
Sesampainya di lorong depan kelas mereka. Zidan menyentak tangan Puspita kasar. "Lo jangan terlalu ngambil hati apa yang gue omongin tadi"
"Maksud kamu?" Tanya Puspita bingung.
"Soal kita pacaran tadi. Sebenarnya itu cuma rencana gue aja supaya Bianca berhenti gangguin gue"
"Jadi maksud kamu, kamu cuma manfaatin aku?"nafas Puspita tercekat di tenggorokan. Sumpah rasanya sakit banget saat gebetan kita manfaatin rasa cinta kita untuk keegoisannya.
"Sorry. Gue gak bermaksud-" Zidan terdiam saat melihat air mata Puspita. Ia mengusap wajahnya kasar. "Pus, gue minta maaf"
Puspita menangis.
"Tega kamu Zi. Kamu egois tau gak? Aku beneran cinta sama kamu tapi kamu-" Puspita tak sanggup meneruskan perkataannya karena air matanya mengalir tak tahu malu. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Pus, gue minta maaf" Zidan memegang kedua bahu Puspita yang bergetar.
Puspita menggeleng "Aku gak bisa." Puspita menunjuk dadanya "ini terlalu sakit"
Zidan menghela nafas. Jujur ia tak tega melihat Puspita yang biasanya angkuh sekarang terlihat rapuh. "Sorry. Kalau gitu apa yang mesti gue lakuin supaya elo maafin gue?"
Puspita mendongak menatap Zidan. "Kita pacaran beneran, kamu gak boleh ngomong putus kecuali aku yang minta, kamu gak boleh selingkuh dan deket sama cewek lain terutama Bianca. Kamu harus jadi pacar yang romantis buat aku, selalu ada buat aku, gak boleh bikin aku nangis, apalagi sampe ninggalin aku" katanya.
Zidan menatap kesal Puspita "Pus, gue akan lakuin apapun kecuali yang itu"
Puspita memalingkan wajahnya "kalau gak mau yaudah. Kamu emang bener bener egois" air mata Puspita luruh lagi. Kali ini ia menangis sesenggukan.
Zidan yang tak tega akhirnya mengiyakan permintaan Puspita. Meskipun dalam hati ia belum ikhlas sih.
"Iya oke kita sekarang pacaran. Udah ya jangan nangis lagi" kata Zidan sambil membawa Puspita ke pelukannya.
Teman teman sekelas yang melihat kejadian itu pun kompak mencomblangi Zidan dan Puspita.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari. Sepasang bola mata coklat terang menatap kejadian itu dengan tatapan penuh amarah.
Bianca sudah melihat adegan drama yang dilakukan Zidan dan Puspita dari awal. Ia pun juga tahu jika Zidan hanya pura pura pacaran dengan Puspita untuk menjauhi dirinya.
Bianca tersenyum manis. "Kamu gak akan bisa lepas dari aku Ibra sayang. Selamanya kamu cuma milik aku"
#
Tiga hari kemudian ada kabar duka. Puspita ditemukan meninggal dunia di kamar tidurnya. Ada luka tusukan di dadanya akibat sebilah pisau tajam yang menancap di dadanya.
Polisi mengklaim bahwa kematian Puspita disebabkan karena bunuh diri.
Tidak ada tanda tanda perlawanan yang dilakukan oleh Puspita, bahkan seluruh kamarnya dalam keadaan terkunci dari dalam. Di gagang pisaunya juga tak ditemukan sidik jari orang lain, hanya ada sidik jari Puspita.
Orang tua Puspita pun juga meyakini penyebab putri mereka meninggal karena bunuh diri. Hal itu dikarenakan pernikahan Yanto dan Wiwin, orang tua Puspita sedang diambang perceraian. Mereka menganggap Puspita stress karena pertengkaran kedua orang tuanya.
Bianca hanya tersenyum manis mendengar penjelasan Pak Yanto, pria paruh baya itu terlihat menyesal dan terpukul karena kehilangan putrinya. Wiwin istrinya pun kini menangis tak bisa ditenangkan sambil memeluk foto Puspita dan meracau tak jelas.
Bianca tersenyum manis. Mereka semua bodoh. Jelas jelas Puspita tidak bunuh diri, tapi ia yang membunuhnya.
Itu karena ada orang dalam yang membantu aksi kejam Bianca. Tentu saja dengan menyuap salah satu pelayan keluarga Puspita ditambah lagi rumah orang tua Puspita ini tidak ada cctv sama sekali.
Hal itu memudahkan si bungsu Kidman melancarkan aksi kejamnya.
Zidan menatap horror ke arah Bianca. Semuanya sedang dalam suasana berduka. Namun Bianca malah-
Tersenyum?
Saat ini Zidan dan teman teman satu kelasnya melayat di rumah Puspita. Disaat teman satu kelas mereka sudah tiada Bianca malah tersenyum manis seperti psikopat? Yang benar saja.
Bulu kuduk Zidan berdiri. Bagaimana bisa ia dulunya bisa dekat dengan makhluk gila semacam Bianca?
__ADS_1
Saat itu Zidan belum sadar bahwa pembunuh Puspita adalah orang yang saat ini sedang Zidan tatap.
#
Satu bulan sejak kematian Puspita. Sudah 30 kali mungkin Zidan gonta ganti pacar. Itu karena Bianca tak henti hentinya menganggu kehidupan tentramnya.
Namun anehnya, setiap perempuan yang Zidan kencani semuanya..
Mati.
Penyebab kematian mereka berbeda beda. Ada yang kecelakaan, kena begal, depresi, bunuh diri, keracunan makanan, sakit, dll.
Dan setiap sekolah menerima berita lelayu dari para siswinya, satu yang Zidan herankan, Bianca yang malah tersenyum saat mendengar berita duka dari para mantan kencan Zidan.
Hal itu tak hanya terjadi satu kali. Bahkan ini sudah ke sekian kalinya sejak Zidan memergoki Bianca tersenyum manis saat mereka melayat ke rumah Puspita.
Seperti sekarang, saat kepala sekolah mengumumkan berita duka salah satu siswi SMA Bina Bangsa yang meninggal karena kena begal. Salah satu gadis yang Zidan kencani dua hari lalu. Bianca tersenyum manis di mejanya.
Zidan jadi teringat kata kata Bianca kemarin saat mereka berpapasan di gerbang sekolah.
"Kamu gak akan bisa pergi dari aku Ibra. Karena kamu cuma milik aku, dan siapapun yang berani merebut kamu dari aku, maka harus aku singkirkan"
Deg.
Walaupun ia kemarin mengabaikan Bianca, namun Zidan mendengar dengan jelas ucapan lirih Bianca.
Mungkinkah selama ini para gadis yang Zidan kencani itu dibunuh Bianca?
Tapi mana mungkin. Tak mungkin kan Bianca berani membunuh manusia. Ia yang keturunan mantan psikopat saja tak berani. Apa lagi Bianca.
Tapi jika melihat keanehan sikap Bianca, Zidan jadi berpikir mungkinkah jika selama ini setiap gadis yang Zidan kencani mati karena kesengajaan?
__ADS_1
Sepertinya ia harus menyelidiki sendiri kasus ini. Karena sepertinya ini bersangkutan dengan dirinya.
TBC..