Oma Tebing Di Antara Kita

Oma Tebing Di Antara Kita
Bab 12


__ADS_3

sesampai nya di kantor rezki dan akash saling tatap satu sama lain,,


dengan rasa penasaran yang menggunung di hati nya akhir nya mendorong akash,rezki untuk bertanya kepada kaka tercinta ada apa dengan bunda kesayangan nya, rezki dan akash merasa ada yang aneh dengan sikap bunda nya pagi ini,,,


bagai mana tida menjadi pertanyaan sikap bunda nya sangat aneh pagi ini menurut kedu dua nya,,


" akash bunda kita kenapa ya kok pagi ini aneh banget ya" tanya rezki berfikir " memang siapa yang abis jadian kash kok kita gak tau ya"


" ntahlah, bunda gak salah minum vitamin kan tadi malam" hmm mulai deh akash " siapa ya yang jadian tadi mala" malah nanya balik kan dia


" Coba kita tanya kak rizki" serentak


rizki pun segera bergegas memasuki ruangan wakil Direktur teelihat dua laki laki tampan duduk sengan pandangan menuju rizki demgan banyak tanda tanya, dengan cuek rizki melewati kedua laki laki itu ya siapa lagi yang lagi kepo,,


" tatapan kalian kaya yang mau nerkam begitu" dengan senyum kecil rizki mengetahui apa maksud dari tatapan kedua adik nya


" siapa yang abis jadian tadi malam" dengan kompak rezki, akash menanyakn yang di pintain PJ


" kenapa kepo lo bedua" senyum rizki memancar kan kebahagian


merasa aneh dengan tingkah kaka sulung nya membuat akash khawatir dengan keu adaan rizki bagai mana mungkin rizki bisa jatuh cinta lagi jelas jelas dia sangat patah hati dengan ke jadian di masalalu nya,,


akash dan rezki ridak menyangka dengan perubahan rizki yang sudah mulai bisa memancarkan senyum manis d wajah nya tanpa harus repot repot akash dan rezki meng hibur nya, ntah itu melalui games atau sekedae bercana gurau dengan kelucuan yang di buat kedua adik nya,,


dengan perasaan tidak sabar rizki berharap waktu cepat berlalau, "rasa nya aku ingin segera pulang dan segera bertemu dengannya


maaf ya kalau sedikit belum menarik maklum author masih belajar hehe


gak kerasa ya hubungan kita sudah memasuki satu tahun, waktu berlalu dengan sangat cepat, aku pun udah gak kerja lagi di rumah kamu Rizki,,

__ADS_1


sekarang aku kerja di sebuah perusahaan konpeksi xxx perusahaan yang masih ada ikatan sodara dengan tuan Raditia syaputra,,


satu tahun berjalan dengan sanagat baik dan begitu indah tanpa kata hadirnya orang ketiga di antara kita,,


di hari ini rizki mengajak ku pergi Reaonian bersama teman teman SMA nya, tanpa menolak aku langsung mengiakan ajakan nya untuk berjuma teman teman nya di sebuah caffe xxx tidak ada fikiran atau firasat buruk sedikit pun dalam hati,,


sesampai nya di sebuah Caffe xxx rizki langsung menuju sebuah meja yang sudah di pesan teman SMA nya terlihat beberapa teman laki laki dan perempuan dengan hangat mereka menyapa kedatangan kami, rizki pun langsung menggenal kan aku kepada teman teman nya,,,


ntah apa yang mereka bicara kan aku hanya mendengar kan ranpa berbicara, karna aku fikir nau ngobrol dengan siapa kalau tidak ada satu orng pun yang mengajak ku bicara mereka sibuk dengan obrolan mereka mencerita kan sebagian di masalalu nya,,


dengan terkejut famella mendengar pertanyaan dari salah satu teman wanita rizki


" sudah berapa lama kamu pacaran sama rizki" tanaya salah satu wanita yang duduk ber sebarangn dengan ku


" sudah satu tahun ka" jawab famella polos


" aku kerja di konpeksi xxx" kenapa dia nanya pekerjaan segala siih


" bukan nya itu perusahaan konpexi milik ayah nya Rizal kan rizki" sebut aja sukma


" iya" jawab rizki cuek


tiba tiba terdengar dari samping kanan rizki seorang laki laki membicarakan yang menurut ku tidak harus di bicarakan,,,


" kok lo mau sih riz pacaran sama karyawan konpexi, apa hebat nya" sebut saja anjar laki laki mulut nya usil juga ya


" memang kenapa kalau karyawan konpexi toh dia wanita juga" jawab rizki cuek


" ya setidak nya carilah yang berpangkat sedikit riz lo kan tajir anak pengusaha juga masa iya lo dapetin cewe cuma karyawan konpexi" dengan mata melirik tajam melihat famella dari atas keu bawah daei bawah keu atas

__ADS_1


" betul tuh apa yang di bilang anjar riz emng nya lo gak malu apa" sambung seseorang sebut saja dia BRAM " kalau gue mah sih pilih pilih riz lo kan ganteng masa iya gak bisa dapetin cewe cantik"


Rizki hanya terdiam membisu sambil meminum segelas es coffe,,


melihat reaksi Rizki tidak menjawab sepatah kata pun membuat famella berfikir apa yang di bilang teman teman Rizki itu memang ada benar nya juga, dengan siam mungkin Rizki mengakui apa yang mereka katakan,,


" Maaf aku permisi, terima kasih sudah mengizin kan aku ada di sini " famella pun pergi meninggal kan caffe dengan di susuli rizki


" Kalian kelewatan bisa gak sih kalian menghargai perasaan nya sedikit aja " kesal rizki " sayang tunggu"


famella terus aja berjalan tanpa menoleh ke belakang saat rizki mengejar nya Famella hanya fokus pada langkah kaki nya, tanpa teraadar air mata nya mengalir membasahi pipi Cabi nya,,


Rizki berhasil membuat nya berhenti, dengan wajah penuh air mata yang tak henti mengalir dari mata cantik nya, membuat rizki merasa sangat bersalah telah mengajak nya pergi,,,


" sayang kamu baik baik aja " dengan lembut rizki menghapus air mata nya


" gak apa apa aku baik baik aja kok" mencoba menutupi luka di hati nya " udah sana kamu temani teman teman kamu aja aku gak papa kok"


" ayo kita pulang sayang, mereka bukan teman teman aku" merasa sakit melihat orang yang di cintai di permalukan di hadpan nya, rizki dan famella pun pergi menuju tempat parkir mobil,,,


" sayang aku minta maaf atas ucapan mereka" dengan menggeng genggam tangan famella rizki rasa akan lebih baik jik dia meminta maaf


" gak papa ko bang, apa yang di bilang mereka tidak salah" meskipun sakit hati aku tidak akan menunjukan nya di hadapan mu


dalam perjalanan penuh dengan kesunyian obrolan mereka pun terhenti saat rizki mendapat kan telpon dari salah satu teman nya, dengan perasaan kecewa rizki hanya menjawab sebagian pertanyaan nya dengan sangatbketus dan diningin,,


mereka bukan teman yang baik aku tidak sama sekali bisa di sebut dengan sebutan teman, karna menurut aku teman tidak seperti itu,,


" akan ku pastikan mereka menyesal telah menghina wanita ku " rizki merasa geram dan akan selalu mengingat ucapan ucapan yang keluar dari mulut mereka

__ADS_1


__ADS_2