Not A Wedding Dream

Not A Wedding Dream
PTC 3


__ADS_3

"Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah ramadhani dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"


"Sah?"


"SAH!"


"Alhamdulillah!"


Setelah itu doa-doa pun dipanjatkan, Aisyah tak sanggup menahan air mata bahagianya.


Seluruh tamu undangan juga turut mendoakan hari bahagia Aisyah, Karin dan Zahra juga sudah tak sanggup menahan air mata mereka.


Saat memanjatkan doa kepada-Nya tak sengaja ia menumpahkan bulir kristal bening dari pelupuk matanya.


2 jam berjalan begitu cepat, sekarang Aisyah dan Khalid beserta 300 tamu undangan sedang berada disalah satu aula hotel bintang lima.


Awalnya mereka ingin melaksanakan pernikahan secara sederhana saja, namun Zahra memaksa untuk menggelar resepsi juga karena pernikahan ini terjadi sekali seumur hidup dan setidaknya harus diadakan secara meriah.


Aisyah tampak anggun dengan gaun putih yang mengembang dibawahnya. Sedangkan Khalid terlihat begitu tampan dalam balutan Tuxedo hitam miliknya.


Suasana pernikahan dipenuhi dengan konsep simple elegan, dengan nuansa putih menambah kesan bersih dan damai saat itu.


"Aamiin" Semua orang mengaminkan doa yang sudah dipanjatkan, dilanjutkan prosesi pemakaian cincin.


Zahra meraih kotak bludru merah berbentuk hati dari atas meja akad. Kemudian Zahra membukanya dan menyerahkan keantara Aisyah dan Khalid.


Betapa groginya Aisyah saat gilirannya yang memakaikan cincin pada khalid. Tangan Aisyah bergetar, darahnya berdesir kuat.


"Bismillah." Tangan Aisyah berhasil memakaikan cincin di jari manis Khalid.


Namun, saat giliran Khalid yang memakaikan cincin padanya, ia tak melihat sedikitpun keraguan dibenak hati Khalid. Khalid memakaikan dengan begitu lancar tanpa hambatan apapun, tidak seperti Aisyah.


Entahlah hal itu suatu hal yang harus Aisyah syukuri atau ia harus melakukan yang sebaliknya saat ia melihat Khalid yang tak mencium Keningnya.


Aisyah memaklumi sebab pengarah acara tiba-tiba menuntun mereka untuk menjalani proses selanjutnya.


Setelah selesai ijab qabul di meja akad, Aisyah dan Khalid dituntun untuk menuju pelaminan karena acara akad bersambung dengan resepsi.


Sejak awal prosesi pernikahan hingga sekarang Aisyah tidak berani untuk bertegur dengan Khalid, Khalid juga tak berinisiatif sama sekali untuk berbicara dengan Aisyah padahal mereka sudah sah menjadi pasangan suami-istri.


Saat barisan tamu yang bersalaman, dari jauh Aisyah melihat Nabila teman satu-satunya. Nabila terlihat begitu cantik dengan balutan gamis krim dan tatanan hijab coklat susu.


Dari jauh pula ia dapat melihat Nabila yang tersenyum riang gembira kearahnya.


"Aaaaaa!! selamat ya Ai!" teriak Nabila pelan pada Aisyah sahabatnya yang sudah resmi menjadi seorang istri.


"Iya..Makasih ya!" gumam Aisyah yang turut tersenyum.


Setelah itu Nabila lansung berlalu, karena tidak mungkin ia berlama lama sebab tamu yang lain juga ingin bersalaman dengan pengantin.


Sesekali Aisyah mencuri pandang pada Khalid yang berdiri tepat di sampingnya, tak henti-henti Aisyah mengucap syukur karena telah disandingkan dengan seseorang yang sangat ia cintai.


Khalid menerawang seluruh penjuru Aula hotel untuk mencari seseorang, sedari tadi hatinya tidak karuan jika tidak melihat orang tersebut.


"Ck!" decaknya pelan saat ia tak menemukan orang yang dicari.

__ADS_1


Sambil bersalaman dengan tamu, matanya terus menyapu segala arah untuk mencari orang tersebut.


1 jam berlalu sudah, Tetamu juga sudah mulai surut dan memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


hanya tersisa sekitar tujuh puluh orang saja mungkin disini, Khalid dan Aisyah duduk dipelaminan, badan mereka terasa remuk karena berdiri dengan waktu yang sangat lama.


Tak sempat menikmati apapun juga turut melengkapi kelelahan mereka saat itu, "kalian belum makan kan?"


Aisyah dan Khalid mendongakkan pandangan mereka dan menemukan Zahra yang membawa sebuah nampan.


"Iya bunda." Jawab Aisyah yang segera berdiri untuk menghormati mertuanya tersebut.


"Nih makan dulu ya syah, Khalid kamu makan jugak ya nak!"


Khalid duduk tegak "iya ma!" Jawab Khalid.


Aisyah mengambil 2 piring makanan tersebut, "ini kak!" Aisyah memberikan satu piring berisi makanan tersebut kepada Khalid.


"Terimakasih Aisyah!"


Deg!


"Sa-sama sama kak!"


Aisyah kembali duduk dan menikmati santap sorenya.


Khalid juga melahap makanan yang tersedia tersebut, hingga sebuah suara meminimalisir rasa laparnya.


"Khalid!"


Wanita yang bernama Azzura tersebut tersenyum saat Khalid mengucap namanya.


"Selamat ya buat kamu!" Ucapnya, "maaf telat banget aku datang..."


"Ngak apa-apa kok!" Khalid sigap bangkit untuk berdiri, tak lupa piring makanannya ia taruh di pelaminan tadi.


Aisyah memandang hal didepan matanya tersebut, mungkin itu sahabat Khalid atau saudara Khalid. Tak terbesit pikiran yang tidak tidak pada Khalid oleh Aisyah.


"Hai Aisyah!" sapa Azzura pada Aisyah yang sedang memandang mereka.


Aisyah juga turut berdiri, "Hai jugak."


"Selamat ya Aisyah, semoga langgeng!"


"Iya makasih"


Khalid tersenyum kearah Azzura "Azzura, kamu makan dulu gih, masih banyak makananyannya kok!"


"Haha, ngak apa apa lid, aku mau izin lansung balik ya!"


"Secepat ini?" Khalid mengernyitkan dahinya.


"Lah trus? " Azzura tertawa pelan memandang Khalid.


Aisyah menatap lekat ekspresi dan kesan Khalid saat bersama Azzura, namun ia mencoba menepis pikiran yang tidak-tidak dari kepalanya.

__ADS_1


Dia mencoba berpikir positif dan turut memaklumi keadaan Khalid yang mungkin juga masih terkejut dengan pernikahan secara mendadak ini.


"Aisyah, aku izin balik ya."


"Eh, iya kak!" Aisyah terkesiap saat tiba-tiba Azzura memegang tangannya.


Setelah itu Azzura pun pergi dari ruang Aula tersebut, sebelumnya Aisyah tidak pernah melihat atau mengenal Azzura.


Tapi, dari tampilannya Azzura, Aisyah bisa menilai bahwa dia wanita yang baik dan sopan juga berpendidikan tinggi.


Khalid kembali duduk di kursi pelaminan diikuti dengan Aisyah juga.


Setelah kepergian Azzura tadi, Aisyah merasa agak Awkward, walau biasanya ia juga merasa canggung namun entah kenapa kehadiran singkat Azzura tadi menciptakan suasana yang semakin berat diantara keduanya.


Aisyah masih belum berani untuk berbicara dengan Khalid, masih sama juga, Khalid juga tidak berbicara dengan Aisyah.


Aisyah mengangkat pandangannya melihat Tetamu undangan yang tersisa sekitar 20 orang saja, ia sangat yakin bahwa itu keluarga terdekatnya.


"Eh, anak mama lansung istirahat dikamar hotel ya, kalian capek kan?" Karin datang dengan masih memakai balutan gaun putih miliknya.


"Eh iya tante!" Khalid bangkit dan tersenyum kearah Karin.


"Eh kok manggil tante sih?"


"Eh mama maksud Khalid!" Cengir Khalid yang membuat hati Aisyah menghangat melihat keakrabannya dengan Karin.


"Yasudah, sekarang kalian lansung menuju kamar hotel ya!"


"Ok ma!" Jawab Khalid.


Dilorong hotel.


Aisyah mengikuti Khalid dari belakang, Khalid berjalan pelan dengan maksud agar Aisyah tak ketinggalan dengan gaunnya yang tampak ribet itu.


Aisyah mengangkat wajahnya menatap bahu lebar Khalid.


Sekarang ia memberanikan diri untuk membuka percakapan dengan Khalid.


"Kak!"


"Iya!" jawab Khalid tanpa memalingkan wajahnya kebelakang dan terus melangkah.


Aisyah menelan ludah dan melanjutkan ucapannya.


"A-azzura tadi siapa ya?"


"Mantan aku!"


Deg!


Deg!


--------


jangan lupa like, vote dan komennya :)

__ADS_1


Instagram: shinta_fahira29


__ADS_2