Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
rencana jahat wilona


__ADS_3

Sudah beberapa Minggu ini Wilona berusaha mendekati Sang anak tetapi selalu di halangi oleh Angga maupun mamah Puspa mereka tak pernah mengijinkan Wilona dekat dengan Bella walau hanya sebentar.


Mereka takut jika ancaman Wilona kala itu benar-benar dia lakukan.


Wilona yang saat ini tengah memantau di kediaman mamah Puspa pun merasa geram akan sikap mantan suami dan mertua nya itu.


"Sial bagaimana bisa aku mendekati dan mendapatkan Angga kalau kaya gini cara nya, sedangkan aku bertemu anakku saja mereka bikin sulit seperti ini" Wilona memukul stir mobil yang dia kendarai, mata nya tak lepas dari rumah yang mamah Puspa tempati.


Sedangkan di dalam mention Bella akhir-akhir ini selalu merengek ingin ikut papah nya kekantor.


"Bella janji pah gak akan repotin papah...." Angga menatap sang mamah meminta persetujuannya karena sudah seminggu ini anak nya selalu ingin ikut.


"Sudah Angga tak apa ajak saja kasian dari kemarin dia ingin ikut kamu terus"


Angga pun menghela nafas panjang ketika melihat manik mata Bella sebenar nya dia pun tak tega.


"Baiklah tetapi kamu tak boleh mengganggu papah ok?"


"Ok papah asalkan ada kak Kayla aku janji tak akan mengganggu papah" ucap ceria Bella akhirnya dia pun pergi mandi dan bersiap untuk ikut dengan papah nya kekantor.


Mamah Puspa yang mendengar nama Kayla merasa tak asing dan mengernyitkan alis nya menatap sang anak seakan dia bertanya siapa Kayla?


"Dia OB baru di kantor ku mah dan entah kenapa Bella dekat sekali dengannya" Angga menjawab seolah dia tau mamah Puspa bertanya demikian.


"Oh.... mamah kira pengganti Wilona" gumam mamah Puspa yang masih dapat di dengar oleh Angga.


"Hm.... Mamah.... belum mah aku masih mencari orang yang dapat meluluhkan hati bidadari-bidadari ku ini" ucap Angga sambil mencolek dagu sang mamah.


Mamah Puspa yang mendapat perlakuan itu pun hanya dapat mencebikan bibir nya.


"CK.... Kamu ini Angga itu anak kamu sudah luluh dengan ob kantor terus bagaimana?"


"Memang mamah tak keberatan jika aku menikah dengan seorang OB?"


"Mamah tak pernah melarang kamu menikah dengan siapapun Angga.... Mamah hanya minta dia bisa sayang sama anak kamu mempunyai sisi keibuan, sopan santun dan bisa membahagiakan diri mu hanya itu yang mamah inginkan" Angga yang mendengar penuturan mamahnya pun terenyuh dan memeluk haru pada sang mamah.


"Makasih mah, mamah memang mamah terbaik buat aku dan Bella"

__ADS_1


"Mamah tak bisa selalu dengan kalian maka sekarang kamu harus mencari pasangan untuk Bella kasihan dia, dia ingin mendapatkan kasih sayang sosok ibu yang tak pernah dia dapatkan"


"Siap komandan laksanakan" ucap Angga sambil memberi hormat pada sang mamah.


Di lain tempat Kayla dan Winda bersiap-siap untuk berangkat bekerja bersama kini Winda berangkat menyesuaikan Kayla berangkat kerja.


"Kay.... kamu ngerasa gak sih akhir-akhir ini kita serasa diikutin" ucap Winda yang sudah tak dapat membendung penasarannya.


"Iya sih kak, tapi kalau mereka gak ngapa-ngapain kita, kita biarkan saja dulu kak" ucap Kayla mencoba menenangkan Winda tetapi sebenarnya dia pun takut.


"Coba nanti Kakak berangkat kerja nya jangan sama aku. Apa mereka juga akan mengikuti kakak atau hanya aku saja yang mereka mau" lanjut Kayla memberi ide.


"Tapi aku takut jika mereka menarget aku Kay, aku mau minta tolong siapa kalau gak ada kamu?"


"Kakak kan bisa telpon pak Tio" Winda terdiam sejenak benar apa yang di katakan Kayla dia bisa meminta Tio untuk menemani nya.


"Tapi kalau dia menarget kamu bagaimana?"


"Tenang kak aku akan selalu usahakan berada di keramaian biar mereka berfikir ulang untuk mencelakai aku"


"Baiklah kalau begitu" Winda pun menuruti ide Kayla itu walaupun hati nya tak bisa membiarkan Kayla dalam masalah.


"Bagaimana dengan tugas mu?" tanya Wilson pada pengawal kepercayaannya itu


"Kamu sudah membawa orang yang anda mau tuan"


"Bagus berikan mereka fasilitas yang memadai tapi jangan biarkan mereka keluar dari sana"


"Baik tuan" pengawal kepercayaan Wilson pun undur diri kala Wilson sudah mengibaskan tangannya bertanda dia harus segera keluar dari sana.


"Kali ini aku tak akan biarkan paman bertemu dengan cucu atau pun anak nya" Wilson tersenyum sinis kala mengucapkannya dan dia membayangkan kalau pamannya saat ini sudah pasti akan mencari anak dan cucu nya kemana pun itu.


Dan jika nanti waktu nya Wilson akan menggunakan kedua orang ini untuk menguasai semua harta milik pamannya.


"Tunggu saja waktu nya paman aku akan mengambil alis semua harta yang kau punya dan menyiksamu secara perlahan" Wilson tertawa sangat keras karena membayangkan waktu itu akan tiba dengan cepatnya.


Di mention tuan Yui liu, ozel dengan tergesa-gesa mendatangi tuan besar nya itu untuk melaporkan apa yang dia dapat dari bawahannya.

__ADS_1


"Dimana tuan?" tanya ozel pada maid di mention tersebut.


"Di atas tuan di ruang kerja nya"


"O... Baiklah terimakasih"


"Sama-sama tuan" maid itu pun mengundurkan diri untuk melanjutkan pekerjaannya.


Sedangkan ozel berjalan menuju ruang kerja tuan besarnya itu dan mengetuk nya.


Tok


Tok


Tok


"Masuk..." suara dari dalam ruangan itu pun terdengar hingga keluar ruangan, tanpa menunggu perintah selanjutnya Ozel pun membuka kenop pintu itu dengan perlahan.


"Permisi tuan" ucap Ozel dengan sopan.


Tuan Yui liu pun mengalihkan pandangannya ke arah dimana Ozel berada


"Iya masuk Zel.... Duduklah"


Ozel pun menuruti perintah tuannya dengan duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut.


Tuan Yui liu kini menatap ozel dan menutup semua dokumen yang tadi sedang dia baca.


"Maaf tuan ada yang mau saya sampaikan" tuan Yui liu hanya menganggukkan kepala nya ketika mendengar kan ucapan ozel barusan.


"Tuan Wilson menangkap ibu dan adik tiri nona Kayla tuan" tuan Yui liu mengernyitkan dahi nya sambil menatap ozel tanpa berkedip.


"Maksud kamu bagaimana Zel?"


"Saya pikir tuan Wilson mengira kalau ibu dan adik tiri nona Kayla adalah anak dan cucu tuan dan mungkin juga akan menjadikan mereka untuk menekan tuan besar" Ozel pun mengutarakan isi pikirannya pada tuan Yui liu.


Seketika tawa tuan Yui liu pecah mendengar pemikiran yang Ozel utarakan itu.

__ADS_1


"Kalau begitu biarkan saja Wilson mengira demikian aku tak menyalahkannya kalau dia tak tahu anakku karena dia selama ini berada di luar negri dan tak pernah melihat dan mengetahui nama anakku" kini senyum tuan Yui liu terukir manis di bibir nya dia bersyukur karena dengan demikian cucu kandungnya terselamatkan dari Wilson.


__ADS_2