OBSESI GILA

OBSESI GILA
Chapter 2


__ADS_3

Zidan memasukkan kode apartemen milik Liliana. Seperti biasa jika Liliana sedang marah maka ia akan pulang ke apartemennya sendiri, tidak ke apartemen milik Zidan.


Zidan memasuki ruang tengah, namun tidak ada tanda tanda keberadaan Liliana disana. Lampu ruang tengah pun belum dihidupkan. Zidan berjalan menuju kamar milik Liliana. Untung saja pintu kamar Liliana tidak dikunci.


"Sayang" sapa Zidan saat ia melihat Liliana duduk meringkuk di lantai bersandar pada ranjang.


"PERGI KAMU" Liliana berteriak. Ia masih sakit hati dengan pengkhianatan Zidan. Dua tahun ia menjalani hubungan dengan Zidan. Ia bahkan memberikan segalanya untuk lelaki ini, termasuk kehormatannya sendiri. Dan sekarang Zidan dengan teganya selingkuh dari dirinya.


"Lili please. Aku bisa jelasin" mohon Zidan. Hatinya sakit melihat gadis pujaan hatinya menangis karena dirinya.


Liliana masih diam. Melihat Zidan pun ia enggan.


"Sayang" Zidan masih saja membujuk Liliana. "Kamu masih ingat saat aku cerita kalau aku dulu pernah punya teman yang terobsesi sama aku?"


Liliana melirik Zidan. Namun saat lirikan matanya bersitatap dengan mata Zidan yang memandangnya sayu. Liliana mengalihkan tatapannya ke depan.


"Itu dia" Zidan bersuara. "Dia Bianca, orang yang sejak dulu terobsesi sama aku. Orang yang dulu pernah neror Maya kakak kamu sampai kakak kamu depresi, orang yang pernah nyewa pembunuh bayaran buat habisin setiap perempuan yang dekat sama aku. Aku gak tau kenapa bisa ketemu lagi sama dia, dan aku juga gak nyangka kalau dia masih menyimpan rasa obsesi nya padaku. Aku kira setelah lulus SMA dan dia sekolah ke luar negeri dia akan melupakanku, tapi ternyata tidak"


Liliana tertegun. Sekarang perasaannya campur aduk. Ia marah, cemburu, takut, dan benci pada Bianca. Bagaimana tidak? Karena teror Bianca pada Maya-kakaknya- membuat Maya jadi depresi bahkan sampai bunuh diri.

__ADS_1


Dulu, Maya, Zidan, dan Bianca satu SMA. Maya gadis yang penuh energik jatuh cinta pada Zidan. Keduanya menjalani pendekatan. Kedekatan Zidan dan Maya pun diketahui oleh Bianca. Mulai detik itu, Bianca mulai membully Maya saat disekolah. Tapi, karena Maya dan Zidan masih saja dekat, Bianca pun melakukan aksi teror yang ekstrim.


Setiap malam tertentu Bianca mengirim paket yang diantar oleh kurir ke rumah Maya, dan isi paket tersebut adalah foto Maya yang sudah dilumuri darah, kadang foto keluarganya yang ditusuk menggunakan paku ataupun pisau yang masih tertancap, pernah juga hewan yang sudah mati, namun masih segar, menandakan jika hewan tersebut baru saja dibunuh. Tak hanya itu, Bianca juga mengirim surat yang bertintakan darah hewan, yang isinya menyuruh Maya untuk mengakhiri hidupnya sendiri atau banyak hewan yang akan Bianca bunuh dan darahnya akan ia gunakan sebagai tinta.


Awalnya tak ada yang tahu siapa peneror Maya. Namun karena Zidan curiga dengan Bianca, akhirnya Zidan menyelidiki sendiri. Dan ya, akhirnya ketahuan jika Bianca lah orang yang selama ini meneror Maya. Namun masalah itu tidak tersebar karena ayah Bianca Daniel Kidman orang terkaya no 3 di Australia mengancam keluarga Maya untuk tutup mulut.


"Aku bener bener gak ada apa apa sama dia. Aku cuma cintanya sama kamu. Kamu percaya sama aku kan?" Zidan memandang Liliana dengan tatapan sayunya.


Liliana menoleh menatap Zidan. Matanya masih sembap karena menangis.


Melihat Liliana yang hanya diam, Zidan kembali bertanya. "Kamu percaya sama aku kan?"


Liliana mengangguk. Tangisnya kembali pecah. Zidan pun memeluk kekasihnya, menyandarkan kepala Liliana di dadanya. Bukannya mereda, tangis Liliana justru makin deras. Zidan mengusap punggung kekasihnya menenangkan.


"Sst. Tenang sayang, aku gak akan biarin dia nyentuh kamu. Mulai sekarang kita tinggal di mansion aku aja ya, kita percepat tanggal pernikahan kita" ucap Zidan.


Liliana mengangguk. Zidan mengecup kening Liliana lama, berusaha menyalurkan ketenangan untuk wanitanya. Zidan menyentuh dagu Liliana, mendongakkan wajah Liliana agar menatap dirinya.


Pelan. Zidan mendekatkan wajahnya pada wajah Liliana, mengecup lama bibir Liliana. Setelahnya kecupan itu berubah menjadi ******* lembut namun menuntut.

__ADS_1


"Aku ingin kamu sayang. Boleh ya?"


Zidan menatap Liliana penuh cinta. "i love you"


Liliana memandang Zidan malu malu. "i love you too"


TBC...


Maaf Chapter ini hanya 960 kata. Sebenarnya Chapter ini awalnya ada 1290 kata, namun sebagian sudah saya hapus dikarenakan karya saya tidak segera diunggah oleh noveltoon karena mungkin adegan dewasanya terlalu vulgar. Kedepannya untuk adegan dewasa tidak akan saya jelaskan secara detail karena itu melanggar ketentuan Noveltoon.


WAJIB BACA YANG BAWAH AGAR KALIAN GAK BINGUNG.


btw ini bukan spoiler ya


Nama asisten Bianca di Chapter 1 kemarin juga Maya ya. Nah Maya asistennya Bianca sama Maya kakaknya Liliana ini beda yah.


Cerita ini sudah saya tulis di Word saya, namun baru berani saya up sekarang. Dan maaf banget saya lupa revisi lagi🙏😣 saya gak ngeh kalau nama asisten Bianca sama kakak Liliana ternyata sama.


Nama asisten Bianca Mayana, kedepannya akan saya tulis Yana ya. Sedang kakak Liliana akan tetap saya tulis Maya.

__ADS_1


Kedepannya saya akan lebih teliti lagi.


Terimakasih banyak untuk dukungannya❤️


__ADS_2