
Di pagi hari, hujan mengguyur seluruh pulau iblis~
Od meminta kepada pengawal untuk memanggilkan kereta yang lebih besar agar cukup untuk 8 orang, jalan menuju sekolah sedikit sepi karena hujan yang sangat deras.
"sedikitnya orang-orang tetap bekerja" ~begitu yang od ucapkan.
Kereta berhenti di depan sekolah, od dan yang lainnya turun dari kerta berjalan menuju pintu masuk sekolah. Wiliona tak menampakkan dirinya atau bisa di sebut dia bersembunyi di dalam segel od berkata~ "yang mulia, apakah ini sekolah anda?" ~tanyanya.
"ya, ini adalah sekolahku wiliona.."
"orang-orang disini sangat lemah untuk disama ratakan dengan yang mulia, kenapa yang mulia ingin bersekolah disini?"
"ini adalah salah satu sekolah unggulan wiliona.. kurasa mereka bisa masuk ke sini karena bayak yang mempunyai latar belakang dari keluarga bangsawan iblis.. juga.. kurasa mereka tidaklah lemah, namun kau saja yang tidak seharusnya membandingkannya denganku.. hahaha.." ~ujar od.
"fufufu.. itu benar, aku salah.. seharusnya aku tidak membandingkan mereka dengan yang mulia, mereka hanyalah keroco dan para serangga.. maafkan aku yang mulia.."
"kau tak seharusnya meminta maaf wiliona, kau hanya tidak mengetahuinya saja.."
~
Pengumuman turnamen UNKE telah di pajang di dinding pengumuman sekolah dalam bentuk poster yang menarik, od mengabil pendaftaran turnamen di loket~ "aku ingin mengambil pendaftaran ini.. aku minta 6 lembar"
"apakah kau mengabilkannya untuk temanmu?"
"ya, temanku berjumlah 5 orang"
__ADS_1
"baiklah, tolong isi nama di sebelah sini berserta kelasnya.. kau harus mengisi itu sesuai identitas kartu pelajarmu ya, dan tolong baca juga peraturan di balik kertas ini.."
"baiklah.."
~
Od mengambil kertas itu lalu membagikannya kepada yang lain kecuali de javu dan wiliona. De javu tak menampakkan wujud manusianya sedari awal dia ikut bersekolah dengan od, dia berubah menjadi familiar naga kecil dan wiliona bersembunyi di dalam segel light E od~ "ini juga merupakan rencanaku, aku akan menggunakan de javu sebagai senjataku dan menggunakan mana wiliona untuk menciptakan mode penguasa tertinggiku aktif.. aku akan menggunakan sedikit mode penguas tertinggiku di dalam turnamen.. itu bukan hal yang terlalu buruk bukan.." ~dalam hati od.
Od ingin segera memenagkan turnamen itu secepatnya, dia tak tertarik dengan nominal uang yang diberikan untuk pemenang pertama dalam turnamen, namun dia menginginkan anting sirius untuk latitude kartika.
Dengan tatapan tajam od melirik ke arah luar jendela dan berkata~ "ayo.. kita hancurkan semuanya.."
~
Di siang hari cuaca mulai cerah, pelajaran disekolah sangat membosankan menurut para latitude kartika. Mereka telah menguasa bayak sihir dan skill dari od, dengan latihan yang od berikan kepada latitude kartika, mereka semua dapat membasmi 100 tentara dengan sekali tebas.
"ayo kita pulang.."
Di kerajaan althaban~
Kehidupan masyarakat di kerjaan althaban sangat kacau, rakyat biasa yang dulu hidup rukun dan makmur sekarang berubah menjadi kehancuran dan penuh dengan kekerasan. Bangunan di sana sekarang sangat kumuh, pencuri dimana-mana, pembunuhan menjadi hal yang biasa, orang tua yang dulu hidup tentram sekrang harus berani membunuh demi melindungi anak-anaknya, pajak yang sangat tinggi dan makanan yang sulit di dapatkan bahkan untuk para bangsawan sekalipun. Raja austin yang sudah sepenuhnya terpengaruh oleh kaisar uburus, sekarang dia tak peduli dengan rakyatnya. Raja austin, dia sekarang lebih memilih untuk mengikuti hasratnya yang ingin menggenggam dunia di tanganya walaupun dia tak tak sadar jika kaisar uburus telah mencuci otaknya. Sekarang dia tak memiliki satupun keluarga, setiap harinya dia hanya memikirkan tentang wanita, harta dan tahtanya.
"begitu gelap kehidupan di althaban sekarang.." ~ucap pengembara tua yang baru tiba di kerajaan althaban~ "dulu.. ini adalah kerajaan yang makmur, indah dan para masyarakatnya begitu ramah.. namun.. namun sekarang semuanya berubah, negri yang sangat kacau.. walaupun aku hanya seorang pengembara yang tak memiliki tempat tinggal tetap, namun aku sangat sedih melihat semua ini.."
Pengembara tua itu berjalan menuju istana raja austin, dia membawa tongkat, jubah dan tudung lusuh. Melirik ke kanan dan kiri, itulah yang dia lakukan sepanjang jalan~ "austin, sepertinya kau telah di kendalikan dia.." ~ucap pengembara tua itu.
__ADS_1
Para perampok hanya memperhatikan pengembara tua itu, mereka berfikir dia hanyalah manula tua tak punya harta yang sedang tersesat~ "hai pak tua, apakah kau tersesat.. hahaha.." ~para perampok yang meledeknya. Namun pengembara itu mengabaikannya dan tetap berjalan~ "hey hey hey.. kau berani mengabaikan kami?" ~ketua perampok itu mendatangi pengembara tua itu dan menghadang jalannya~ "apakah kau tuli?" ~saat pengembara itu di tarik bajunya oleh ketua perampok itu tiba-tiba~
Fushh..~ suara angin yang meniup kuping ketua perampok, seketika ketua perampok itu mati.
"he~hey.. apa yang terjadi pada ketua..!? apa yang kau lakukan bajingan..!?" ~perampok yang berjumlah sekitar 10 orang mencoba membunuh sang pengembara namun~
Fushh..~ suara aingin itu terdengar lagi, semua perampok mati dengan cara yang sama.
"ya ampun, pemuda disini sudah kehilangan tatakrama.." ~lalu pengembara tua itu melanjutkan langkahnya ke istana.
~
Tiba-tiba pengembara itu sudah berada di depan pintu masuk ruang tahta raja austin.
"kau terlihat berantakan austin.." ~pengembara itu melihat raja austin yang sedang memperkosa bayak wanita muda.
"siapa kau..!? beraninya kau masuk dan memanggilku tanpa sebutan raja..!" ~triak austin.
"ini belum terlambat untuk memperbaiki semuanya jika kau ingin kembali seperti dulu austin.."
"jawab pertanyaan ku sialan..!! siapa ka-" ~raja austin menghentikan ocehannya, dia terkejut melihat bahwa pria tua itu adalah..
__ADS_1
Next - Terbentuknya Kekuatan Baru (chapter 3)