Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
identitas kayla


__ADS_3

Mereka bertiga pun berlalu dan menuju ruang ceo dimana Angga berada.


Bella langsung berlari ketika pintu itu terbuka dan langsung memeluk Angga dengan sangat erat.


"Papah......" Teriak Bella sambil berlari kecil, Angga pun terlonjak kaget mendengar teriakan Sang anak dan langsung berdiri menyambut nya dengan hangat.


"Anak papah dari mana? Hm.... kok gak bilang-bilang Ama papah kalau mau keluar?" cecar Angga ketika memeluk putri tercinta nya.


"Aku kesal sendirian di ruangan papah, papah kan sibuk dan aku udah janji gak akan ganggu papah" ucap Bella seraya menundukkan wajah nya tak berani menatap sang ayah.


Angga pun mengangkat dagu Bella agar anak itu menatap mata nya.


"Kalau sedang berbicara lihat orang nya nak bukan sepatu nya" kekeh Angga kemudian.


Kayla yang melihat kehangatan anak dan ayah pun merasa terharu, Kayla teringat akan sosok yang selalu melindungi nya dari apapun itu.


Angga tak menyadari jika di ruangan itu bukan hanya diri nya dan bella saja yang hadir melainkan ada seseorang yang sedang memperhatikan interaksi mereka berdua.


"Papah, Bella mau kenalin mamah Bella pada papah" ucap Bella dengan antusias nya tetapi tidak dengan Angga dia bertanya-tanya apakah dia salah dengar ucapan sang anak tau bagaimana?.


"Maksud kamu apa Bel? papah tak mengerti?"


"Kamu bertemu mamah kamu? dimana? Memang kamu pernah melihat nya?" lanjut Angga tak bisa menutupi keinginan tahuannya.


Bella pun meminta di turunkan dari gendongan sang ayah dan berlari menuju Kayla.


"Papah ini mamah Bella, Tadi dia yang membela Bella ketika di marahin sama perempuan waktu Bella muter-muter nyari ruangan papah" ucap Bella dengan air mata yang akan jatuh ke pipi.


Angga yang mendengar kalau anak tersayang nya dimarahi oleh salah satu atau lebih karyawannya pun kini melihat tajam ke arah Tio.


"Tio apa benar yang dikatakan oleh anakku?!" ucap Angga tegas.


Tio yang mendapat intimidasi dari atasannya pun hanya mampu menarik nafas dalam-dalam mencoba memberi pengertian kepada CEO nya ini.


"Jawab Tio!! aku tak ingin bertele-tele!!"


(Mampus aku..... ini CEO arogan kambuh) Tio membatin.


"B-benar tuan"

__ADS_1


"Beri mereka sangsi agar mereka tak semena-mena lagi terhadap putri ku" perintah Angga lembut tapi tegas dan menuntut.


"Baik tuan saya akan kasih mereka peringatan agar tak semena-mena lagi terhadap nona kecil"


Kini mata Angga teralihkan oleh sosok Kayla yang sedang berada di samping anak nya sambil menggenggam tangan mungil Bella.


"Kamu!!!" ucap Angga sedikit meninggi.


"S-saya tuan?"


"Iya kamu... Siapa nama kamu?"


"Saya Kayla tuan"


"Ngapain kamu di sini?"


"Papah, mamah mau nemenin Bella boleh kan?" ucap Bella tanpa beban.


Apa tadi Bella bilang? Mamah??? Angga tak salah dengar kan???


Angga bertanya-tanya sambil menatap anak nya yang mudah sekali memanggil orang baru dengan sebutan mamah.


"Bel... Dia bukan mamah kamu!" Tanpa Angga sadari dia meninggikan nada bicara nya kepada Bella sedangkan Bella yang mendengar nya pun menjadi ciut dan bersembunyi di balik punggung Kayla.


"Kamu mau mengajari aku ketika berbicara dengan anakku sendiri? Siapa kamu yang berani mengajari ku!!" Angga tak terima ketika orang luar seperti Kayla mendikte diri nya untuk mengajari Bella.


"Tapi maaf tuan itu tidak baik untuk psikologis nona Bella" ujar Kayla mengungkapkan pikirannya kepada Angga.


****


Di negara tetangga ada seorang kakek yang sedang gelisah karena sudah beberapa tahun ini dia tak bisa mengetahui kabar anak atau pun cucu semata wayang nya.


"Ozel bagaimana? Apa sudah ada informasi tentang cucuku?"


ungkap kakek tersebut ketika orang kepercayaannya itu menghadap diri nya.


"Maaf tuan saya mendapatkan informasi bahwa nona muda telah tiada bahkan suami nya juga" ucap ozel pada tuannya itu.


"Lalu bagaimana keadaan cucu ku sekarang? apa dia sehat? Dengan siapa sekarang dia tinggal?" pertanyaan bertubi-tubi di tunjukan oleh kakek Yui liu orang yang mempunyai usaha di berbagai bidang itu.

__ADS_1


"Temukan dia ozel.... Aku tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada keturunanku" ucap nya lagi.


"Baik tuan"Ucap ozel yakin, pasti dia akan menemukan cucu sang tuannya itu.


Maria liu adalah anak dari Yui liu dengan ibu berkebangsaan Indonesia asli, dia menikah dengan Yudi asal Indonesia yang tak mempunyai apapun tetapi dia mahasiswa yang cerdas di kampus nya Maria jatuh cinta tetapi Yui liu tak menyetujui pernikahan mereka dan akhirnya Maria memutuskan untuk memilih Yudi dan menjalankan kehidupan dengan sederhana tetapi kesederhanaan yang Maria jalani membuatnya bahagia.


Sedangkan Yui liu menghabiskan waktu nya dengan kesendirian tanpa siapapun di hari tuanya itu.


Maria merintis usahanya dengan sang suami dari nol hingga akhirnya mereka bisa hidup berkecukupan di desa tempat tinggal Yudi.


Hingga akhirnya Maria menghembuskan nafas nya di dekat Kayla kala itu dengan senyuman terakhir nya pada anak tercinta.


Hingga saat ini Yui liu dihinggapi rasa rindu yang teramat kepada anak nya bahkan cucu nya yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


"Aku harap kamu menemukannya dengan cepat ozel, Aku tak ingin terjadi sesuatu terhadap nya dan ingat jika kamu sudah menemukan dia jaga dia baik-baik dan lindungi dia" perintah tuan Yui liu pada orang kepercayaan ya selama ini.


Ozel hanya bisa menganggukkan kepala nya mendengar semua ucapan sang tuan besar itu.


(Kakek harap kamu selalu bahagia dimana pun kamu berada dan memaafkan kakek telah membuat kamu menderita selama ini) kakek Yui liu membatin sambil menatap keluar dari jendela balkon kamar nya yang berada di Tokyo.


***


"Heh kamu...." Angga memanggil Kayla ketika dia sedang asik bermain dengan Bella di ruangan Angga.


"Saya tuan?" tanya Kayla wajah nya begitu polos ketika mengucapkan nya membuat Angga gemas di buat nya


"Ada yang bisa saya bantu tuan?"


"Kamu buatkan aku kopi!!"


"Baik tuan, non saya tinggal dulu ya sebentar tak apakan?"


"Mau kemana mah? Aku ikut!" ucap Bella tak mau di tinggalkan sedetik pun oleh Kayla


"Aku hanya mau buatkan kopi buat tuan muda"


"Gak usah mah biar papah bikin sendiri biasanya juga papah bikin sendiri" ucap Bella mampu membuat Angga membulatkan mata nya dengan sempurna.


"Tak apa non lagian cuma sebentar aja" bujuk Kayla kepada Bella.

__ADS_1


Bella memasang wajah cemberutnya tak suka jika dia di ganggu oleh papah nya sendiri.


Kayla mengelus kepala Bella supaya anak itu mengerti karena sekarang dia sedang bekerja dan harus melaksanakan tugas yang diberikan kepada nya.


__ADS_2