
Angga dan yang lainnya pun kini sudah kembali ke perusahaan nya. Angga menarik nafas panjang dan mengeluarkannya dengan kasar hingga Kayla pun menatap nya dengan dahi berkerut.
(Kenap itu bos.... Gak ada angin gak ada hujan narik nafas kaya narik bus aja Beraaaat) Kayla pun terkekeh tanpa sadar dan membuat Angga menoleh ke arah nya.
"Kenapa kamu ketawa?"
"Eh... ng-nggak kok Tuan gak apa-apa"
Angga pun menggelengkan kepala nya melihat tingkah Kayla saat ini.
Mereka semua berjalan menelusuri loby perusahaan karyawan yang sempat berpapasan dengan mereka pun menundukkan kepala nya untuk menghormati Angga, Angga hanya mengangguk sedikit untuk menjawab sapaan mereka.
"Hari ini kamu boleh pulang" ucap Angga pada Kayla yang sejak tadi menggendong Bella yang tak mau lepas dari nya.
"Baik tuan"
"Papah apa mamah tak bisa ikut kita pulang?" permintaan Bella otomatis membuat Kayla salah tingkah dibuatnya.
"Tidak bisa sayang kakak kan bukan mamah Bella beneran" ucap Kayla agar Bella tak merengek lebih jauh kepada Angga dan berakhir pada diri nya yang harus menurut seperti saat ini.
"Memang kalau mamah beneran itu seperti apa mah?" Kayla pun mulai bingung dengan pertanyaan Bella ini yang membuat diri nya harus berfikir sementara Angga menikmati wajah gusar Kayla.
"Hm.... Apa ya.... Hm..." Kayla pun menatap Angga seperti meminta pertolongan atas pertanyaan Bella baru saja.
"Hm.... Bella kan bisa ke kantor papah kapanpun Bella mau" Akhirnya Kayla memilih kata-kata yang aman bagi diri nya.
"Papah apa bener Bella *** h ke kantor papah lagi?" tanya Bella sambil menarik baju Angga.
"Iya boleh dong sayang"
"Aseeek" Bella melompat kegirangan mendengar ucapan Angga tadi.
Seperti interaksi keluarga kecil yang bahagia dan tak memperdulikan tatapan karyawan yang ada di sekitar mereka. Kayla memohon ijin untuk ke tempat dimana dia harus menyelesaikan tugas nya.
"Maaf tuan apa sudah boleh saya balik ke tempat kerja?" Kayla bertanya dengan sangat hati-hati.
"Bukankah ini sudah waktunya pulang?" bukannya menjawab Angga malah bertanya balik kepada Kayla.
"Benar tuan maka nya saya ingin mengambil barang-barang yang ada di loker dan pulang segera"
" Baiklah tapi besok kamu yang akan membereskan ruangan aku saja"
"Ta-tapi tuan..."
__ADS_1
"Tio kamu minta pada kepala pantry kalau dia mulai besok akan bekerja khusus untuk membersihkan ruangan aku saja" perintah Angga tanpa memperdulikan protes yang akan di layangkan oleh Kayla kepada nya.
"Baik tuan"
"Tapi tuan bukan kah yang bertugas di ruangan tuan sudah ada?" Angga tak menjawab protes Kayla tadi dia melangkah menuju lift khusus petinggi perusahaan.
Kayla yang melihat nya pun geram dengan tindakan Angga yang menurutnya arogan itu.
"Ah sudah lah bagaimana nanti besok saja yang terpenting sekarang aku pulang dan beristirahat saja" Kayla pun melangkah menuju loker yang di khususkan untuk karyawan di sana.
****
Sesampainya di kostan, Kayla ternyata sudah di tunggu oleh Winda yang terlebih dulu pulang
"Kay...." Winda langsung memeluk sahabat nya itu dengan rasa cemas yang membuncah.
"Kak Winda.... Sudah lama nunggu di depan sini kak?" Tanya Kayla sambil merenggangkan pelukannya dengan Winda.
Winda hanya terdiam dia sibuk meneliti setiap inci tubuh Kayla sebab dia tak tau kalau sebenarnya Kayla di bawa oleh Angga untuk mengasuh anak nya.
"Kakak kenapa?"
"Kamu dari mana? Aku nunggu kamu saat pulang kerja tadi" bukannya menjawab Winda malah berbalik bertanya kepada Kayla.
"Aku tadi di ajak sama tuan Angga, kak" ujar Kayla pada Winda yang membuat nya tak percaya.
"Mungkin dia tak ada waktu untuk ngasih kabar kakak, karena yang aku lihat dia tadi sangat sibuk dengan jadwal dan dokumen yang dia siapkan untuk atasan kita itu" terang Kayla kepada Winda karena memang itu yang Kayla lihat.
"Aku tuh takut kejadian kemarin terjadi lagi Kay..." ucap cemas Winda.
"Makasih kak, Kakak menghawatirkan diri ku tapi percayalah aku akan lebih berhati-hati lagi mulai saat ini" Kayla tersenyum untuk menenangkan perasaan Winda.
****
Ozel yang melihat Kayla tadi meyakini bahwa Kayla adalah cucu dari atasannya sekarang dan itu di perkuat oleh data-data yang dia terima dari orang suruhannya untuk mencari informasi secepatnya tentang gadis itu setelah di rasa cukup semua informasi yang dia dapatkan Ozel langsung terbang kembali ke negara nya agar sang tuan besar bisa melihat cucu nya.
Ozel langsung ke mention tuan Yui liu untuk bertemu dengannya
Di mention ternyata dia sudah di tunggu oleh tuan besar nya itu.
"Selamat malam tuan" ozel langsung menghadap tuan Yui liu tak perduli hari sudah mulai gelap.
Tuan Yui liu pun hanya menganggukkan kepala nya dan mempersilahkan ozel untuk duduk.
__ADS_1
"Berita apa yang kamu bawa? Sehingga malam begini kamu harus menghadap ku?" Tanya tuan Yui liu.
"Tadi saya sudah menandatangani surat perjanjian kita bersama perusahaan yang berada di Indonesia tuan"
"Lalu?"
"Ketika saya datang ternyata pemilik perusahaan tersebut membawa anak dan baby sitter nya"
"Langsung pada intinya Ozel!!" Tuan Yui liu tak sabar ingin mengetahui apa yang menjadi inti dari kedatangan ozel hingga sepertinya sangat lah penting ini.
"Maaf tuan saya melihat baby sitter tersebut persis seperti anak tuan besar"Lirih nya tetapi tetap terdengar oleh tuan Yui liu.
Tuan Yui liu pun tak dapat menutupi keterkejutannya mendengar itu.
"Apa kamu sudah memastikan apa yang kamu lihat?"
"Sudah tuan ternyata memang dia adalah anak tunggal dari nyonya Maria" terangnya kembali.
"Lalu bagaimana bisa dia menjadi baby sitter sedangkan yang aku tau Maria mendirikan usaha nya sendiri bersama suami nya yang tak mau aku bantu sama sekali"
"Dia diminta untuk menikahi laki-laki yang sudah berumur tuan"
Tuan Yui liu pun tercengang akan fakta yang Ozel berikan.
"Ibu sambung dari nona muda memiliki banyak hutang kepada laki-laki tersebut sedangkan harta peninggalan yang orang tua nona Kayla tidak dapat mereka gunakan karena masih tercantum atas nama nona muda sendiri"
"Tadi kamu bilang siapa Ozel? Kayla?"
Ozel menganggukkan kepala nya menjawab pertanyaan tuan besar nya itu.
"Benar tuan nama nya Kayla, sebelum di paksa menikah nona Kayla kabur dan pergi ke kota"
Semua yang Ozel ceritakan apa pun tentang Kayla tak ada yang Ozel tutupi.
"Lalu bagaimana keadaanya sekarang?"
"Dia sekarang tinggal di tempat yang cukup kumuh tuan"
Tuan Yui liu merasa teriris mendengar keturunan nya harus merasakan perihnya menjadi orang yang tak punya.
"Dia tinggal bersama siapa?"
"Tinggal sendiri tuan, Tetapi ada satu sahabatnya yang selalu menolong nona ketika dia sedang kesusahan"
__ADS_1
"Sekarang kamu harus selalu melindungi cucu ku, Ozel. Jangan sampai dia terluka sedikit pun" Tuan Yui liu mantap sambil berjalan menuju tempat favorit nya dan memandang foto dimana ada dia istri dan anaknya di sana.
"Ayah akan menjaga cucu ayah sebaik mungkin. Kamu bisa beristirahat dengan tenang sayang" ucap tuan Yui liu pada foto dihadapannya sambil tersenyum.