
Di pagi hari~
"Trima kasih sagita, aku ingat waktu kemarin kau telah membatuku untuk menemukan orang yang telah mengendalikan para monster itu.. emm.. walaupun ingatanku samar-samar saat itu.." ~od mengelus kepala sagita.
"muhehehe.. sama-sama od.." ~sagita memeluk od.
"tu~tuan..!?" ~natalia cemberut ke arah od.
"a~ada apa natalia..? kenapa mukamu seperti itu?"
"hump.."
"ahh.. terima kasih juga natalia.. kau telah menggendongku ya.. a~ahahaha.." ~od mengelus kepala natalia.
"fufufu.. kulihat kak natalia iri denganku.. fufufu.." ~sagita menjulurkan lidahnya.
"umph.."
Dari bawah galzio berteriak~ "od.. cepatlah makan sarapanmu. Ajak sagita dan natalia makan bersama.."
"ya.. aku akan segera kesana.. ayo sagita.. natalia.." ~ajak od.
"ayo od fufu.." ~sagita memegang tangan od.
"umph.." ~natalia masih cemberut.
Od mencubit pipi kanan natalia~ "ayo natalia, jangan terus memasang wajahmu itu.."
"umhh.. tu~tuan.. itu sakit.." ~memegang pipinya yang merah.
~
Od makan bersama di meja makan~
"od, aku sesekali ingin mengantarmu sekolah.. bagaimana menurutmu?" ~tanya galzio
"itu tak masalah.." ~jawabnya
"hohoo.. baiklah aku sudah siapkan kereta baru untukmu.. lihat, ini kereta emas dan kuda unicorn.. hebatkan.. hahaha.." ~mata galzio yang bersinar-sinar.
Od yang melihat kereta itu dari dalam~ "pufffff.."
"kenapa od.. bukankah ini hebat.." ~masih dengan mata yang bersinar-sinar.
"ayah.."
"ada apa od..?"
"aku akan pergi kesekolah dengan berjalan kaki saja.." ~dia mengabil tasnya dan bergegas~ "ayo sagita.. natalia.." ~ajaknya.
"ee? od? bukannya kau mau kuantar..?"
Od segera berlari dan berkata~ "tidak dengan unicorn itu.. kau itu salah satu raja iblis, maka sesuaikan tungganganmu juga.."
"eee? od....!!" ~triak galzio~ "eee.. bukannya unicorn itu hebata.. humm.."
~
Dalam perjalanan ke sekolah~
"Od kenapa kau tak mau menunggangi kereta kuda itu? bukankah unicorn itu hebat..??" ~ucap sagita
"kau bicara apa nona sagita..!? tentunya tuan tak mau menaiki kereta lucu itu. Seharusnya tuan od menunggangi naga ke sekolah.." ~natalia dengan semangatnya.
"eee... apa benar begitu od?" ~ucap sagita.
"a~ahh.. aku sedikit malu. ku kira kereta kuda tana yang biasa di pakai.." ~jawabnya.
Setelah od, sagita dan natalia tiba di depan gerbang sekolah~
"itu.. itu oood...!!" ~triak salah satu siswi.
Serentak para murid menoleh ke arahnya~
"itu od" "itu od.. tunggu od" "kyaa.. itu od" "aku suka padamu oood" "kau pahlawan.." ~bayak siswi yang berlari ke arah od.
"e?" ~ucap od dan sagita.
"ada apa ini tuan..??" ~tanya natalia.
Para siswi menyergap od, mereka mengerumuni od dengan suara berisik~
"wu~wuaa..." ~od kebinguan.
"lepaskan od.. hanya aku yang boleh memeluknya.. aaaaaaa...!! oood.. jangan sentuh od.." ~sagita bersusah payah melepaskan para siswi dari od.
Swingg..!~ suara pisau yang dikeluarkan natalia.
"mundur...!! aku adalah pengawal tuan od" ~natalia berteriak dan mengacukan senjatanya.
Para siswi sedikit mundur~
"ini kesempatan tuan.. ayo kita lari.." ~bisik natalia.
Od dengan sekuat tenaga membawa sagita dan natalia lari hingga sampai di depan kelas dengan cepat~
__ADS_1
"i~itu hampir saja" ~jawab od dengan bajunya yang compang-camping.
Di luar terdengar suara yang berisik dari para murid yang mengobrol~
Crek..~ suara pintu kelas yang dibuka od.
Seketika kelas berubah menjadi hening~
"itu ood.." ~kejadian seperti yang terjadi di luarpun terulang kepada od.
"oood.. kyaaaa..."
"tu~tunggu teman-teman.." ~ucap od.
"hiks hiks.." ~sagita menangis.
"OD ADALAH MILIKUUU...!!!! jangan kalian ambil od dariku...!!" ~trial sagita.
Suhu ruangan berubah menjadi dingin karena sagita..
"nona.. tenanglah.." ~natalia berusaha menenangkan sagita.
Para murid mundur~
Od memegang pipi sagita dan berkata~ "tenanglah sagita.. aku bersamamu.." ~sagita mulai terkontrol kembali.
"benar..?" ~sagita masih cemberut.
"ya sagita.."
"ahh od, kau sudah sampai ya.. perayaan untukmu tak jadi terlaksana karena bangunan sekolah masih bayak yang harus di perbaiki akibat dampak sihirmu kemarin.. jadi ini tangkaplah.." ~lencana kehormatan dilemparkan oleh kepala sekolah.
"ahh.. maaf aku kemari terlalu berlebihan.. dan apa ini? ~tanyanya.
"tak apa od, kau bertindak dangat efisien dan tak ada korban jiwa.. dan itu adalah lencana kehormatan di sekolah ini untuk para murid yang heroik sepertimu"
"pak.. aku bisa memperbaiki bangunan ini dengan sihirku sepertinya.." ~od mengeluarkan sedikit sihir buminya.
"terima kasih od, namun.. sekolah ini di bangun secara manual dari awal kumendirikan sekolah ini dulu. aku sengaja menuangkan hasil kerja keras di setiap inci sekolah ini.. jadi tak apa.." ~kepala sekolah tersenyum dan berjalan pergi.
Od membungkuk~ "terima kasih pak"
Para murid bertepuk tangan kepada od, sebagian ada yang iri, dan sebagian lagi ada yang tak mempedulikannya. lencana yang diberikan kepala sekolah kepada od terbuat dari emas berbentuk bulat dengan ukiran lambang sekolah di depannya, di sekolah hanya 3 orang yang memiliki lencana itu. Yaitu od, ketua osis dan satu lagi murid misterius.
"selamat ya od.. kau mendapatkan lencana itu.." ~merylin tersenyum mendekati od saat duduk.
"me~meryilin.. kau terlalu dekat" ~muka mereka hanya berjarak 7 cm.
"hihihi.. mukamu memerah od.."
"ti~tidak.. aku hanya sedang flu hari ini.." ~memalingkan pandangan.
Od mengalihkan pembicaraan~ "bagaimana jika kau ikut pulang kerumahku. aku akan mengadakan pesta kecil nanti selepas pulang sekolah"
"e..? aku di undang oleh od secara langsung?" ~berbalik muka merylin yang memerah.
"kenapa mukamu memerah merylin? apa kau juga sedang flu..? ~od meledek merylin.
"ti~tidak... od bodoh.. hump.. karena kau memaksa aku akan ikut kerumahmu seusai sekolah.."
~
Shadow bird pengirim pesan muncul di pundak od~ pushh~ "od jika kau sudah selesai dengan sekolahmu, segera pergi ke villaku.. aku akan menunggumu disini, jangan lupa bawa teman-temanmu yahh.. 'dari ayah'"
"..."
Jam plejaran terakhir usai~
"anak-anak karena besok bertepatan dengan 'hari nasional iblis' sekolah diliburkan selama 3 hari" ~guru pergi dari ruangan kelas tanda berakhirnya pelajaran di sekolah hari ini.
~
"od ayo pulang" ~sagita dan natalia menghampiri od.
"kita akan pergi ke villa milik ayah.. aku akan mengajak merylin.."
"umm..? villa? dimana itu od?" ~tanya sagita.
"itu berada di kota selatan pulau iblis, hanya 1 jam hingga kita sampai.."
"apakah kita perlu berkemas terlebih dahulu tuan?" ~tanya natalia.
"tidak usah, kita akan berbelanja di perjalanan nanti.."
Merylin menghampiri~ "od.. aku sudah bersiap.."
"apakah tidak masalah kau menginap di villa ayahku di kota selatan pulau iblis? ayahku mengajak teman-temanku ikut.. kurasa temanku tak bayak disini, jadi aku hanya mengajakmu saja.."
"umm.. aku harus izin kepada ibuku dulu od, tapi jika jalur villa ke arah selatan.. itu artinya kita akan melewati kediamanku.."
"jika begitu ayo kita bergegas, sepertinya ayahku sudah menunggu cukup lama.." ~od berdiri dan memegang tangan merylin.
"ahh.." ~merylin terkejut~ "o~od memegang tanganku.."
"umph.. aku ingin dipegang oleh od juga.." ~ucap sagita.
"tuan.. emm.. i~itu.. a~aku.. umm" ~natalia yang ingin dipegang juga.
__ADS_1
"yaampun.. hah.." ~od menghela nafas.
Di kediaman merylin od meminta izin kepada ibunda merylin, ibundanya mengizinkan merylin pergi asalkan od menjaganya dengan baik. Od juga membeli beberapa baju untuk dikenakan nanti oleh mereka berempat di villa.
"kita sudah dekat.. itu villa milik ayahku" ~od menujukannya dari dalam kereta kuda.
"waah.. od.. itu sangat besar.. " ~muka sagita menempel di jendela.
"tuan, itu mirip seperti kastil daripada villa.." ~ucap natalia.
"ya.. aku melihatnya seperti kastil" ~tambah merylin.
"ahh.. kurasa begitu, namun itu tetaplah villa menurut ayahku.. dia memang sedikit aneh.." ~jawab od.
~
"oood.. anaku.. aku sudah menunggumu dari 100 tahun yang lalu.. buahahahaha.."
"kita hanya berpisah selama 8 jam saat aku sekolah ayah.. hahh.." ~menghela nafas.
"tapi aku seperti menunggumu selama itu.. buahahaha.. "
"ada apa ayah? kau sampai menyuruhku ke sini?"
"natalia ajak sagita dan teman od untuk masuk kedalam duluan.. nanti aku dan od menyusul.."
"baik tuan galzio.." ~jawab natalia.
"sepertinya ada hal yang dangat penting sampai kau ingin mereka tak mendengarkan percakapan kita.." ~ucap od.
"itu benar.. nah od, aku menyuruhmu kemari untuk melatih mata sihir iblismu agar kau bisa mengendalikannya dengan baik" ~galzio memberikan pedang kepada od~ "ini adalah de javu, pedang yang bisa memanipulasi ingatan. jika kau menggunakan pedang ini dan jika musuh terkena pedang ini walau hanya tergores sedikit, musuhmu akan terpengaruh oleh ingatannya sendiri yang terus berulang-ulang.. emm.. seperti contohnya dia melakukan gerakan yang selalu sama tanpa dia menyadarinya.. juga pedang ini bisa berubah wujud menjadi manusia jika penggunanya memiliki mana yang sangat-sangat melimpah dan cocok dengan mana pedang ini.. itu juga jika pedangnya mau mengakui tuannya sih.."
"ini pedang yang mengerikan jika aku sendiri terkena luka dari pedang de javu.." ~ucap od.
"tentu tidak od.. jika pedang ini mengakuimu sebagai tuannya, maka dia takan pernah bisa jauh darimu.. kau takan pernah bisa terluka oleh pedang ini.."
"ini pedang yang sangat indah.. sisi tajam yang berwarna merah dan sisi lainnya berwarna hitam.. (..) emm tunggu..!! apakah pedang de javu yang selama ini kau cari? aku mengingat saat dulu kau membawaku dari gurun, kau bilang padaku jika kau sedang mencari pedang yang hilang.."
"itu benar, de javu pernah hilang karena aku memaksa dia untuk merubah wujudnya menjadi manusia.. tapi selalu gagal, dan akhirnya dia menghilang secara tiba-tiba. aku mengulurkan bayak uang untuk tim ekspedisi dan sekarang telah kutemukan.. ini pedang yang sangat berharga od.. aku ingin kau memakai pedang ini, jika pedang ini berubah wujud dan mengakuimu sebagai tuannnya itu nilai plus untukmu.."
"baiklah ayah.. bagaimana aku bisa memanggil wujud manusia de javu?" ~membalik-balikan de javu.
"bawa de javu tidur bersamamu, namun sebelum kau tidur berikan sedikit sihirmu kedalam gagang pedang ini.. de javu akan menarik terus sihirmu selama kau tidur. jika berhasil, dia akan berubah menjadi wujud manusianya di pagi hari nanti.."
"baiklah.. akan kulakukan.." ~od memakaikan de javu di belakang punggungnya.
"ayo kita masuk od, hari sebentar lagi akan malam.." ~galzio merangkul pundak od dan pergi masuk ke villa bersama.
~
"tuan galzio.. apa yang harus saya lakukan sekarang?" ~tanya natalia.
"tidak ada perintah dariku natalia.. kau milik od.. namun od terlihat ingin menyuruhmu untuk mengajak sagita dan merylin mandi bersama.. bukan begitu od?" ~galzio mengidapkan mata ke arah od.
"ee? ah.. itu benar.. pergilah ajak yang lain mandi bersama di pemandian belakang.."
"baik tuan muda od.. saya permisi.."
Bisik galzio~ "od, aku tau masa mudamu kurang menggairahkan.. jadi cepatlah intip mereka berendam.. kukuku..." ~galzio tertawa jahat.
"wa.. berisik ayah.. aku tak akan melakukan itu.." ~jawab od
"cih.. pantas saja kau masih perjaka.." ~menyindir od.
~
Od berjalan hendak menuju kamarnya dan melewati pintu pemandian, od berhenti sejanak~ "..."
"uhhhk.. tidak-tidak.. apa yang aku pikirkan.." ~tanpa di sadari sagita, natalia dan merylin berada di belakang od.
Mereka baru akan memasuki pemandian~
Dengan tatapan yang curiga merylin berkata~ "umhh.. od.. apa yang akan kau lakukan di depan pemandian wanita?"
"wuaaa.... ka~kalian..!! ummmmh.. a~aku tidak akan melakukan sesuatu seperti itu.."
"apa od akan mandi bersama..!?" ~triak sagita yang senang jika od bergabung~ "ayo od.." ~di tarik sagita.
"TUNGGU..!!" ~triak natalia dan merylin.
"sa~sagita, lelaki tidak boleh mandi bersama wanita jika dia belum menikah..!!" ~ucap merylin yang panik.
"itu benar sagita.." ~ucap od yang memastikan sagita.
"umm..? apa benar begitu natalia..?" ~sagita cemberut.
Natali dengan sedikit malu menjawab~ "bu~bukan begitu.. ta~tapi jika od akan mandi bersama dengan kita, a~aku harus membersihkan tubuhku lebih dulu seblum od ma~masuk ke dalam"
"a~apa..!!" ~merylin berteriak namun dengan muka yang memerah.
"wu~wuaa.. na~natalia..!!" ~od yang panik.
"ayo.. ayo.. tidak apa od, kak natalia dan kak merylin.. jangan malu-malu.." ~sagita mendorong ketiganya ke dalam pemandian dan menutup pintu pemandian dengan sihir es nya agar tak bisa ada yang pergi keluar.
Di dalam pemandian.~
__ADS_1
Next - Latihan dan Pedang (chapter 2)