OD FAN GAL : The Child Raised By The Demon King

OD FAN GAL : The Child Raised By The Demon King
#9. Perjalanan Menuju Pulau Monster (chapter 2)


__ADS_3

"tuan, aku sudah menyiapkan kereta untukmu.."


"trimakasih natalia, apa kau ingin ikut bersamaku?"


"a~aku? aku ikut pergi bersama tuan? hanya berdua? i~itukan.." ~muka natalia memerah.


"ada apa natalia? aku hanya menawarkannya saja, jika kau tak ingin ikut pergi itu tidak apa-apa.. lagian kau sedang sibukkan.."


Wajah natalia sedikit menyesal~ "a~umm.. i~iya tuan.. aku harus membantu yang lain mempersiapkan keberangkatan kita ke pulau itu"


Od mengelus kepala natalia~ "tetap semangat natalia.. jika nanti kita bisa menguasai pulau itu, kau akan ku ajak pergi ke suatu tempat berdua.."


Mata natalia berbinar, tangannya mengapal~ "su~sungguh? sungguh tuan akan mengajakku hanya berdua?"


Od berjalan ke arah kereta, dia melambaikan tangannya~ "ya natalia.. baiklah, aku akan segera berangkat.. bilang kepada yang lain aku sudah pergi.. dan bilang juga maaf aku tidak bisa pamitan kepada yang lain, aku tak mau mengganggu pekerjaan mereka.."


"baik tuan..!!" ~natalia yang tersenyum melambaikan tangannya kepada od~ "sampai jumpa tuan.. cepat kembali ya.. fufufu.."


~


Sementara itu tim ekspedisi talah menemukan setengah dari bahan-bahan yang albert minta~


"astaga, aku sudah sengat lelah.. sampai-sampai kakiku terus bergetar.." ~geord bersandar di sebuah pohon di hutan.


"istirahat dulu saja bos, kau terlalu bayak memakai kekuatanmu bos.. kau tak henti hentinya memakai sihir dan skill khususmu itu.."


"ya.. itu wajar, karena kita adalah tim ekspedisi profesional dan dangat dipercaya oleh bayak negri.."


"itu berkatmu bos, kau sangat keren.."


"hah.. ya, setidaknya kita bukan pecundang seperti dulu lagi.."


Anak buah geord menundukkan kepalanya dengan wajah yang sedih~ "hiks.. itu benar bos.."


~


Od sampai di depan istana galzio~


"huff.. sampai.." ~menyusut keringatnya.

__ADS_1


Od berjalan memasuki istana, namun para penjaga, maid dan penghuni istana yang lainnya sedikit menjaga jarak kepadanya, dengan tatapan yang sedikit mengganggu od 2 maid yang sedang memperhatikannta bicara~ "i~itu tuan muda od.. a~ayo kita pergi" ~biasanya mereka mengucapkan sesuatu atau menyapa od.


"ada apa dengan mereka!?" ~od tak terlalu memikirkannya, od masuk kedalam istana dan bahkan penjaga pintu dalam pun tak menyapanya, mereka hanya berdiri tegak sedangkan satu orang yang lain membukakan pintu.


"ini.. sedikit aneh.." ~dia bilang. Saat od berada dalam istana tak seorangpun yang berada dilantai bawah.


"kemana orang-orang, mungkinkah sedang mengadakan rapat? aku akan ke lantai 3" ~setelah dia sampai di lantai 3~ "aku merasakan mana asing, siapa orang ini!?" ~od membuka pintu.


Begitu terkejutnya dia melihat galzio sedang berbicara dengan utusan dari kerajaan althaban~


"apa maksudnya ini ayah?"


Galzio terkejut, mukanya sangat pucat saat melihat od berada di depan pintu~ "a~ahh od.." ~wajah galzio yang terlihat seperti mencoba menutupi sesuatu~ "k~kau sudah pulang nak.


"jawab pertanyaanku tua bangka.." ~dengan tatapan tajam mata penguasa tertingginya od mengintimidasi ayah angkatnya sendiri.


Galzio sangat terintimidasi olehnya, semua tubuh galzio bergetar, keringatnya sangat bayak dan telihat wajahnya yang sangat pucat~ "tu~tunggu od.. a~aku bisa menjelaska-"


DOOM..!!~ od memukul perut galzio dengan tiba-tiba.


"HUEKKKKKKKK..!!" ~dari mulut galzio keluar bayak darah, matanya memerah lalu dia terpental ke arah dingding hingga hancur.


"o~od.. ma~maafkan aku.. a~aku.. aku.. ini.. ini tak seperti yang kau bayangkan od.."


Od melompat dari lantai 3 ke luar dingding dan menghampiri galzio sembari membawa utusan dari kerajaan althaban itu, kaki dan tangannya od hancurkan sehingga utusan itu tak bisa melawan. Saat od lebih dekat dengan galzio yang terbaring kesakitan~ "PERSETAN DENGAN SEMUA OMONG KOSONGMU" ~galzio tak sempat menyembuhkan dirinya sendiri karena terlalu takut dengan od. Sedangkan penjaga, maid dan penghuni istana yang lainnya tak bisa berbuat bayak, hanya bisa berlindung di tempat yang menurut mereka paling aman dari serangan od.


"apa aku tak bisa mempercayai seseorang di dunia ini ayah?" ~galzio terdiam~ "apa aku harus hidup dengan membunuh orang-orang terdekatku?" ~od mencengkram kerah baju galzio dan mengangkat tubuh galzio dengan tangan kanannya.


"o~od.. maafkan aku, tapi.. tolong dengarkan aku.." ~perutnya terus mengeluarkan darah~ "di~dia adalah utusan kerajaan althaban tapi.. uhuk.. dia kesini dengan maksud yang lain.. uhuk.. althaban ingin berdamai dengan kita od.. dengan pulau iblis ini.. la~lagipula, tak bisa jika itu adalah utusan pembawa informasi dari kerajaan manapun untuk ditolak kedatangannya, i~itu berlaku di semua negri od.. wa~walaupun negri itu sedang dalam peperangan.."


Od yang tak bisa berkata-kata~ "cih.." ~od dengan penyembuhan istannya menyembuhkan utusan itu dan galzio~ "apa itu sebabnya para penjaga dan maid menjaga jarak denganku hari ini?"


"y~ya od.. mereka sangat ketakutan kepadamu, namun mereka mencoba menahannya sebisa mungkin.."


"hah.." ~od menutup kembali mode penguasanya, dia bertanya kepada utusan dari kerajaan althaban itu~ "apa maksudnya austin mendeklarasikan perdamaian dengan bangsa iblis di pulau iblis ini? jawab aku bajingan!"


"i~itu.. karena raja austin sudah lelah berperang tuan od.."


"hah? dia? berengsek!" ~od melempar sang utusan itu~ "jika itu adalah kebenaran atau hanya akal busuknya saja, aku akan tetap membunuh austin.. ingat itu berengsek! dan kembalilah ke negri sampah itu!"

__ADS_1


"hiiiik.." ~sang utusan itu berlari ketakutan~ "ba~baik" ~sambil berlari menjauh dari od.


~


"bangun ayah, aku akan membicarakan sesuatu denganmu.. aku tak mempunyai bayak waktu.."


"ba~baiklah nak.. sebentar.." ~galzio menyuruh penjaga dan maid untuk~ "persiapkan ruangan untuk aku dan od, ruangan tertutup.. segera!"


Dengan ketakutan para penjaga dan maid itu menjawab~ "HA!" ~segera mereka masuk kedalam istan dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk od dan galzio.


Setelah selesai~


"jadi ayah.."


"ya~ya od? ada apa? sepertinya kau akan membicarakan sesuatu yang sangat penting.."


"ya.. namun sebelumnya aku ingin meminta maaf kepadamu atas perlakuanku tadi, sebagai seorang anak aku sangat menyesal atas tindakanku sendiri.."


"ya od.. aku lega kau sudah kembali seperti od yang biasanya, namun jangan kau meminta maaf kepadaku.. walaupun aku ayah angkatmu.. namun.. namun kau adalah seorang penguasa tertinggi dengan mode ke 4"


"baik, aku akan melanjutkan pembicaraan ini langsung ke topik utamanya.." ~kedua tangan od menyentuh meja di hadapan mereka berdua~ "aku akan menaklukkan pulau monster timur dengan para pasukanku.."


Galzio terkejut dan langsung berdiri~ "APA!? APA YANG KAU MAKSUD OD!? DAN.. APA RENCANAMU!?" ~galzio duduk kembali~ "ma~maafkan aku od.. aku terlalu terkejut mendengar dirimu yang akan menaklukkan pulau itu.. tapi, ya.. itu terserah padamu od.. aku tak tau untuk apa pulau itu untukmu, mungkin kau akan membuat negara baru atau hal lainnya.. tapi aku tak akan menanyakan lebih jauh tentang hal itu.. aku hanya ingin tau hasil akhirnya saja.. buat aku terkejut od.." ~galzio tersenyum.


"baik ayah, aku akan kembali dengan kejutan.." ~od berdiri dan membungkukkan badannya~ "aku permisi ayah, maaf pertemuan kita sangat singkat.. aku tak memiliki bayak waktu lagi.."


"tak apa od, melihatmu sehat saja aku sangat senang od.."


"baik ayah.. aku berangkat!"


"hati-hati od.."


"ya.."


(hampir tiba saatnya od, ursa major, ursa minor, canis major, canis minor dan pleiades berangkat ke pulau oots oqry)



__ADS_1


Next - Perjalanan Menuju Pulau Monster (chapter 3)


__ADS_2