Office Girl Kesayangan CEO

Office Girl Kesayangan CEO
Rencana yang gagal


__ADS_3

"Hallo cepat kamu laksanakan tugas yang aku kasih orang nya sedang berada di mall xxx, jika kamu lihat ada anak kecil bersama nya tinggalkan saja anak kecil itu nanti aku urus sendiri"


"Baik akan kami laksanakan perintah anda nona"


"Bagus!!" tanpa menunggu jawaban dari sebrang lagi dia langsung memutuskan telpon tersebut.


"Kamu akan merasakan akibat nya, karena sudah berani mendekati milikku!!" ucap Wilona yang tengah sendiri namun tatapannya tak pernah lepas dari Kayla.


Ya Wilona menyewa beberapa preman untuk menculik Kayla dan dia akan membawa Bella nanti ke pada Angga.


Agar Angga mengira kayla tak becus menjaga anak nya dan disaat Kayla tak ada dia akan datang membawa Bella ke hadapan Angga.


Senyum jahat pun di perlihatkan Wilona kala membayangkan rencana nya itu akan berhasil.


Tetapi Wilona tak menyadari jika Kayla itu mempunyai pengawal bayangan, jangankan Wilona, Kayla sendiri pun tak menyadari akan hal itu.


"Mamah.... Aku lapar....."


"Kamu lapar lagi?" tanya Kayla sambil membungkukkan badannya mengarah ke Bella.


"Ya sudah kalau begitu, kamu mau makan apa?"


"Pizza......" ucap Bella dengan semangat nya.


"Ok kita ke restoran nya sekarang ayoooo" mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat yang Bella mau.


Setelah tiba di tempat yang di tuju Bella dan Kayla langsung memesan makanan yang mereka mau.


"Sayang kamu mau makan yang apa?"


"Pizza dengan banyak keju mom"


"Baik lah akan aku pesankan ok" Kayla pun memanggil pelayan yang dekat dengan mereka lalu memesan sesuai keinginan Bella.


Sesaat pelayan itu selesai dengan menulis pesanan mereka Kayla merasa dia ingin ketoilet.


"Bel...."


"Iya mah?"


"Boleh tidak aku tinggal sebentar?"

__ADS_1


"Memang mamah mau kemana?"


"Mamah mau ke toilet sebentar gak lama kok" Bella pun terdiam dan menatap ke arah Kayla lagi sambil menganggukkan kepala nya.


"Iya mah Bella akan tunggu mamah disini" ucap Bella dengan senyum yang mengembang di wajah nya.


"Terimakasih sayang aku gak akan lama ko" Kayla berlalu dari sana dan menuju tempat dimana dia tadi inginkan.


Beberapa menit berlalu Kayla pun selesai m lakukan apa yang dia mau di dalam sana. Kayla terburu-buru sampai dia tak menyadari jika di d pan pintu sudah ada dua orang preman yang sedang menunggu diri nya.


Ketika Kayla mau melewati mereka. Mereka dengan sigap langsung membekap mulut Kayla, Kayla memberontak sebentar lalu tak sadarkan diri dan membawa nya pergi dari sana.


Bella yang mulai gelisah karena Kayla cukup lama tak datang, Bella terus menatap kearah tempat dimana Kayla tadi pergi tapi beberapa lama dia melihat nya Kayla tak muncul juga.


"Mamah kemana ya? Kok lama sekali ke toilet nya? Apa segitu sakit perut ya kah mamah?" Bella sedang gelisah itu pun tak tenang di buat nya.


"Hai sayang...." ucap Wilona yang langsung mendekat kearah Bella


Bella yang melihat Wilona pun langsung membuang muka nya.


"Sayang ini mamah Lo.... kok kamu gak mau lihat mamah?"


"Maaf ya Mak lampir.... mamah Bella sedang ke toilet bukan kamu!!" sarkas Bella yang membuat Wilona membelalakan matanya mendengar ucapan Bella barusan.


"Oh.... Mak lampir gak denger ya.... Aku bilang aku lagi nggu mamah aku..." ucap santai Bella.


"Kamu bilang aku Mak lampir?!!"


"Oh iya benar memang kenapa kalo aku panggil Mak lampir? kan emang benar kamu itu Mak.... Lam...... Pir....." Bella sengaja menjeda-jeda kata terakhirnya.


"Kamu.......!!!!" Emosi Wilona sudah mulai naik ke ubun-ubun.


Tangan Wilona sudah melayang ke atas kepala nya ingin menempel di pipi Bella tetapi untung ada pengawal bayangan yang tadi menjaga Kayla menghampiri mereka.


"Maaf nona kecil mari ikut saya" ucap salah satu dari sekian orang yang mengawasi Kayla, dia tau kalau Wilona merencanakan sesuatu dengan Kayla dan Bella maka mereka membagi dua tim ketika mengetahui Kayla pergi sendiri dan Bella di tinggalkan di restoran itu.


"Eh.... Kalian siapa? Mengapa kalian mau membawa anakku?!!"


"Maaf kami adalah utusan tuan besar untuk menjaga nona kecil" ucap nya dengan sopan.


"Tapi bagaimana dengan mamah, paman?" Tanya Bella dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Nona muda nanti akan menyusul nona kecil"


"Heh kamu jangan memanggil OB itu dengan nona muda nya itu tidak pantas untuk nya!!" ucap Wilona yang tak terima kala mendengar pengawal itu memanggil Kayla dengan sebutan nona muda.


Tetapi pengawal tersebut tak menanggapi ucapan Wilona dan segera membawa Bella berlalu dari sana untuk menuju luar restoran.


"Sial....!!! Ternyata Angga mengirim pengawal bayangannya!! Ini gawat apa penculik itu berhasil dengan rencana mereka?" kini Wilona pun merasa waspada dengan apa yang di rencanakannya itu.


"Semoga saja mereka berhasil membawa OB itu!!" Harapan Wilona saat ini dan ingin sekali menyiksa Kayla.


"Aku harus menelpon mereka untuk menanyakan rencana aku itu berhasil atau tidak" gumam Wilona sambil merogoh tas nya.


Ditempat lain ternyata preman yang di bayar Wilona tertangkap sebelum keluar mall itu dan sekarang mereka sedang berada di markas tuan Yui liu.


Kayla sendiri mereka bawa ke Mension tuan Yui liu, atas perintah dari Brian.


Ya tadi Brian sudah di kabari kalau Kayla di culik oleh preman pasar yang sekarang sudah mereka amankan.


"Bagus Richard aku bangga akan kerja mu sudah cekatan" Brian menepuk-nepuk pundak Richard, sedangkan Richard menganggukkan kepala nya


"Tuan bagaimana dengan nona kecil yang di bawa nona muda?" ucap Richard.


"Bawa dia pada ayah nya biarkan dia di tempat yang aman aku yakin wanita itu tak akan mengganggu anak kecil itu"


"Baik, kalau begitu saya permisi" Richard pun pergi untuk mengurus nya.


Sedangkan Brian menelpon ozel.


"Halo...."


"Ya ada apa Brian?"


"Aku membawa nona muda ke Mension"


"Memang ada apa dengan nona muda? Apa kamu lengah menjaga nya?!!" ozel sedikit meninggikan nada bicara nya dengan Brian.


"Maaf tuan tadi ada orang yang ingin menculik nona muda dan itu sudah kami atasi sekarang nona muda masih tak sadarkan diri karena di beri obat bius oleh mereka" ucap panjang lebar Brian pada ozel agar dia tak salah faham.


"Baik lah tempatkan nona muda di kamar atas" Ozel menutup telpon itu tanpa mendengarkan lagi apa yang akan di ucapkan Brian.


"Aish..... Ini orang tak ada berubahnya.... Aku kan belum selesai bicara" Brian menggerutu sebal akan sikap ozel yang menurut dia selalu seenaknya sendiri.

__ADS_1


"Tuan maaf.... Apa yang akan kita lakukan terhadap preman itu?" ucap salah satu pengawal Brian.


"Kita akan bermain-main dengan mereka" Brian tersenyum sinis kala membayangkan hal apa yang akan dia lakukan terhadap mereka.


__ADS_2