
setelah kepergian famella beberapa hari yang lalu membuat rizki sangat terpukul membuat rizki sangat kecewa tanpa pamit dia meninggal kan nya tanpa kabar sedikit pun entah di telan bugi bagian mana famella tidak setitik pun dia meninggal kan jejak,,
rizki yang setiap hari mencoba dan berusaha mencari famella sama sekali tidak mendapat kan petunjuk sedikit pun hampir prustasi di buat nya, setiap hari rizki hanya menghabis kan waktu bekerja dan di dalam kamar,
¤ kaya gadis aja ya rizki¤
setiap pulang kerja rizki menghabis kan waktu nya dengan melihat lihat foto dan video yang di buat saat bersama famella rasa rindu yang sudah tidak bisa di bendung lagi membuat rizki prustasi dan berpaling pada minuman ber alkohol,,
setiap malam setelah seharian kerja rizki mencoba mencari famella dan menghabis kan minuman nya di dalam kamar tiba tiba terdengar benturan keras dari dalam kamar rizki,,,
pppprraaaaaannnnnnggggggg
sonia yang sedang menyiap kan makan malam langsung berlari menuju kamar putra sulung nya akash rezki dan radita pun menyusul dari belakang,,
"rizki, rizki buka pintunya ka ini bunda" ucap sonia sambil mencoba membuka pintu sayang nya pintu terkunci dari dalam
" ada apa bund" ucap fani namira
" kaka kamu nak, ayahh coba bicara sama rizki" ucap sonia menarik lengan raditia
semakin keras dan semakin sering benturan benturan keras terdengar dari kamar rizki
" kak, kaka buka pintu nya ka ini rezki" ucap rezki
" udah kak kita dobrak aja kelamaan kalau harus nunggu dia yang buka" ucap akas mengambil ancang ancang untuk mendobrak
sekali dua kali dobrakan itu gak berhasil dan yang ke tiga akhir nya pintu berhasil di dobrak juga
__ADS_1
Baraaaaggg
" rizki ya allah, apa yang terjadi sama kamu apa yang kamu lakukan" ucap sonia memeluk rizki
" kak lo kenapa kak lo sadar kak" ucap akash menggoyang goyang badan rizki
rizki hanya terdiam tanpa jawaban dia menangis karna kehilangan sudah satu minggu famella pergi tanpa kabar sama sekali, chat vidio call pun gak pernah dapat jawaban, seakan akan dia menghilang di telan bumi
" rizki dengar ayah, kamu kenapa nak bilang sama ayah syang" ucap raditia mengelus bahu rizki
" rizki cuma mau famella ayah cuma mau dia kembali cuma itu, dia pergi ninggalin rizki gara gara kata kata oma yang ngancem dia oma akan melenyap kan kedua orng tua nya kalau di masih ada hubungan sama rizki" ucap rizki marah sekan akan ingin melenyap kan widia, rizki mengetahui ancaman widia dari selembar surat yang dia temukan di atas tempat tidur kosan nya famella yang sengaja famella tinggal kan karna famella tau rizki akan mencari famella kesetiap sudut kamar nya
raditia dan sonia sedikit tidak percaya mendengar ucapan rizki perihal Widia merasa tidak yakin kalau widia sampai berani mengancam famella seperti itu, Setelah melihat isi surat yang di sodorkan rizki membuat sonia dan raditia yakin dan percaya atas apa yang di ucap kan rizki,,,
" mama kelewatan " ucap sonia meremas remas selembar lertas yang ada di tangan nya
" pergi lah rizki mohon tinggal kan rizki sendiri cepat pergi dari sini saya hanya ingin sendri" rizki mendorong kedua orang tua dan ke empat adik nya keluar dari kamar nya,
semakin lama rizki semakin terpuruk sehingga membuat nya terdampar di rumah sakit xxx sonia yang melihat putra sulung nya gak berdaya hanya mampu menetes kan air mata,,
" bunda fani akan coba bantu cari ka famella" ucap fani memeluk sonia dari belakang
" iya bunda akash juga akan coba tanya sama asiva pasti dia tau di mana famella" ucap akash, karna asiva adalah teman sahabat sekali gus sodara nya famella akash pun sudah menjalin hubungan dengan asiva jadi akash fikir asiva akan tau di mana pun
keberadaan famella
" iya sayang bantu kaka kamu ya bunda gak mau liat kaka kamu kaya gini, dia gak pernah sampai seperti ini" ucap sonia mengelus ngelus bahu riziki
__ADS_1
akash dan fani pun pergi meninggal kan ruang ICU rumah sakit xxx
akash menemui asiva, asiva yang memang mengetahui keberadaan famella sempat mencoba membuka mulut nya, tapi dia ingat dengan ancaman ancaman yang di berikan oleh Widia kepada nya
tok tok tok
" siapa " dengan cepat asiva membuka puntu
" mana teman mu itu" ucap widia mencari famella dari sudut ke sudut
" siapa yang nyonya maksud" belagak bodoh untuk menyelat kan diri, padahal asiva tau jelas siapa yang di cari widia
" kamu jangan pura pura gak tau siapa yang sedang saya cari" ucap widia memandang sinis
" benar nyonya saya tidak tau siapa yang sedang anda cari" ucap asiva sedikit mengerut kan alis nya
" saya mencari famella" ucap widia mengira bahwa asiva benar benar tidak tau apa apa
" mba famella sudah pergi dari sini sejak kemarin kemrin nyonya" ucap siva sedikit berbohong padahal famella ada di dalam lemari sengaja sembunyi karna famella fikir yang datang adalah rizki dia gak mau ketemu rizki
" bagus lah kalau dia pergi dan jangan pernah dia kembali, dan ingat kalau kamu sampai memberi tau kemana anak miskin itu pergi kepada anak dam cucu saya, saya tidak akan segan segan untuk mengurung kamu di kamar ini samapai kamu mati" ucap widia sedikit mengancam
asiva yang sedikit menciut dan merasa takut menganggukan kepala nya, setelah widia meninggal kan kamar kosan nya asiva segera membuka lemari dimana famella sembunyi,,
" mba, mba gak papa" ucap asiva sedikit hawatir melihat famella yang sudah pucat
" gak asiva mba gak papa hanya sedikit kepanasan dan susah nafas tadi " ucap famella sambil menghirup udara segar di dalam kamar
__ADS_1
" mba, kita pindah kosan aja ya biar kita gak di gangguin nene lampir itu lagi" ucap asiva merasa tidak nyaman dengan kedatangan widia ke kosan nya famella yang hanya mengangguk kan kepala karna merasa masih sulit bernafas,,
asiva dan famella meninggal kan kosan lama nya dan pindah ke kosan baru yang berada tidak jauh dari kosan lama nya segera memberi tau akash bawa dia sudah pindah kosan dari kosan lama ke kosan baru nya,,