
Sebentar lagi adzan subuh akan berkumandang. Walau sedang datang bulan Aisyah tetap bangun saat itu, mungkin karena sudah kebiasaannya bangun saat subuh dan tidak tidur lagi setelah sholat subuh.
Aisyah menoleh kesamping dan tak menemukan Khalid. Terlepas dari hal tersebut Aisyah mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi tanda bahwa Khalid berada di kamar mandi.
Aisyah mengubah posisinya menjadi duduk, ia mengucek mata, meminum segelas air yang sudah tersedia dan berniat untuk segera mandi setelah Khalid keluar dari kamar mandi.
Lama Khalid tak keluar dan masih terdengar suara gemericik air. Aisyah memutuskan untuk berjalan ke arah jendela kamar hotel untuk menatap suasana subuh di kotanya.
Sringggggg!!
Suara ditimbulkan saat Aisyah menyibak gorden hitam dan lansung menyuguhkan suasana kendaraan yang tak terlalu banyak yang berlalu lalang di jalanan.
Wanita tersebut bersandar disana sambil terus menatap mobil-mobil yang berlalu lalang. Adzan subuh sudah berkumandang dan saling bersahutan.
Aisyah memejamkan mata, ia menikmati setiap kalimat panggilan tersebut yang terasa sangat damai di hatinya.
Tak lama, Aisyah kembali membuka mata. Tak sengaja matanya menangkap jendela kamar hotel yang berada dibangunan hadapan yang terang karena penghuninya menghidupkan lampu tanda bahwa mereka bangun. Mungkin saja beberapa diantara mereka melaksanakan sholat subuh.
"Saya ke mesjid dulu."
Aisyah tersentak dan lansung memutar badannya kebelakang. Khalid telah siap untuk melaksanakan ibadah sholat.
Aisyah juga menangkap pemandangan sajadah yang disampirkan di bahu Khalid. Sebenarnya darimanakah Khalid mendapatkan itu semua?
"Kamu kenapa bengong?" Khalid meletakkan ponsel miliknya di kasur.
"Ng-ngak kak."
Mendengar jawaban Aisyah membuat Khalid menatap sekilas dan lansung menuju pintu untuk menuju ke mesjid.
"Ok. Saya ke mesjid dulu, Assalamualaikum." Tutur Khalid dengan suara dingin khas nya.
"Waalaikumsalam kak."
Ceklek!
Sekarang Aisyah tengah seorang diri, ia lansung berjalan menuju kamar mandi untuk melakukan aktivitasnya.
Saat memutar knop pintu ia mendengar seluar bunyi dari nakas disamping kasur.
DrtttttttDrtttttttt
Aisyah menoleh kesamping. Langkahnya terhenti, ia membelok dan menatap benda pipih berwarna hitam yang berhasil mengalihkan perhatiaanya.
__ADS_1
"Lho. Ini kan hape nya ka Khalid?"
Aisyah memungut ponsel Khalid tersebut.
"Azzura?"
Ada rasa sedikit perih di sisi hati Aisyah saat melihat Azzura yang masih bisa saja mengirim pesan untum Khalid yang notabene sudah menjadi suami Aisyah.
Ya. Sebuah pesan terkirim atas nama Azzura. Aisyah tak membuka pesan tersebut, tapi dari yang terpampang di layar ponsel cukup jelas tertera isi dari pesan yang terkirim.
Azzura: Alhamdulillah udah sampai di Bangkok mas. InshaaAllah saya hadir ke acara itu. Salam untuk dek Aisyah mas.
Baiklah, bukan Azzura yang memulai duluan, tetapi Khalid. Jelas terlihat dari isi pesan Azzura yang memberikan sebuah jawaban atas pertanyaan Khalid. Mungkin!
Awalnya ada rasa sesak saat melihat nama pengirim dari pesan. Namun, perlahan rasa tersebut hilang ketika ia membaca kalimat terakhir pesan tersebut.
Tapi, apa maksud dari 'Acara itu?' . Aisyah mengernyitkan dahinya saat pesan kedua muncul.
Azzura: Mas boleh tanyakan ukuran sepatu Aisyah mas? aku mau belikan oleh-oleh buat dia.
Aisyah agak terkejut ketika membaca pesan kedua, dan membuat rasa bersalah dalam lubuk hatinya karena telah bersalah sangka pada Azzura.
Pesan kedua membuat Aisyah merasa tak enak. Jika saja ia mendapatkan izin untuk membalas pesan dari Azzura sudah pasti ia mengirimkan 'ngak apa-apa kak, ngak usah merepotkan'
Apa Azzura akan sedih jika pesannya tidak dibalas lansung? atau akan biasa saja?
Ingin Azzura membalas tapi takutnya akan membuat Khalid kesal dan marah. Entah darimana pemikiran tersebut tapi ia sangat yakin.
Bukankah privasi adalah segalanya?
Aisyah berjalan pelan kembali menuju jendela hotel yang gordennya sudah tersibak. Pikirannya masih terpaku pada pesan Azzura.
"Huh. Sudahlah, biar ka Khalid aja yang balas." Aisyah meletakkan kembali ponsel milik Khalid di kasur dan lansung menuju ke kamar mandi. Walau ada rasa sedikit tak rela dihatinya karena telah membuat Azzura menunggu.
...
Dikamar mandi. Setelah mandi Aisyah lansung memakai pakaian yang sudah ia pilih: Terusan berwarna tosca dan kerudung segi empat bermotif dengan warna yang senada dengan bajunya.
Aisyah membuka pintu kamar mandi dan menutup kembali. Ia membalikkan badannya hendak menuju ke ranjang. "Astagfirullah!" Aisyah sangat terkejut ketika melihat Khalid yang tiba-tiba sudah berada di sofa menonton TV.
"Kaka udah balik?" tanya Aisyah kikuk dan memberanikan diri untuk menatap mata Khalid yang tidak menatapnya.
"Iya. Tadi saya udah ucap salam tapi ngak ada yang nyaut." Jawab Khalid tanpa melihat kearah Aisyah yang masih berdiri di dekat pintu kamar mandi.
__ADS_1
Aisyah menggaruk pipinya tak karuan. Yang sedang ia tanyakan adalah, dimana dia akan duduk?
Terlalu grogi untuknya jika harus duduk disamping Khalid. Aisyah dapat menangkap Khalid yang sedang menikmati cemilan yang Aisyah tidak ketahui jenisnya.
Ah. Tidak mungkin bagi Aisyah untuk berdiri seperti patung disini terus - menerus.
"Kamu ngapain disitu?"
Skak mat!
Aisyah tersenyum canggung. "Eh, ngak kok kak."
Khalid masih menikmati cemilannya tanpa melihat kearah Aisyah. "Hari ini kita pulang ya." Tutur Khalid singkat. Aisyah mengangguk walau tak dihiraukan oleh Khalid yang bangkit dari ranjang menuju kesofa.
Saat sampai di sofa, Khalid lansung membaca beberapa majalah sambil meneyruput segelas kopi instan yang mungkin ia beli tadi saat kembali ke hotel.
Khalid mengernyit dan menangkap pergerakan tak nyaman Aisyah. "Kamu duduk aja dikasur, ngak apa - apa." dan Khalid kembali fokus pada kegiatannya.
Huf. Aisyah menghembuskan nafasnya lega saat Khalid mempersilahkan dirinya untuk duduk dikasur.
10 menit berlalu dengan begitu monoton. Aisyah hanya duduk diujung ranjang dan Khalid yang sangat fokus pada benda yang ia pegang dan segelas kopi miliknya.
Hingga Aisyah teringat akan hal yang terjadi beberapa saat tadi. Aisyah berniat memberitahukan tentang Azzura pada Khalid. Namun, sisi hatinya mengatakan untuk tidak membicarakan hal itu sekarang.
Aisyah merasa jika dia memberitahukan tentang Azzura maka Khalid akan marah. Karena secara tidak lansung Aisyah telah mencuri privasi Khalid walaupun bisa dibilang tidak disengaja.
Matahari perlahan lahan mulai menampakkan dirinya secara terang - terangan. "Kak. Kalo boleh tau kita bakal pulang kemana?"
Sesaat Aisyah ingin merutuki mulutnya yang sangat lancang menanyakan pertanyaan tersebut pada Khalid. Walaupun Khalid suaminya tapi percayalah bagi Aisyah Khalid masih terasa seperti orang Asing.
Khalid menyeruput kopinya sebelum menjawab pertanyaan Aisyah. "Nanti pukul 9 kita singgah dulu kerumah orang tua saya, setelah itu lansung ke apartment saya"
"Apartment? Kita tinggal berdua kak?" Ah sudahlah, pertanyaan terus mengalir begitu saja.
"Iya," Khalid memandang Aisyah. "Kita tinggal berdua"
Deg!
--------
jangan lupa like, vote dan komennya :)
Instagram: shinta_fahira29
__ADS_1