
"Papah apa hari ini Bella boleh ikut ke kantor papah?" tanya Bella yang sudah menyelesaikan sarapan nya.
"Bukankah hari ini kamu masuk sekolah?" Bukan Angga yang menjawab melainkan nenek Puspa
Bella yang mendengar pertanyaan itu pun mengerucutkan bibirnya membuat siapa saja yang melihat gemas di buat ya.
"Nenek aku kangen Ama mamah, aku ingin di antar sama kaya teman aku nek" Bella menundukkan kepala nya menahan tangis yang akan segera dia letuskan.
Angga yang melihat anak nya merajuk pun tak tega untuk tidak mengabulkan keinginan itu tetapi bagaimana dia bisa menemukan Bella dan Kayla sedangkan Kayla tidak ada di kantor.
"Maaf sayang mungkin untuk saat ini kamu tidak dapat menemui Kayla" Angga berdiri lalu menghampiri anak semata wayang nya ini dengan mengusap kepala nya dengan lembut.
"Sudah Angga sampai kapan kamu sendiri lihat lah anak mu sangat merindukan kasih sayang seorang ibu" ucap nyonya Puspa.
Angga pun tak bisa menjawab ucapan sang mamah dia hanya diam melihat ke arah anak nya yang masih setia melihat kaki meja.
"Sayang.... Papah janji nanti kalau mamah Kayla datang papah akan minta dia menemui kamu ok" Angga berusaha membujuk sang anak agar tak sedih.
"Apa papah yakin kalau mamah Kayla akan datang? bagaimana jika mamah Kayla tak datang lagi? apa aku tak akan memiliki mamah?" pertanyaan bertubi yang di lontarkan oleh Bella membuat Angga berfikir kembali memang ada benarnya juga apa yang di ucapkan Bella tetapi dia akan mencari kemana Kayla saat ini untuk menyenangkan hati sang anak.
Angga tau tak mudah bagi Bella membuka hati kepada orang lain dan sampai saat ini Angga tak mengetahui bagaimana Bella bisa sedekat ini dengan Kayla.
"Papah harus janji akan menemukan mamah Kayla untuk Bella pah, Bella ga mau mamah lain selain mamah Kayla" ucap Bella lirih sangat lirih bahkan hampir tak terdengar oleh Angga.
"Apa kamu sangat menyayangi Kayla sayang? bukan kah masih banyak yang bisa menjadi mamah Bella?"
Angga menjeda ucapannya untuk melihat reaksi yang di timbulkan oleh Bella.
"Yang lain juga bisa menyayangi Bella..."
"TIDAK!!!" ucap tegas Bella menolah apa yang di ucapkan Angga barusan.
"Bella nggak mau mamah lain selain mamah Kayla" Mata Bella kini menatap sang papah dengan berkaca-kaca.
Angga yang mendengar bentakan sang Putri pun seketika tertegun tak menyangka akan reaksi yang di timbulkan nya akan seperti ini.
"Poko nya Bella mau mamah Kayla TITIK!!" Bella menekan kata terakhirnya agar Angga tak bisa lagi menyela ucapannya
__ADS_1
"Hm......" Hanya helaan nafas yang terdengar dari Angga saat ini.
"Papah usaha kan ya sayang, papah usahakan untuk mencari mamah Kayla" Angga kembali mengusap kepala sang anak agar emosi nya teredam dengan baik.
"Sekarang kamu sekolah dulu ya nanti kalau mamah Kayla tau anak kesayangannya ini ga mau sekolah pasti mamah kayla sedih ok cantik" bujuk Angga lagi pada sang putri
Kini Bella menuruti apa yang di ucapkan Angga dia pun akhirnya bersiap-siap untuk berangkat dengan sang pengasuh.
Di mension
Tuan Yui menemui Kayla yang sedang bersantai di halaman belakang mension.
"Kay ...."
"Kakek...." Kayla terkejut mendengar suara kakeknya yang sudah berada di samping Kayla.
"Apa yang membuat mu melamun?"
"Tidak ada kek" Kayla menatap lurus lagi melihat halaman yang begitu luas.
"Seandainya kamu sudah menikah halaman ini pasti akan ramai oleh cicit-cicit kakek" sambil tersenyum tuan Yui tak lepas memandang halaman itu seketika Kayla pun mengalihkan pandangannya ke arah sang kakek.
"Apa boleh aku keluar?" bukannya menjawab Kayla malah memberikan pertanyaan yang membuat tuan Yui tertawa terbahak-bahak.
"Ya tentu saja boleh sayang kamu bebas keluar masuk mension ini, dan kamu juga bisa bermain keluar asalkan kamu tetap harus membawa pengawal"
"Kenapa harus dengan pengawal kek aku kan bisa sendiri, nanti aku nggak bebas kalo harus di awasi terus" Kayla merajuk kepada sang kakek dan itu membuat tuan Yui gemas sekali di buatnya.
"Baiklah kalau kamu gak mau ga apa-apa hati-hati di jalan ingat jaga diri" Tuan Yui sambil mengulurkan sebuah kartu berwarna hitam.
"pin nya tanggal lahir ibu mu, apa kamu masih ingat?"
"Hm.... masih kek tapi kenapa kakek berikan aku kartu ini?"
"Dengan kartu itu kamu bisa membeli apapun yang kamu mau sayang" tuan Yui tersenyum hangat pada Kayla.
"Ok lah aku akan pergi ke mall saja"
__ADS_1
"Bawa supir Kay..... kamu belum bisa mengemudi"
"Iya kakek ku sayang aku akan bawa supir, terimakasih" Kayla berdiri lalu mencium pipi tuan Yui.
Tuan Yui yang mendapatkan perlakuan seperti itu pun terkejut di buatnya sampai-sampai dia tak bergerak dari tempat semula.
Tuan Yui seperti remaja yang sedang jatuh cinta, dia pun tersenyum sendiri karena perlakuan Kayla pada nya.
Ozel yang melihat tuan Yui tersenyum sendiri pun merasa heran di buat nya pasalnya tuan Yui sangat jarang sekali memperlihatkan senyum dan kebahagiaannya itu.
"Selamat siang tuan" ucap Ozel tiba-tiba dan membuat tuan Yui kaget.
"Hah.... Ternyata kamu Ozel..... Membuat aku kaget" Tuan Yui mengusap dada nya mendengar suara ozel tadi.
"Maaf tuan saya mengagetkan tuan"
"Sudah lah ada hal penting kah? Sampai kamu tak memberitahu kan aku kalau kamu kesini?"
"Iya tuan, tuan Wilson tengah mencari keberadaan nona Kayla" Seketika senyum tuan Yui surut dan tergantikan wajah tegas nya.
"Lalu apa lagi yang di lakukan anak itu?"
"Dia mengutus anak buah nya untuk mencari informasi tentang Nona Kayla"
"Terus awasi anak itu agar tak membahayakan kayla dan berikan pengawal bayangan untuk cucu ku jangan sampai kalian lengah sedikitpun aku tak mau terjadi apa-apa dengan cucuku" ucap tegas tuan Yui.
"Baik tuan saya akan laksanakan"
"Sekarang kamu temani Kayla dia ingin pergi ke mall" Tuan Yui menjeda ucapannya sambil menarik nafas berat.
"Kamu usahakan agar kepemilikan pindah atas nama Kayla, jika sesuatu terjadi pada ku maka dia akan langsung menjadi pemilik sah dari semua yang aku miliki"
Tak banyak berkata Ozel langsung menjalankan perintah tuan Yui.
"Kakek....." Kayla turun dari tangga dan ingin meminta ijin untuk pergi jalan-jalan.
Seketika itu pembicaraan mereka pun terhenti melihat Kayla melangkah ke arah mereka.
__ADS_1
"Cucu kakek sudah siap?" Hanya anggukkan kepala yang Kayla berikan kepada tuan Yui.
"Ozel akan menemanimu berjalan-jalan hari ini bagaimana? Tak ada bantahan kali ini Kayla!" tuan Yui tak mau di bantah kali ini dia sangat khawatir akan keselamatan cucu nya.