
setelah beberapa menit mencari bantuan akhirnya asiva menukan bantuan, dan dengan sigap dan cepat membawa Pa Raditia keu rumah sakit, asiva dan famella sangat keu bingungan dan gelisah, sambil mondaran mandir kesana kemari dengan perasaan cemas mereka saling menatap
" mba bagai mana ini, bagai mana cara kita membayar ruamah sakit ini, kita kan tidak punya udang sama sekali" asiva merasa takut untuk membayar runah sakit
" ntah lah va mba juga bingung bagai mana ini, apa sebaik nya kita hubungi keluarga nya saja va" usul famella sambil mengacung kan tangan
" naaaahhh betuul itu maba, tapi gimana cara kita menghubungi keluarga nya mba" siva pun menggaruk garuk kepala nya
" ya kita cari nomor telpon nya lah siva, masa kita harus nyari rumah nya bisa gempor kita kalau nyari rumah nya" bicara nada kesal
" hehehe iya juga ya mba" senyum polos yang menjengkel kan
"keluarga bapa Raditia" dokter pun sudah keluar dari ruangan periksaan
dengan bingung asiva pun celingak celinguk memutar mata nya melirik keu kanan dan keu kiri
"mba siapa keluarga nya bapa Raditia dan siapa bapa raditia itu di sini hanya ada kita berdua" tanya siva dengan polos
" saya bukan keluarga nya dokter saya menmukan bapa itu di jalan mobil nya menabrak sebuah pohon" penjelasan femella dengan nada bicara gemetae
" dan hampir menabrak saya juga dokter" ucap asiva dengan nada suara lantang
__ADS_1
" asiva" famella menarik lengan baju siva
"apa mba fakta kan" perotes asiva
"oh jadi kalian bukan keluarga nya ya, baik lah kalau begitu nanti saya akan meminta perawat untuk menghubungi keluarga nya" icap dokter dan bergegas pergi, tiba tiba langkah nya terhenti
" tunggu dokter, apa bapa itu baik baik saja dok" famella meng hentikan langkah dokter
" beliau baik baik saja, hanya butuh perawatan dan menginap sampai keu adaan nya membaik" jelas dokter terhadap famella
"alhamdulilah sykur lah kalau begitu" famella bernafas lega
sedang kan di dalam rumah bunda sonia masih menunggu dengan hati gelisah suami tercinta masih saja belum sampai keu rumah, dengan perasaaan cemas dan berkali kali mencoba menghubungu ponsel suami nya tapi tetap tidak ada jawaban
" ayah kamu mira, ayah kamu belum juga sampai keu rumah, padal ayah bilang ayah pulang dari tadi, ini sudah hampir satu setengah jam tapi ayah masih saja belum sampai rumah" jelas sonia semakin cemas
" sudah lah bun mungkin sebentar lagi ayah sampai, sebaik nya bunda duduk dan minum saja dulu" namira memberikn segelas air putih
"bagai mana bunda bisa tenang sayang ber kali kali bunda hubungi ayah kamu tidak menjawab telpon nya" bunda sakin tidak karuan
" mungkin HP nya ayah selen kali bun atw ayah gak dengar" fani mencoba menenang kan bunda
__ADS_1
kembali keu rumah sakit dimana famella sibuk meng hendel siva
" mba kita pulang saja yuk biar lah bapa itu di sini toh nanti juga keluarga nya datang" bujuk asiva
" tida va kita harus tunggu bapa itu sampai keu adaan nya membaik" ucap famella membuat siva kesal
" lagian dia kan buka bapa kita mba kenapa kita yang harus nunggu, kan bapa itu juga yang salah siapa suruh bawa mobil nya sabil DISCO jadi nabrak pohon kan" ucap asiva sambil memutar mutar tali tas nya
"hmm tunggu lah sebentar asiva kamu jangan ngocek ngocek teruk" kesal famella
" ngoceh mba ngoceh bukn ngocek" geram asinan
dreeet dreeett dreeet
" hallo ini siapa" jawab sonia
"hallo selamat malam bu saya dari rumah sakit apa betul ini dengan istri bapa RADITIA" tanya suster
" iya betul saya sendri" sonia menjawab denagan nada cemas
" saya memberi tau kan suami ibu ada di rumah sakit medika beliau mengalami kecelakan dan tut tut tut" telpon terputus
__ADS_1
Sonia dan kedua putri nya segera bergegas memasuki mobil yang sudah terparkir di garasi, dengan wajah cemas dan tubuh gemetar namira anak putri bungsu sonia langsung menyalakan mesin mobil dan melajukan mobil dengat kecepatan tinggi, sesampai di rumah sakit sonia melihat keu dua anak perempuan yang sedang berada di ruang tunggu, yang satu sedang duduk tenang dan satunya lagi mondar mandir uring uringan, dengan tenang sonia menemui dokter yang bertugas, setelah mendengar penjelasan dokter, sonia dan kedua putri nya bisa bernafas lega sonia pun menemui kedua gadis tersebut dan ber terimakasi telah menolong suami nya dan membawa nya kerumah sakit
maaf bila ada kata kata yang salah dan bila cerita nya agak sedikit kurang menarik