
"Dady aku aku ngga mau menikah dengan anak teman Dady..." ucap Maria kala dia diminta oleh tuan Yui menikahi anak dari kolega bisnisnya.
"Tapi Maria ini juga untuk kehidupanmu kedepannya, Dady nggak mau melihat kamu menikah dengan sembarang orang"
"Benarkah? Bukan karena untuk mengembangkan bisnis yang Dady geluti sekarang?!"
Tuan Yui hanya bisa terdiam kala ucapan yang di ucapkan oleh Maria benar ada nya karena memang itu tujuan tuan Yui agar perusahaan dan bisnis yang sedang dia kembangkan menggurita ke berbagai negara.
"Benarkan yang aku bilang dad? Dady terdiam? Kenapa? karena semua yang aku ucapkan semua nya benar ada nya!!" kini suara Maria pun mulai meninggi karena emosi, dia di jadikan tumbal untuk mengembangkan bisnis ayahnya sendiri.
"Maaf Dady, aku ngga bisa kalau harus memberikan semua sisa hidup aku untuk kerajaan bisnis yang Dady cita-cita kan" Maria pun pergi dari ruang keluarga menuju kamar pribadi nya.
Maria mengunci pintu kamar nya dan tumpahlah air mata yang sedari tadi dia tahan di depan sang ayah.
"Kenapa Dady seperti itu? Mom aku ingin ikut bersama mu kenapa mommy tak mengajakku serta" Maria terduduk di depan pintu sambil melipat kaki untuk dia peluk sendiri.
Entah dari mana Maria menghubungi salah satu temannya yang berasal dari Indonesia.
Tu....t
Tu....t
"Hallo?"
"Iya Maria ada apa?"
"Aku ingin menemui kamu malam ini apa bisa?"
"Ya sudah kamu kemari lah" ucap orang yang di sebrang sana.
Kini Maria mengemasi barang-barang yang dia perlukan niatnya sudah bulat untuk keluar dari mension Dady nya, dia tak mau di atur untuk menikahi salah seorang kolega ayahnya itu.
"Maaf Dady aku bukan anak yang penurut, aku tak bisa menjadi apa yang Dady mau" ucap Maria sambil mengemasi barang-barang nya.
Sementara di ruang keluarga tuan Yui termenung sendiri, merenungi apa yang dia lakukan terhadap anak tersayang nya.
"Margaret apa aku salah jika aku ingin dia hidup layak nanti?" ucap tuan Yui pada foto yang terpajang didinding ruangan tersebut.
"Aku hanya ingin yang terbaik untuk anak kita tak ada yang lain" Mata tuan Yui pun mulai berkaca-kaca ketika mengungkapkan keinginannya.
Tanpa terasa juga air mata itu jatuh di pipi tuan Yui. Tuan Yui yang merasakan air mata nya terjatuh pun tersenyum sinis sambil mengusap nya dengan lembut.
__ADS_1
"Maaf kan Dady Maria, Dady hanya ingin yang terbaik untuk kamu tetapi jika pilihan Dady menyakiti atau tak sesuai dengan kamu dady tak akan memaksa" ucap lirih tuan Yui ada foto keluarga nya.
Kini tuan Yui pun meninggalkan ruang keluarga tersebut untuk beristirahat.
"Mungkin besok kamu lebih tenang sayang, Dady akan berbicara lagi dengan mu. Dady tak bermaksud memaksakan dirimu untuk menerima keputusan Dady" ucap tuan Yui ketika melihat pintu kamar Maria yang tertutup rapat dan kemudian dia pun masuk kedalam kamar nya untuk beristirahat.
Maria yang sudah membereskan barang nya untuk dibawa pun melihat keadaan diluar melalui jendela ternyata di sana penjaga nya tak ada entah kemana mereka dan itu memudahkan Maria untuk keluar.
"Asiiik ini waktu nya aku keluar mumpung tak ada orang yang menjaga pintu gerbang" Maria pun cepat-cepat keluar kamar nya tetapi tidak berlari melainkan mengendap-endap seperti seorang pencuri pelan tetapi pasti Maria pun keluar mension tanpa ada seorang pun yang tau.
ketika dia berhasil keluar pagar mension nya, Maria pun bergegas mencari telpon genggamnya dan menghubungi orang yang tadi dia hubungi.
"Hallo"
"Iya dimana kamu kok belum kemari?" ucap orang yang ada di sebrang sana.
"Cepat ke mension, jemput aku"
"Apa? kamu gak salah kan? bukankah biasa nya kamu di antar sopir?" tanya nya lagi
"Sudah lah tak ada tanya jawab cepat bantu aku"
"Ok ... bentar aku jemput tapi nanti kamu harus jelaska. semua nya sama aku"
Karena Maria takut ketahuan oleh pekerja di mensionnya, Maria pun memutuskan untuk berjalan ke depan menjauhi mension tersebut.
Maria hampir sampai depan komplek perumahan pun di kejutkan dengan bunyi klakson mobil temannya tersebut dan itu otomatis membuat Maria terdiam di tempat dan menatap mobil tersebut.
"Ayo masuk kok bengong sih mau masuk tidak?" ucap teman Maria ketika sudah membuka kaca mobil nya.
Maria pun segera membuka pintu belakang dan menaruh koper di kursi penumpang bagian belakang.
"Eeeh...." ucap teman Maria itu pun terhenti kala Maria menutup kembali pintu nya setelah menyimpan koper milik nya, kemudian dia membuka pintu bagian depan dan duduk manis di sana.
"Huft aku kira kamu mau duduk di kursi belakang"
Maria pun tersenyum mendengar ucapan temannya tersebut.
"Ini kamu mau kemana mar?" ucap temannya itu sambil melajukan mobilnya keluar komplek perumahan Maria.
"Entah lah aku gak tau ni sil" ternyata teman Maria bernama Cecilia.
__ADS_1
"Sil sil saja kamu tu mar kenapa ga bisa bilang Lia sekalian siiih" Cecilia mengeluh kepada Maria yang hanya nyengir kuda.
"Kamu juga sama kenapa nama aku cuma di singkat mar mar emang aku marimar apa"
Akhirnya duo sahabat ini pun tertawa terbahak-bahak hanya karena hal sepele seperti itu sudah membuat Maria ceria kembalzli.
"Makasih ya Lia kamu memang sahabat aku yang terbaik sudah mau membantu aku"
"Eeeh sebentar aku bantu kamu apa?" ucap nya yang tak tau apapun.
"Sebenarnya aku kabur dari rumah"
"Hah?!! Jangan bercanda deh kamu Maria, aku gak suka kalo kamu bercanda terus" ucap nya sambil fokus ke arah jalan.
"Aku ga sedang bercanda Cecil..." Maria pun sama menatap ke arah depan jalan.
"Kenapa? Kamu bisa ceritain Ama aku kalau kamu percaya" ucap Cecilia sambil memainkan alis nya dan menatap Maria dengan jenaka
"Aku mau di jodohin sama Dady" ucap Maria lirih.
***
Pagi pun datang dan terjadilah kehebohan di mension tuan Yui.
Tok.....
Tok.....
Tok.....
"Tuan....... Tuan....." ucap maid yang ada di mension setelah tadi dia mencoba membangunkan Maria.
Tuan Yui yang terbangun akibat kegaduhan yang terjadi di sana pun membukakan pintu.
"Ada apa? Kenapa kalian berisik sekali?"
"Maafkan kami tuan" Maid itu pun menundukkan kepala nya sambil menyembunyikan kegugupan yang dia alami saat ini.
"Ada apa kamu belum menjawab pertanyaan aku"
"Maaf tuan nona muda tidak ada di kamar nya, saat saya mau membangunkan nona pagi ini" Maid tersebut mencoba setenang mungkin menyampaikan hal ini pada tuan Yui.
__ADS_1
"Apa?!!!"
Flashback off