
"Apa ini kak?" Aisyah melihat Khalid meletakkan sebuah amplop besar yang mungkin saja berisi sebuah surat yang diletakkan di dashboard mobil.
Aisyah tak mendengar jawaban dari Khalid, lantas ia pun memalingkan wajahnya hendak melihat pria yang baru saja meletakkan amplop tersebut didepannya.
Ada rasa ingin mengucapkan nama Khalid, tetapi Aisyah mengurungkannya. Setelah mampir sebentar dirumah orang tua mereka lansung menuju apartment milik Khalid.
Dari tadi tidak ada sama sekali pembicaraan antara keduanya. Khalid fokus menyetir sedangkan Aisyah hanya duduk manis dikursi mobil disebelah Khalid.
Saat menyerahkan amplop saja Khalid tak berbicara, ia lansung meletakkan begitu saja tanpa sepatah kata apapun.
Aisyah meraih amplop tersebut dengan tangan kanannya. Saat tangannya menyentuh permukaan amplop tiba-tiba mobil sudah berhenti.
Aisyah mengernyitkan dahinya. Kemudian ia melihat kesamping, Khalid membuka pintu mobil tanpa menutup kembali.
Aisyah memperhatikan pergerakan Khalid yang seperti menenteng sesuatu kemudian pria tersebut menuju ke ujung trotoar yang tak jauh dari mobilnya berhenti.
Rasa penasaran pun membenak dihati Aisyah, apalagi Khalid sama sekali tak memberitahu pada Aisyah tentang apa yang akan dia lakukan.
Jarak antara Khalid dan mobil mungkin sudah sekitar 10 meter. Ternyata Khalid berjalan mendekat pada pemulung yang sudah tua renta sambil mendorong gerobaknya.
Mata Aisyah menangkap Khalid yang memberikan sebotol air mineral dan sebuah box makanan yang ditaruh dalam plastik transparan.
Aisyah tertegun melihat pemandangan yang menyejukkan hati tersebut. Aisyah masih dengan posisi yang sama, kepala memutar memandang Khalid dan pemulung tersebut.
Lagi, Aisyah melihat senyum Khalid. Senyum menawan yang entah kapan terakhir kali dia lihat.
Tak lama, Khalid kembali berlari pelan menuju mobil setelah pamit pada pemulung renta tersebut.
Aisyah membuang pandangannya ke jendela mobil. Entah kenapa, matanya seakan-akan ingin menangis saat mengulang kejadian beberapa detik yang lalu.
Sekali lagi ia sangat bersyukur bisa disandingkan dengan seorang pria seperti Khalid. Sempurna rupanya, sempurna pula akhlaknya.
Blakk!
Suara pintu mobil yang ditutup kembali. Setelah itu mobil kembali melaju dengan kecepatan sedang, berjalan ditengah-tengah suasana lenggang para pengendara.
...
Jam menunjukkan pukul 11:20 dan mereka baru saja sampai di apartment Khalid. Saat ini Khalid dan Aisyah berada di lift.
Seperti tadi, tak ada pembicaraan sama sekali antara mereka. Sedari keluar dari mobil Khalid yang menggerek koper Aisyah dan terlihat sibuk dengan ponsel miliknya.
Sedangkan Aisyah mengekor Khalid dibelakang. "Argh!!" Khalid mengacak rambutnya frustasi, hal tersebut membuat Aisyah melihat kearahnya.
"Kenapa kak?" tanya Aisyah lembut.
"Kerjaan saya numpuk, sebentar lagi saya harus kekantor segera." jawab Khalid tanpa melihat kearah wanita disebelahnya.
__ADS_1
Ting.
Lift berhenti di lantai 9, tepat dilantai apartment Khalid berada.
Lift terbuka, Khalid lansung keluar dengan mata yang enggan lepas dari benda pipih ditangannya.
Aisyah mencoba memaklumi Khalid yang terlihat frustasi. Menurut informasi yang ia dapat, Khalid tidak pernah ambil libur saat bekerja, seorang yang disiplin dan sangat bertanggung jawab.
Aisyah kembali berjalan dibelakang Khalid. Matanya memandang sepatu flatshoes yang sedang ia pakai.
Pikirannya tertuju pada hari-hari yang akan ia lalui bersama Khalid. Apakah dia akan sebahagia Adara dan Evan dalam novel karya Arashintara yang selalu ia baca di mangatoon?
Entahlah, Aisyah sangat mengharapkan waktu itu tiba sesegera mungkin. Aisyah tidak munafik, temannya juga sudah banyak yang menikah dan ia suka mendengar ceritaa-cerita bahagia mereka.
Tapi, apakah hal itu tidak berlaku pada Aisyah? pernikahan ini sudah berjalan 2 hari namun Aisyah belum merasakan itu sama sekali.
Bruk!
"Aw." Ringis Aisyah yang menabrak punggung Khalid. "Kenapa berhenti kak?" Tanya Aisyah polos pada Khalid yang lansung membalikkan badannya.
"Kita udah sampai." Khalid memandang Aisyah yang mengiyakan jawabannya. Dan mereka memang sudah sampai, tepatnya di pintu paling pojok.
Pria dihadapan Aisyah merogoh saku celana hendak mengambil sesuatu.
Drrtt! drtt!
Aktivitas tersebut berhenti saat ponsel Khalid berbunyi.
Khalid melangkah agak menjauh, mungkin agar sinyalnya lancar atau apalah yang membuat Khalid berjalan agak menjauh.
Khalid berbicara agak lama dengan orang seberang melalui ponselnya, Aisyah tak tau pasti apa yang dibicarakan oleh Khalid tetapi yang pasti tentang pekerjaan, karena beberapa kali Aisyah mendengar kata-kata yang berhubungan dengan pekerjaan.
Aisyah bersandar pada dinding apartment menunggu aktivitas Khalid yang belum selesai juga.
Aisyah melihat ke sekeliling dirinya, hanya lorong yang penuh dengan apartment pada umumnya.
Khalid berjalan menuju kedekat Aisyah dengan masih berbicara pada ponselnya.
"Iya mi. 15 menit lagi udah pasti disana kok." Khalid berbicara dengan temannya sambil merogoh saku.
"Iya, iya ini lagi ke kantor kok"
Khalid menyodorkan sebuah kartu kecil pada Aisyah, tepatnya kartu kunci pintu apartment.
Khalid memberikan kode pada Aisyah untuk masuk duluan, kemudian Khalid juga memberikan pegangan koper pada Aisyah.
"Saya ke kantor dulu. Assalamualaikum!"
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban Aisyah yang masih terdiam, Khalid lansung berjalan menuju lift kembali dengan ponsel yang masih menempel di telinganya.
"Waalaikumsalam."
...
Aisyah terpana melihat interior apartment milik Khalid. Sangat pas dengan warna favoritnya, nuansa abu-abu dan putih.
Cukup luas rasanya jika Khalid gunakan sendiri. Jendela dihadapan dan samping Aisyah menambah kesan luas dan segar dalam ruangan tersebut.
Ruangan tv dan ruang tamu menyatu. Kemudian ada lorong kecil yang Aisyah pikir itu adalah lorong menuju dapur.
Ting!
Suara notifikasi ponsel Aisyah membuyarkan aktivitas melihat-lihat apartment nya.
Unknown number: kalo kamu mau istirahat lansung istirahat aja, kamarnya saya yang ada gantungan. Saya pulang malam.
"Kak khalid, kayaknya ini emang nomor kak Khalid deh. Tapi kapan ya dapat nomor aku?"
Aisyah mencoba menerka-nerka dari pertanyaan yang sedang ia tanyakan. Sebelumnya mereka tak pernah bertegur sapa.
"Hm. Entahlah." Aisyah kembali menaruh ponsel miliknya kedalam tas.
Suara gerekan koper pun sangat mendominasi ruangan saat itu. "Eh kayaknya itu deh kamarnya."
Aisyah berjalan menuju kamar yang seperti Khalid sebutkan. Kamar dengan pintu yang terdapat gantungan kunci didepannya.
Wanita tersebut tak lansung membuka pintu kamar, melainkan memerhatikan gantungan kunci yang bertengger didepannya.
"K A?" Khalid memasang gantungan kunci bertuliskan huruf K dan huruf A.
Aisyah tersenyum sumringah, "Khalid Aisyah?"
Betapa berbunga-bunganya hati Aisyah saat memahami makna benda didepannya. Sejuk sekali ketika ia mengetahui Khalid yang berlaku manis padanya.
Aisyah menyudahi penglihatannya. Dengan mulut masih tersenyum, ia membuka pintu kamar Khalid.
Ceklek!
Suara knop pintu yang dibuka dan lansung memperlihatkan kamar Khalid yang luas.
Saat membuka pintu kamar tersebut, pandangan Aisyah lansung tertuju pada sebuah foto berukuran besar yang digantung oleh si pemilik didinding.
"A-Azzura?"
--------
__ADS_1
jangan lupa like, vote dan komennya :)
Instagram: shinta_fahira29