
High school mistca sekolah tinggi untuk para iblis dan ras lainnya kecuali manusia. Alasan yang paling menojol adalah karena manusia itu sendiri adalah ras yang sangat serakah, sombong, rakus dan kejam menurut ras, suku atau bangsa lainnya. Namun tak semua manusia memiliki sifat itu, sama halnya dengan iblis, demi-human, elf, dark elf dan yang lainnya mereka memiliki sifat individu yang tak jauh berbeda dengan manusia. Di dunia ini manusia di anggap seperti itu karena bayak manusia yang lebih cerdas dan lebih kuat dibandingkan ras lain, itu sebabnya beberapa ras menyebarkan rumor yang buruk tentang manusia.
Saat pulang dari sekolah od, viktoria, sagita, natalia dan de javu menyempatkan pergi jalan-jalan ke darah pegunungan yang sedikit jauh dari keramaian, daerah itu sangat jarang di kunjungi oleh para iblis dan ras lain. Od bermaksud menyegarkan pikirannya sekaligus itu adalah ide yang cukup bagus untuk mengutarakan rasa permintaan maaf kepada merylin dan sagita.
Awal dari perjalanan mereka menapaki kaki gunung dengan membawa bekal yang od beli dari toko makanan di dekat sekolah tadi~
Sagita menarik-narik baju od~ "od.. bolehkan aku naik ke atas pundakmu? aku ingin melihat pegunungan lebih tinggi saat aku menaikinya fufufu.."
Gadis lain seketika kompak melirik dengan tatapan tajam ke arah od yang menandakan mereka ingin di majakan od juga~
"baiklah sagita.. ayo naik ke atas pundakku.." ~od melirik ke arah yang lain~ "umm? ada apa?"
Viktoria dengan suara yang pelan~ "umph.. andai saja tubuhku kecil.."
Semakin ke atas puncak, pepohonan di kiri kanan jalan setapak yang mereka lalui kini sangat rimbun. Semakin ke atas semakin gelap akibat sinar matahari yang di tutupi oleh pepohonan, waktu telihat seperti dipercepat ke awal malam.
"od semakin ke atas semakin dingin.." ~sagita sedikit mengigil.
"pakailah jaketku sagita.."
"umm.. ini tak apa? kau tak merasakan dingin ya od?"
"tidak apa, aku kuat dalam keadaan ini"
Gadis lain kembali menoleh ke arah od~
"aku juga dingin kak.. huff.." ~viktoria sedikit kesal.
"berdekatanlah denganku segita" ~od menarik tangan sagita dan merangkul tubuh sagita ke dekat tubunnya.
"ka~kakak.. hummm.. ini hangat.."
"tu~tuan.. apakah saya boleh?" ~natalia mengepalkan kedua lengannya.
"tentu, lebih bayak orang yang berdekatan semakin hangat pula di situasi yang dingin seperti ini.." ~od menarik tangan natalia dan merangkul tubuhnya ke arah tubuh od.
"..."
"merylin..? apakah kau tak kedinginan?" ~tanya od
Merylin memeluk tubunnya dengan kedua tangan yang disilangkan~ "ti~tidak huwuwuwuwu.."
"kau kedingin, ayo sini mendekatlah.. kita akan istirahat sebentar.."
"huh..? cih kau selalu memaksa.. bukan berarti aku mau ya.. tapi kau memak-"
Od menarik merylin duduk di depan tubuh od, dengan od sebagai sandarannya..
"hua.. od.. umh.." ~tangan merylin sedikit bergetar karena kelakuan od.
"master.. aku juga kedinginan" ~dr javu dengan wajah datarnya.
"kau tak seperti sedang kedinginan de javu.."
"aku dingin master.. huwuwu.." ~memaksakan dirinya kedinginan dengan datarnya.
"haha.. baiklah, sini de javu.."
De javu melompat ke atas kepala od~ "uwaa.. master.."
"a.. aku sedikit menyesal.."
__ADS_1
"od..?" ~merylin
"ya?"
"umm.. ini nyaman dan hangat.."
"tentu saja, aku menggunakan sihir.."
Sagita memegang pipi od~ "ya.. od.. walaupun aku srigala es tapi usiaku belum matang untuk bertahan di udara dingin.. aku hanya kuat bertahan di suhu es sihirku saja.."
"tuan.. a~aku.." ~natalia mendekati wajah od.
"kakak.." ~viktoria memeluk od dari belakang.
Tiba-tiba merylin menjilati leher od~ "od.. mu.."
"ka~kalian kenapa?" ~pensil od mulai tegang.
Bruk..!! ~viktoria menidurkan od di atas rumput.
Viktoria hendak melepas baju~ "ka~kakak.. manjakan aku.."
"TOLONG!!" ~mendadak ada seseorang gadis yang meminta tolong. Od secara refleks mengaktifkan pendeteksi mana, od bangun dan bilang~ "kalian.. tunggulah disini.."
Od berlari ke arah suara itu~ "ini sekitar 200 meter jaraknya.. cukup dengkat.." ~dengan sihirnya dia berlari sangat cepat, hingga hanya membutuhkan beberapa detik untuk sampai.
"TOLONG!!" ~triak gadis itu lagi. Dia sedang di serang oleh para monster 'tringfar' tipe monster yang sangat buas dan berbahaya. Gadis itu terkena goresan di perutnya dan kaki kanannya patah.
"ground gun..!" ~jutaan bola-bola kecil keluar dari dalam tanah dan dengan kecepatan peluru, bola-bola itu terbang ke arah para monster dan terus menembus kulit monster 'tringfar' sampai terlihat menjadi danging giling.
"AAAAA..!! SI~SIAPA KAU?" ~gadis itu menjerit dan melemparkan beberapa ranting ke arah od.
"tenanglah.. aku sudah menolongmu.. jadi tenanglah.." ~ucap od~ "tunggu.. apa kau dark elf?"
"master..!" ~de javu terbang ke arah od dengan wujud familiarnya~ "kenapa kau meninggalkanku?"
"na~naga.. aaaa....!!" ~sasha menjerit lagi.
"tenanglah, dia adalah rekan-"
"aku istri master.." ~seperti biasa de javu memotong pembicaraan.
"i~istri..!? dengan naga!?"
De javu berubah ke wujud manusianya~
"waa..! dia berubah..!!"
"a~ahaha.." ~od menutup mukanya.
"ayo ikut aku.. disini terlalu berbahaya.." ~od menggendong sasha dan membawanya.
"KAKAK..!!" ~triak viktoria.
"ada apa viktoria?"
"kau meninggalkanku.. hump.. janjimu kau ingkari..!!"
"aku tidak meninggalkanmu viktoria.. kau masih dalam jarak perlindunganku.."
"hump.. kau bilang kau akan selalu berada di sisiku.." ~viktoria cemberut.
__ADS_1
"yasudah aku minta maaf viktoria.. maafkan aku.."
"hump!!"
"aku akan membuatkan kue untukmu nanti.."
"sungguh!?"
"ya.. ayo kita pulang dan bawa pulang gadis ini.."
"baiklah.. namun siapa dia?" ~mereka berjalan menuruni gunung dengan pelindung mana od untuk menghangatkan mereka.
Od memperkenalkan sasha dengan para gadis yang ikur bersama od~ "dia adalah sasha.. sasha, ini adalah adikku viktoria.. ini merylin, natalia, sagita dan ini de-"
"istri od.." ~de javu memotong.
"hah.." ~od menghela nafas.
"kau di kelilingi gadis-gadis yang cantik tuan.." ~sasha tersenyum kecil kepada od.
"a~ahaha.."
~
Galzio yang kebetulan sedang ada di istana~ "siapa lagi itu od? apa kau tak cukup dengan ke 5 gadis cantik di sekelilingmu? buahahahaha.. anakku kau begitu rakus.. buahahaha.."
"ayah.. dia sedang terluka, aku menemukannya di dalam hutan dengan keadaan perutnya yang luka dan kaki kanannya patah.."
"ah.. seperti itu.. umm? dia adalah dark elf.. kenapa dark elf berada terpisah dengan kelompoknya..?"
Sasha diam tanpa bicara, raut mukanya yang sedih menunjukkan telah terjadi tragedi kepada dirinya~
"ayah.. simpan semua pertanyaanmu untuk nanti, dia sedang terluka.."
"ah.. baiklah.."
Od mengobati luka-lukanya dan galzio menyembuhkan patah kakinya~ "oke od.. aku sudah menyembuhkannya, aku akan keluar kamar dulu.. kau tolong urus sisinya saja"
"Baik yah.."
"te~terima kasih tuan od.."
"istirahatlah dulu.. kenapa kau berada di hutan sendirian?"
"umm.." ~sasha meneteskan air matanya~ "aku.. di.. aku.. aku di usir oleh keluargaku.. huaa..!!" ~sasha menangis.
"teanglah sasha.." ~od memeluk sasha.
Sasha sedikit mendorong od~ "ma~maafkan aku tuan.. tapi bajumu jadi kotor karenaku.."
"itu tidaklah masalah.. aku lebih menghawatirkanmu sasha" ~od memeluknya lagi.
"huk.. ba~baru kali ini ada seseorang yang menghawatirkanku.." ~sasha terlihat sangat terpukul.
"tenang.. tenang.." ~od terus menenangkan sasha.
Dalam hati od~ "dengan begini kau akan menjadi alat ke 6 ku untuk membantuku menghancurkan kerajaan, dengan memberinya suntikan.. kau telah tercuci otak.. aku membutuhkan para gadis untuk melawan kerajaan. Gadis yang masih muda sangat mudah untuk di cuci otaknya dan jika dia telah mempercayakan dirinya sepenuhnya kepadaku.. Mereka akan melakukan apapun untukku dengan pikiran mereka yang memikirkan balas budi kepadaku.. gadis muda sangatlah mudah untuk dikendalikan, dan jika mereka sundah menjadi senjata hebatku.. para gadis ini tidak akan mencolok sebagai mata-mata atau senjata pemusnah.. dilihat dari gadis lain mereka mempunyai bakat alami teruntukku yang sangat patuh kepadaku, dari masa lalunya yang kelam mereka menyadariku sebagai orang yang selalu menjaganya. Karakter dari sasha, dia bayak memiliki mana karena pada dasarnya dia adalah dark elf, namun mananya lebih sedikit dibandingkan kebayakan dark elf lain.. sepertinya itu sebabnya dia diusir dan menjadi aib. Namun potensi bertarungnya.. aku tak akan meragukan tubuh sasha, dia memilik tubuh petarung yang hebat. Sagita sebagai pemburu, vikotria sebagai mata-mata, de javu sebagai pedang dan familiarku, natalia dengan ilmu bela dirinya dan merylin sebagai tamengku. Aku masih membutuhkan satu lagi gadis.. dan.. siapakah dia..?"
__ADS_1
Next - Membentuk Senjata Terkuat (chapter 1)