika seseorang dekat dengan kematian mereka dapat melihat orang-orang yang telah meninggal. Mungkinkah itu yang sedang zhan alami? Sosok itu terlalu nyata. di atas sana, zhan melihat dia memeluk cewek berwajah cantik yang bingung
"
kau baik-baik saja?” Akhirnya zhan menoleh pada sosok Davies yang entah sejak kapan telah berdiri di sampingnya.
“paulina masih hidup.” Kalimat itu terucap dari bibir zhan sebagai sebuah pernyataan. Dia seperti memeluk paulina.
Cewek yang di peluk zhan hanya menatap bingung, memperhatikan cowok berwajah ganteng itu membuat dia terpesona
Maaf tuan saya bukan gadis yang anda maksud kata clara melepas pelukan,, zhan
Ekspresi wajah Williams berubah
“Apa yang kau katakan? Paulina sudah meninggal tenang kan diri mu
“Tidak, apa kau buta ini yang aku peluk .” zhan tetap bersikukuh.
Kau imajinasi zhan, yang kau peluk bukan paulina, dia adik ku kata Williams
“Kau mungkin sedang sangat merindukannya, itulah sebabnya kau melihat bayangannya.” Williams memberi alasan logis namun .
“Aku akan memastikan sendiri, apakah itu nyata atau sekedar khayalanku saja.” aku akan tetap mencari nya, aku yakin itu bukan mayat paulina yang terbakar itu. Zhan. jongkok
Kau harus melupakan zhan, paulina dah tiada kata Williams
Ayo kita ke kambali ke ruangan mu ,
Sementara di American
Di perusahaan jean
__ADS_1
Apa, perushaan, zhan ingin berkerja sama dengan kita kata jeane dengan kaget
Iya tuan, dia mengeluar kan berita untuk menutup kematian istri nya, hingga berita ini menjadi tranding, dan perusahaan kita saham. Nya naik
Bagus kalau begitu, kita harus menyambut kedatangan zhan daniel wijaya dengan berapa bodyguart kata jaane
Tuan menerut info presdir zhan, depresi, dia memotong urat nadi nya kata asisten jeane
Jeane tersenyum, bahagia " sulit di percaya seorang, zhan yang di takuti, di kejam dan sadis melakukan bunuh diri, karena cewek
Terbit kan berita nya aku yakin zhan pasti akan jadi bahan omongan seluruh dunia kata jeane dengan senyum
Kau akan hancur zhan daniel wijaya, apa lagi saat kau tahu, paulina masih hidup, dan mendengar kalau paulina telah jadi istri ku , kata jeane dengan senyum
Sementara di mansion jeane
Seorang cewek berambut panjang warna coklat lagi duduk paulina di mansion terlihat tak tenang..dan saat mendengar suara mobil,jeane
Paulina mengintip dari balik pintu.
Paulina melihat jeane turun dari mobil dan melihat para bodyguart membungkuk kan badan
Paulina buru-buru lari ke dalam mansion …pura-pura menonton TV.
Sudah pulang? Tanya paulina yang perut agak membuncit kandung sudah 3bulan
..
Belum tidur. Itu tidak baik untuk bayi yang di dalam Perut mu sayang kata jeane dengan duduk di samping paulina, dia mendekati wajah ke perut paulina, dan mengecup perut paulina
"malam jagoan dady , kamu tak membuat mom susah kan kata jeane dengan pelan ,
Aduh, kata paulina dengan memegang perut nya
Ada apa apa kau mual , ingin muntah tanya jeane dengan khawatir
Tidak, dia menendang perut ku, kata paulina pelan
Jeane mengelus perut paulina tangan nya merangkul pundak paulina, wajah sangat dekat,
Jeane mencium bibir paulina
n mencium bibir paulina , ciuman lembut , berubah ciuman mendalam. , jeane memperdalam ciuman nya memainkan lida nya
Melihat paulina kehabisan napas , jeane melepas ciuman nya bibir menyelusuri leher paulina. yang putih menjilat dan menghisap dengan lembut meninggal kan tanda kissmark
Tangan jeane ingin membuka kancing baju paulina, paulina menahan, tangan jeane "maaf aku belum siap untuk melakukan lebih walaupun kita suami istri entah mengapa aku belum siap kata paulina dengan bingung.
Jeane menghentikan, dia membuka dasi Nya
Apa kau marah tanya paulina dengan pelan
Tidak , aku kan menunggu nya sampai kau siap. Aku mau mandi dulu kau tidur lah Kata jeane dengan mencium kening paulina.
Paulina membaring kan tubuh nya dan tertidur ,
Jeane keluar dari kamar mandi, dan mendekati paulina yang tertidur, dan duduk di tepi ranjang
Menatap paulina yang tertidur pulas, "maaf kan aku, memaksa mu untuk tinggal di sisi ku, aku tak tahu entah sampai kapan obat penghilang ingatan itu bertahan pada paulina, aku hanya ingin kau berada di sisi ku untuk selamanya kata jeane menyentuh pipi paulina, bibir paulina, dan mencium nya , paulina mengeliat karena ada yang mencium nya.
Jeane berbaring di samping paulina yang membekangi dia tidur, jeane memeluk paulina, mengelus perut paulina,
Paulina membalik tubuh menghadap jeane,
"bisa kah kamu tak menyentuh ku kata paulina dengan melotot mata ke jeane
Yaya baik lah aku tak akan menyentuh mu, kata jean dengan senyum
Paulina memejam kan mata nya dan tertidur,
Jeane menatap wajah paulina yang tertidur
__ADS_1
Pelan mata jeane terpejam.
Bersambung Saksikan episode selanjutnya