Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
titik terang wilson


__ADS_3

"Bagaimana? Apa ada perkembangan untuk apa yang aku perintah kan kemarin?" Ucap laki-laki yang sedang berdiri memandang keluar jendela.


"Sudah tuan, kami sudah menemukan orang yang tuan cari" ucap anak buah nya yang kini sedang memandangi diri laki-laki tersebut.


"Bagus..... Terus awasi dia jangan sampai hilang"


"Baik tuan" Laki-laki tersebut pun mengibaskan tangannya agar orang suruhannya itu meninggalkan diri nya sendiri.


"Aku akan mendapatkan apa yang aku mau dari mu paman" senyum sinis terbit dari laki-laki ini.


(Apa kalian bisa menebak siapa dia?)


Yupz benar sekali dia adalah Wilson yang menyuruh salah seorang pengawal kepercayaannya.


Ya Wilson adalah orang yang tak pernah puas akan sesuatu hal yang dia miliki.


Di sebuah mall


"Heh ada siapa ini......!!" ucap perempuan yang tengah berbelanja di mall tersebut ketika melihat Kayla berada di sana.


"Kamu memang punya uang beli di sini!!" Dengan suara yang meninggi untuk menarik perhatian orang sekaligus ingin mempermalukan Kayla di tempat ramai.


Kayla melihat sekilas orang yang berteriak di dekat nya itu.


"Heh apa kamu udah ga punya mulut ya!! Ga telinga kamu udah tuli ya, sampai-sampai aku panggil ga denger. Dasar adik durhaka kamu!!!" ucap Layla ya perempuan itu tidak lain dan tidak bukan adalah Layla yang tak sengaja bertemu dengan Kayla di pusat perbelanjaan.


Sedangkan pengawal bayangan yang di utus tuan Yui selalu mengawasi mereka dan merekam nya agar bisa memberikan semua informasi yang mereka miliki.


Karena malas Kayla tak memperdulikan apa yang Layla ucapkan dan melangkah menjauh dari nya.


Tapi berbeda dengan Layla dia menarik rambut Kayla dengan cepat membuat Kayla mundur ke belakang dan mengasuh kesakitan.


"Aduuuuh.... Apa-apaan sih kamu.....!!! Apa yang mau kamu lakukan sakiiit!!!" ucap Kayla menahan rasa sakit nya.


Dan pada saat itu pula pengawal bayangan itu mengelilingi Kayla untuk membantu melepaskan dengan sangat paksa.


"Eeeeh siapa kalian ngapain kalian membantu orang miskin ini... aduuuuh" Kini giliran Layla yang mengasuh kesakitan karena tangannya di cekal dengan kuat oleh salah satu pengawal Kayla


"Maaf nona kamu telat melindungi anda" ucap kepala pengawal itu.


"Tidak apa kamu tolong urus dia aku gak mau urusan lagi dengan orang ini"


"Baik nona"

__ADS_1


Sementara Layla yang mendengar perintah itu dari Kayla pun menjadi terbengong-bengong di buat nya.


"Heh Kay, kamu sekarang jadi simpanan om-om ya sampai kamu mempekerjakan pengawal seperti ini"


Layla pun terus saja mencerca,memaki dan memberontak di dalam cekalan para pengawal Kayla.


Sedangkan Kayla yang terus saja di teriaki berlalu pergi tak memperdulikan hal itu.


"Hem.... Jadi males buat jalan-jalan kalau kaya gini" Akhirnya Kayla memutuskan untuk pulang ke mension.


Di jalan dering telpon Kayla berbunyi.


Drrrrrt......


Drrrrrt......


Drrrrrt.....


"Hallo kek" Ternyata tuan Yui langsung menelpon Kayla dia menghawatirkan keadaan Kayla.


"Kamu baik-baik saja kan nak?" Suara di sebrang sana terdengar sangat mengkhawatirkan Kayla.


"Aku baik kakek" Kini Kayla paham kenapa kakek nya sampai meminta dia membawa beberapa pengawal, kakek Yui hanya menghawatirkan keadaan nya saja.


"Iya sayang, sekarang kamu ada dimana?"


"Aku mau pulang kek"


"Baiklah kakek tunggu kamu di mension"


"Baik kek kalau begitu aku tutup telpon nya"


Sekarang kita ke sisi Bella.


Bella yang baru saja pulang sekolah sudah mengamuk meminta sang papah agar menemukan diri nya dengan Kayla


"Bella mau ketemu mamah......!! Poko nya Bella mau mamah Kayla!!" di ruang tamu Bella sudah melakukan drama nya yang super merepotkan orang rumah.


Nenek Puspa pun dibuat bingung dengan sikap cucu nya ini karena tak biasanya Bella seperti orang kerasukan dan keinginannya harus segera di penuhi seperti ini.


"Iya Bel.... Nanti kita ketemu ya sama mamah" ucap lembut sang nenek.


"Sekarang mereka Bella mau sekarang....!!"

__ADS_1


Nenek Puspa pun memijat kepala nya merasa pusing karena tingkah yang di buat oleh Bella saat ini.


"Ok tapi kamu harus diam dulu ya nanti nenek akan hubungi papah kamu dulu" wajah Bella pun berseri mendengar ucapan sang nenek.


"Bener nek? Nenek gak boong kan sama Bella?"


"Ga .... Kamu diam dulu nenek menghubungi papah jangan berisik" anggukan kepala Bella pun bertanda dan segera menghentikan aksi nya mendengarkan apa yang akan nenek Puspa bicarakan dengan sang papa.


Dikantor Angga yang sedang meeting dengan para karyawannya pun di buat tak bisa konsentrasi karena dering ponsel Angga.


Angga melirik sebentar siapa kah gerangan yang menelpon nya itu dan bergegas keluar ruang rapat.


"Yo kamu lanjut kan meeting dan nanti beritahu aku hasil nya, aku mau mengangkat telpon dulu"


"Baik tuan" Tanpa menunggu jawaban lagi Angga kini sudah melangkah keluar ruang meeting itu untuk mengangkat telpon ibu nya


Ketika sudah berada di luar ruangan dan dirasa tak mengganggu yang lain Angga pun mulai mengangkat telpon itu.


"Iya mah ada apa?"


"Angga bisa kah kamu menyuruh Kayla datang kemari?"


"Memang ada apa mah? Ada sesuatu kah yang terjadi?" Angga pun terlihat panik karena tak biasa nya mamah nya menelpon hanya untuk menyuruh Kayla datang ke rumah mereka.


"Tidak Angga, anak mu mengamuk ingin bersama dengan Kayla, kami di sini sangat kualahan di buatnya"


ketika mendengar penjelasan mamah Puspa Angga dapat bernafas dengan lega.


"Hm..... Mah sebenarnya Kayla sudah tak bekerja pada Angga dan Angga pun tak tahu sekarang Kayla ada di mana" ucap Angga jujur pada mamah nya.


"Apa kamu serius Angga? Bukan karena kamu ingin memisahkan Bella dengan Kayla kan?" selidik mamah Puspa pada anak nya.


"Tidak mah, malah aku ingin mereka lebih dekat lagi" Angga berkata lirih di akhir ucapannya.


Puspa yang mendengar itu pun tersenyum menyadari sesuatu dari anak laki-laki nya ini.


"Kalau memang Kayla gak ada di sana kenapa kamu tak mencari nya Angga?" kini mamah Puspa mendorong anak nya agar menyadari perasaannya pada Kayla


"Aku sudah mencari nya di kontrakan nya mah tapi tak ada, Kayla seperti di telan bumi aku sudah memecah anak buah ku untuk mencari nya"


"Lalu bagaimana dengan Bella dia tak mau makan jika tak ada Kayla" ucap mamah Puspa sambil memandang Bella yang tengah memandang nya pula.


"Dia sangat berharap bisa bertemu dengan Kayla, Angga"

__ADS_1


"Terus Angga harus bagaimana mah? mencari orang tanpa tau dia di mana itu memakan waktu yang tak singkat" Angga memijat pangkal hidung nya merasakan kepala nya pening.


__ADS_2