
Setelah selesai sholat isya di mesjid yang berada dekat hotel dengan para keluarganya, Khalid pun memutuskan untuk lansung kembali ke kamar hotel.
Ia merasakan malas yang sudah menjalar ditubuhnya, jika seperti ini ia lebih memilih meraih kunci mobil dan menuju ke apartmen.
Beberapa diantara kalian pasti bisa merasakan bagaimana jika harus bersatu dengan orang yang belum bisa kalian cintai bukan?
Rasanya ingin berlari jauh saja daripada harus bersama dengannya, apalagi harus berdua.
Ditengah perjalanan, Khalid, Alvan, Ernaldi dan Arif berpisah karena mereka juga harus pulang kerumah masing-masing.
"Tolong jaga putri kami Khalid ya?" Tutur Ernaldi yang merupakan wakil direktur di kantornya.
"Baik pak."
"Panggil Ayah dong!"
"Eh, iya yah." Cengir Khalid.
Setelah itu merekapun lansung berpisah. Khalid berjalan seorang diri menuju hotel. Sebenarnya hotel tersebut menyediakan mushalla tapi Khalid lebih suka sholat dimesjid. Entahlah!
Saat kembali berjalan, Khalid melihat para pedagang malam yang berjejer disamping jalan.
Lantas, Khalid pun berinisiatif untuk membeli Nasi goreng untuknya dan Aisyah.
Aisyah pasti lapar sekarang, entah darimana perasaan tersebut, namun Khalid sangat yakin dengan tebakannya.
"Pak, nasi goreng dua bungkus."
"Mau pakek lauk apa dek?" tanya penjual tersebut yang sangat sibuk melayani pelanggannya.
"Ayam pak ya."
"Iya iya, tunggu sebentar dek ya!"
"ya pak!"
Sambil menunggu Khalid mengecek e-mail kerja yang masuk di ponsel miliknya.
Ia sudah mengambil cuti sehari, dan kerjaannya sudah menumpuk begini saja.
Kemudian ia mengecek grup percakapan teman sekantornya, dan mereka sedang membicarakan kerjaan semua.
Semakin membaca semakin membuat Khalid pusing, ia mematikan ponselnya dan menunggu pesanannya siap.
Sekali lagi, Khalid lebih menyukai makanan yang berada di kaki lima daripada makanan hotel bintang lima.
Menurutnya rasanya terasa sangat tajam dan lezat. Jika makanan mewah, sepertinya mereka lebih mengutamakan kesehatan sehingga banyak yang terasa sangat hambar.
"Ini dek"
"Makasih pak!" Khalid menyerahkan uang untuk sang penjual dan kembali kekamar hotel.
Setelah 5 menit berjalan, sampailah Khalid didepan pintu kamar hotelnya.
Tok! tok!
__ADS_1
"Assalamualaikum."
Aisyah yang mendengar suara Khalid lansung membukakan pintu dengan cepat.
"Waalaikumsalam!"
Khalid sedikit terpana dengan wajah natural Aisyah. Dua kali ia bertemu tepatnya saat hari perkenalan dan pernikahan Aisyah selalu berada dalam Dandanan.
"Kak?"
Khalid tersadar dari lamunannya saat Aisyah memanggilnya. Tadi Aisyah masih terlihat malu untuk menatap mata Khalid sekarang ia sudah.
"Ekhm!" Nah kan! Khalid menjadi salah tingkah, ia lansung masuk menyelonong kedalam dan menaruh 2 bungkus nasi goreng diatas meja.
"Itu kamu pasti lapar kan?"
"Iya. makasih banyak kak!"
Mereka pun makan bersama, tak ada percakapan, tak ada duduk saling berhadapan.
Aisyah makan di meja rias, sedangkan Khalid duduk di ujung ranjang.
Aisyah merasakan canggung yang teramat besar, sedari tadi jantungnya tak berhenti berdetak kencang.
Setelah selesai makan, Aisyah pun bersiap siap. Tadi saat Khalid sholat di mesjid ia sudah mandi dan mengganti bajunya.
Saat Aisyah mendekati ranjang, rasanya semakin awkward saja. Khalid sudah berlalu kekamar mandi. Katanya ingin mengganti baju.
Tanpa melepaskan jelbabnya, Aisyah merebahkan diri di kasur dan menyelimuti badannya sepinggang.
Aisyah membuka matanya dan melihat Khalid yang telah tidur dengan memunggungi dirinya.
Aisyah tidur menghadap Khalid yang membelakanginya, Bukankan harusnya memang seperti itu?
Khalid mendengkur pelan, Aisyah menatap punggung lebar Khalid.
Khalid telah mengganti pakaiannya dengan Kaos lengan pendek dan celana selutut. Entah darimana ia mendapatkan pakaian tersebut, padahal Aisyah tak melihat Pakaian apapun tadi apalagi melihat Khalid menggerek koper.
Aisyah merasa sangat bersalah karena tidak bisa memberikan miliknya untuk Khalid. Entahlah hal ini akan memunculkan masalah untuknya dan Khalid.
Aisyah mendengar dehaman Khalid. Sekuat tenaga ia memberanikan diri untuk berbicara dengan Khalid.
Bagaimana jika Khalid telah tidur? dan Aisyah hanya mengganggu nya saja?
Serba salah sudah jika begini. Aisyah menutup matanya rapat-rapat. Tangannya menggenggam erat juga.
Hingga...!
"Kak?"
"..."
Tak ada jawaban, Aisyah pikir mungkin Khalid telah tidur. Dia memutuskan untuk memejamkan mata juga.
Sebelum memejamkan matanya, Aisyah memandang bahu lebar Khalid. Akan terasa sangat nyaman jika ia bersandar disana.
__ADS_1
Aisyah menutup matanya, Segalanya menjadi gelap dan menghitam.
Aisyah mendengar decitan ranjang. Padahal ia yang sudah setengah tertidur kembali membuka matanya.
Ketika membuka matanya betapa terkejutnya Aisyah. Darahnya berdesir kuat, bulu kuduknya berdiri, jantungnya kembali memompa dengan kencang, rasa dingin menyeruak dari ujung kaki hingga ujung kepalanya yang tertutup oleh kerudung.
Bagaimana tidak? Khalid yang sudah berada di alam mimpi membalikkan badannya secara tiba-tiba sehingga jarak mereka hanya beberapa senti saja sekarang.
Siapapun pasti akan merasakan hal yang sama seperti Aisyah bukan? mata Aisyah masih membulat sempurna, ia tak mampu mengedip.
Aisyah mencuri kesempatan ini untuk menatap Khalid secara detail dan lekat.
Aisyah memperhatikan setiap lekuk wajah Khalid: Hidung mancung sempurna, bibir tebal merah, bulu mata lentik, alis tebal dan rapi, brewok tipis, dan juga rambut cepak Khalid yang masih sama sejak 4 tahun yang lalu.
Wanita tersebut menelan ludahnya susah payah saat menyadari kesempurnaan fisik lelaki dihadapannya sekarang.
Selain itu, Khalid juga memiliki ilmu agama yang sangat baik, hal ini diketahui Aisyah saat mencari informasi tentang Khalid.
Lelaki tersebut merupakan lulusan disebuah Pesantren terpadu, setelah lulus pesantren Khalid tak lansung melanjutkan kuliah melainkan semakin memperdalam ilmu agamanya satu tahun di Aceh.
Saat di Aceh ia belajar disebuah Dayah yang cukup terkenal bahkan bisa dibilang nomor 1 di Aceh.
Setelah satu tahun itu baru lah Khalid masuk ke perguruan tinggi, dengan nilai IPK nya yang tinggi dan CV nya yang cukup baik, tak tunggu lama Khalid lansung direkrut oleh sebuah perusahaan.
Yaitu perusahaan yang di wakil direkturi oleh ayah Aisyah. Khalid memang terkenal tegas namun sangat disegani oleh kawab sekantornya.
Tentang Azzura! Aisyah tak tau menau. Mungkin bisa saja Azzura merupakan teman sekantor Khalid juga.
Aisyah menjadi sangat penasaran sekaligus iri dengan kesempurnaan yang dimiliki oleh Azzura.
Sangat Anggun!
Bicara tentang keanggunan, Aisyah jadi mengingat Nabila kawannya. Setelah salaman tadi ia tak sempat bertegur sapa lagi dengan Nabila temannya.
Andai tadi ia tak terlalu kelelahan mungkin Aisyah akan menemui Nabila barang 10 menit saja.
Aisyah merasakan nyeri diperut nya. Biasalah! wanita.
Aisyah memegangi perutnya yang terasa nyeri. setelah 5 detik nyeri tersebut hilang dengan sendirinya.
Aisyah kembali menatap lelaki didepannya.
Khalid mendengkur pelan, ia tertidur dengan sangat nyenyak. Mungkin efek karena terlalu kecapekan.
Jam juga sudah menunjukkan larut malam. Aisyah memejamkan matanya, besok akan ada banyak hal yang dilakukan.
Pembacaku juga istirahat ya! Stay safe, stay health.
Selamat malam.
Peluk cium dari Aisyah dan Khalid.
--------
jangan lupa like, vote dan komennya :)
__ADS_1
Instagram: shinta_fahira29