
Desa iora adalah desa para demi human dengan jumlah ras terbanyak, berbagai jenis demi human serigala, anjing, kucing, kelinci, beruang ada di desa iora. Sagita oshin adalah manusia setengah srigala yang berusia 10 tahun dari anak pemburu zora oshin dan olive oliviera, sagita tumbuh menjadi srigala pemburu tangguh seperti karakteristik setiap jenis demi human. Demi human ras srigala mempunyai kemampuan spesial dalam berburu, keturunan dari singa sang raja hutan biasanya menjadi kepala desa dan ras dari kangguru memiliki keunggulan dalam bertarung menggunakan tangan kosong. Boger adalah beruang berumur 30 tahun penjaga keamanan yang di tugaskan menjaga gerbang selatan desa, dia sangat akrab dengan sagita karena sagita sudah lama di asuh sejak masih berumur 5 tahun. Ketika ayah dan ibu sagita berburu, boger lah yang menjaga sagita di pintu gerbang selatan menunggu ayah dan ibunya selesai berburu.
Saat itu awal musim salju, anak-anak keluar bermain dan berlari, para pengrajin sedang mengasah pisaunya dan para penjaga sedang tertawa bersama. Keadaan di desa iora yang damain terkadang membuat para pelancong yang menyewa penginapan berfikir seperti menjadi rumah kedua baginya, mereka kebayakan sudah nyaman di desa iora.
Sepasang suami istri dari ras srigala es yang pergi ke arah luar gerbang selatan, menuntun anaknya yang masih kecil membawa perlengkapan berburu mereka mendekati seorang penjaga gerbang.
"Nak tunggulah bersama paman boger di depan pintu gerbang, ayah dan ibumu akan berburu masuk ke dalam huntan mencari rusa atau babi hutan di sana"
"Um.. aku akan menunggu ayah dan ibu, jadi cepatlah pulang.."
"Humm.. ibumu takan membuang waktu di dalam hutan" ~ibunya mengelus kepala sagita.
"Ayah.. ibu.. kapan aku bisa ikut berburu bersama kalian?"
Ayahnya menjawab~ "tunggu saat kau sudah tumbub lebih dewasa, kau yang sekarang dengan tubuh kecilmu tidak akan bisa pergi.. jadi cepatlah dewasa.."
"Umm.. besok seharusnya aku bisa lebih tinggi.."
Olive tertawa~ "Hahaha.. itu baru anak kesayang ibu.."
Zora menyuruh boger untuk mengasuh sagita selagi mereka berburu~ "aku titip sagita sebentar boger, aku akan mencari ikan untuk jasamu ini" ~menepuk bahu boger.
"Hahaha.. tentu saja kawan, kau bisa mengandalkanku.."
"Baiklah jika begitu kami akan berangkat.." ~ucap ayah sagita.
"Hati-hati ayah.. ibu.." ~sagita melambaykan tangannya.
~
Hari menjelang sore, ibu dan ayah sagita biasanya pulang saat matahari akan terbenam.
Tiba-tiba..
Siyutt.. siyutt.. siyutt..~ anak panah menghujani desa iora..
Anak-anak berlari, para orang tua membalas serangan panah itu dan para penjaga menutup semua pintu gerbang.
"Tidak..!! Ibu... Ayah..." ~triak sagita
Boger yang panik penutup pintu gerbang dengan terburu-buru, dia lupa membawa sagita masuk kedalam.. suara dentuman dan ledakan membuat tangisan sagita tak terdengar kedalam, ditambah hujan salju yang lebat dan pintu yang tebal membuat suara menjadi sulit di dengar.
"Tolong..!! Ibu.. ayah.. tolong aku.." ~sagita terus menangis.
Lalu dia berlari menjauh dari gerbang berharap dia akan selamat.
"Ibu... Ayah.. dimana kalian?"
Sagita terus berlari dan berteriak yang membuat dia diketahui oleh para penyerangan desa.
Seseorang berlari ke arah sagita membawa jaring~ "Haa.. mau kemana kau gadis kecil.. 5 sudah tertangkap..!!! Hahahaha.."
"Bagus.. bawa mereka pergi dari sini..!!" ~seseorang yang berbicara dalam kabut.
Sagita mencoba lari dengan cara memotong jaring itu menggunakan kuku es mliknya, namun orang yang membawanya masuk kedalam hutan menyadarinya dan memukul kepalanya hingga sagita tak sadarkan diri.
~
Jauh berada di dalam hutan dia sudah siuman. Sagita berada di dalam gubuk, perlahan memegang kepalanya yang sakit dan duduk~ "di~dimana ini?"
Matanya yang buram akibat kepalanya di pukul, perlahan mulai membaik.
"Haha.. ya.. ya.. seperti itu.. kau sangat nikmat.." ~siluet seseorang sedang melakukan sesuatu.
Sagita melirik ke arah bawah lelaki itu~
..
"kyaaaaa.....!! Ibu..!!" ~melihat ibunya yang terbujur kaku sedang di perkosa oleh para lelaki yang menculiknya, olive ibunya meneteskan air mata di hadapan sagita.
"Tidakk..!! Tidak..!! Lepaskan ibu..!! Lepaskan aku dari sini.. ayah tolong aku..!!"
Sagita mulai berdiri, dia melihat sebuah mayat yang tadinya terhalang dari arah depan tubuh ibunya. Itu adalah mayat ayahnya..
__ADS_1
"Ayah..!!" ~emosi sagita meluap, tangisan yang keras darinya membuat salju diluar mulai membentuk pusaran badai tornado. Angin berputar mengelilingi gubuk dan menerbangkannya ke atas, sagita berlari ke arah orang yang memperkosa ibunya dan membunuh orang itu hanya dengan satu jari telunjuk.
Dari arah belakang seorang lainnya menembakan bius tepat di leher sagita yang membuat dia lemas dan mulai kehilangan kesadarannya. Sagita terjatuh di hamparan salju yang mulai turun kembali ke bawah, tornado mulai menghilang.
~
"Ibu.. ayah.." ~sagita yang bermimpi lalu terbangun.
"Umh.. dimana ini?"
Terdengar percakapan antara 2 orang~
"Lihatlah dia, dia memiliki kapasitas mana yang luar biasa"
"Ya, kau benar. Dia hampir membunuh 5 anak buahku semalam, aku akan menjualnya dengan harga tinggi. Apa kau akan menerimanya?"
"Berapa harga yang kau mau..?"
"35.000 sol.."
"Akan ku beli.. dia harusnya menjadi barang terbaik di tokoku.."
Terdengar jeritan sagita yang kesakitan. Dia mencoba melarikan diri dengan melepas kalung budak yang ada di lehernya..
"Aaaaaaaaaa...!! Sa~sakit..!!"
~
Sejak saat itu sagita di beli oleh seorang bangsawan untuk dipekerjakan di rumahnya, namaun sagita yang sangat susah di atur membuat dirinya menjadi tidak berguna. Dia tak mau menunjukkan shir dan keahliannya kepada siapapun, dia menjadi anak yang malas agar dia bisa bebas dari perbudakan. Namun nasib berkata lain..
Sagita sudah di beli 36 kali dan dijual kembali, harga untuk dirinya terus menurun walau dia sebenarnya sangat kuat. di berkali-kali disiksa dan di pukul namun Itu strateginya untuk lepas dari perbudakan, sagita sudah berada di penjara budak selama 1 tahun. Tubuhnya yang sangat bau dan kotor membuat keberadaannya terlihat sangat tidak dibutuhkan, setiap kali dia akan di mandikan dia selalu meronta mencakar siapapun yang berani mendekatinya. Akibat dia yang terus memberontak dia terbiasa dengan setruman dari kalung budak.
~
"Aku ingin dia.."
Disitulah od datang menemuinya..
~
"siapa anak demi human ini?"
Od menjawab~ "dia adalah sagita oshin, dia adalah demi human jenis serigala es.. coba tolong aktif mata sihir iblis ayah dan lihat ke arah gadis itu"
Galzio yang sedikit bingung lalu mengaktifkan matanya dan terkejut melihat mana sagita yang melimpah~ "ini sangat mengejutkan, dia memiliki mana yang melimpah sepertimu od. Walaupun manamu jauh lebih melimpah dari gadis itu.."
"Itu sebabnya aku membelinya, aku akan ajarkan dia segala jenis sihir yang ku kuasai. Dan aku ingin ayah melepaskan kalung perbudakan yang dia pakai.."
"Apa kau yakin od?"
"Tenang saja, aku sudah memblokir semua pintu di kamar ini. Setelah kau melepaskan kalung budak ini, rapalkan mantra sihir untuk membuat kontrak kebebasan agar dia tidak bisa dijadikan budak lagi"
"Hemm.. baiklah.." ~galzio mengangkat kedua teangannya ke arah sagita.
"Hccrens odlnh..!!" ~kalung perbudakan pun terbuka
"Dlak sunh ob ish..!!" ~kontrak kebebasan dibuat dengan sebuah tanda daun semanggi biru di leher sagita.
"Uhh..??" ~sagita kebingungan.
"Aku sudah menuruti keinginamu, sisanya terserah kau od.. ayah ingin makan" ~galzio pergi dari kamar od.
"Se~sebenarnya apa maumu?" ~sagita merangkak di atas kasur sedikit mendekat ke arah od.
"Sudah kubilang aku membutuhkanmu.."
"Aku bukan orang yang bisa kau butuhkan, aku kotor dan bau.. aku tidak bisa berbuat apa-apa.." ~sagita berusaha meyakinkan od.
Lalu od mendekat dan memeluk sagita..
"He~hentikan ini.. apa.. apa yang kau lakukan? aku bau dan kotor.. seharusnya aku menjijikan untukmu.. lepas.. lepaskan aku..!!" ~sagita sepenuh tenaga mencoba keluar dari pelukan od, namun itu sia-sia karena od jauh lebih kuat dibandingnya.
"Tenanglah, aku tau perasaanmu saat ini.. aku megerti kau ingin bebas.. maka dari itu kau aku bebaskan asalkan kau menjadi pelayan pribadiku.."
__ADS_1
"Jika aku menjadi pelayanmu, itu bukan kebebasan namanya bodoh" ~sagita terus mencoba melepaskan pelukan od.
"Tidak.. jika kau bersamaku, kau akan bebas.. aku janji untuk itu.."
"Apa jaminanmu kepadaku hah..!?"
Od menatap wajah sagita dari jarak yang sangat dekat dan mengatakan dengan lembut~ "kontrak kebebasan mu.."
Sagita yang tadinya terus berontak, seketika diam mematung dan mulai meneteskan air mata. Tak lama dia mulai menangis dengan keras dan memeluk od.
"Huaaa.... kenapa? kenapa jadi seperti ini..!? ayah.. ibu.." ~pelukan yang hangat diberikan od kepada sagita yang terus menangis.
~
Setelah sagita tertidur di pelukan od, od memanggil maid untuk membersihkan kotoran dan bau pada sagita.
"Hemm.. setelah dia bangun, dia harus tetap dimandikan sepertinya.."
Od berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Hingga jam 7 malam sagita baru terbangun dari tidurnya. Meneriaki od yang tiba-tiba hilang dari sisinya~ "od..!! od...!! od...!!!!!" ~maid yang berada di dekat sagita pada saat itu tak berani mendekat karena sagita begitu histeris..
Od yang panik berlari lalu bertanya~ "ada apa sagita..!?"
"Od...!! od.. od bodoh.. jangan tinggalkan aku sendirian.." ~sagita berlari dan memeluk od.
"Maafkan aku, aku baru selesai mandi dan aku lapar.. apa kau lapar juga?" ~mengelus sagita yang masih memeluknya.
Sagita mengangguk dan menjawab~ "umm.."
"Kalau begitu ayo kemari.."
Sagita terus memegang baju od memastikan dirinya tidak menjauh darinya. Saat itu di meja makan ada galzio~ "kau sudah baikan rupanya gadis kecil". Namun sagita menghiraukannya.
"Sagita.. itu adalah ayahku, dia adalah iblis yang baik.. jadi kau jangan menghawatirkannya.."
"Aku hanya mau od.." ~menenggelamkan mukanya kedalam baju od.
"Ahahahah.. Kau memang sangat ahli jika berurusan dengan gadis.. od.. hahahaha..." ~galzio terbahak-bahak.
"Hufh.. ayah.." "tak apa, setelah kau makan kau harus mandi ya.."
"Dengan od?" ~wajah sagita memerah.
Galzio yang mendengar itu tertawa~ "hahahaha.. ya gadis kecil, kau akan berendam bersama anakku.."
"A~ahahaha.. tentu tidak sagita.." ~jawab od
sagita terdiam dan melihat ke arah od dengan tatapan berharap dan sedih~ "humm.."
"Astaga... baiklah"
Sagita tersenyum~ "fufufu.."
Sementara di pikiran od~ "yaampun.. ini bukan berarti aku mesum.. ingat dia hanya gadis berumur 10 tahun.. ya 10 tahun.. dia 5 tahun di bawahku"
"Aku selesai od.." ~dengan cepat sagita menarik tangan od~ "ayo od.. dimana kamar mandinya?"
"baiklah-baiklah.. ayo.."
titut.. titut.. titut..~ (a~ahh..)
Setelah kembalinya mereka berdua dari kamar mandi, wajah od sangat pucat menahan energi kehidupan yang tak bisa di tahan walau sekuat apapun dia.
Dalam pikiran od~ "si~sial hanya dengan melihat wajah sagita a~aku mengeluarkannya.. untung aku sedang berada di dalam air dan sagita tidak menyadarinya karena dia belum mengerti.. sial.."
Setelah od mengganti pakaiannya, sagita masuk ke kamarnya dan~ "aku ingin tidur bersama od.."
Next - srigala liar chapter 2
__ADS_1