
setelah hampir satu jam asiva dan akash kembali ke vila, mereka memilih menghabiskan waktu malam nya dengan berada di ruang tv, akash yang sibuk dengan games nya membuat asiva sedikit jenuh melihat akash yang asik sendri, siva pun gak mau kalah dengan menyalakan TV mencari chanel paforit nya, setelah menemukan chenel paforit nya asiva pun asik nonton acara kesukaan nya yaitu DERAKOR ( derama korea),,
malam semakin larut rezki yang sudah merasa lelah dengan aktifitas nya di club hiburan memutuskan untuk segera pulang, dengan ke adaan setengah tidak sadarkan diri rezki mengendarai mobil nya dengat kecepatan normal, sesampai nya rezki di garasi rumah terdengar suara teriakan dari ruangan atas rezki yang mendengar suara teriakan bunda dan adik perempuan nya dengan cepat berlari meninggalkan garasi
" bunda ada apa " ucap rizki yang melihat bunda nya menangis di depan pintu kamar rizki
" kak rizki ka, ka rizki marah besar di dalam gak tau apa aja yang di banting nya suara benturan nya sangat keras" ucap namira dengan nada bicara yang ter bata bata
"rezki tolong bicara sama kaka kamu bilang buka pintu nya rezki " ucap sonia dengan siara sesegukan
" iya bun" rezki memanggil rizki di irngi ketukan keras di pintu kamar nya buk buk buk " kak kaka buka pintu nya ini rezki kak " rezki yang mencoba bicara dengan rizki sama sekali tidak dapat jawaban apa pun,
" udah dobrak aja kak pintunya kelamaan fani takut ka riz kenapa kenapa " ucap fani
rezki menganggukan kepala nya dan mengambil ancang ancang untuk mendobrak pintu kamar rizki,,
satu,, dua,, tiiiiiigaaa
buuuuuuuugggg
pintu kamar rizki pun terbuka rezki yang melihat rizki yang tertunduk di lantai dengan kondisi kamar yang penuh dengan pecahan kaca pun langsung berlari menuju arah kaka sulung nya,,
" ka lo gak papa kan " ucap rizki hawatir melihat lengan rizki yang penuh dengan darah
" rizki kamu gak papa kan nak, rizki bicara sama bunda sayang " ucap sonia yang benar benar kecewa melihat putra sulung nya mmenjadk hancur karna ulah ibu nya
__ADS_1
rizki yang tanpa banyak bicara hanya mampu terdiam seribu bahasa, bayangan setiap bayangan bersama famella selalu melintas di pandangan matanya,, rizki yang semakin terpuruk dan hancur bahkan lebih hancur dari sebelum nya membuat sonia merasa bersalah se andai nya dia memiliki keberanian untuk membantah ibunya mungkin ke adaan nya tidak akan seprti ini,,
sosok rizki yang dulu penyayang, tegar kuat, penyabar kini berubah derastis menjadi se orang peminum di saat dia merasa kesal dan marah dia limpah kan kemarahan nya dengan meminum minuman ber alkohkol,,
rizki yang beranjak pergi meninggal kan sonia dan ketiga adik nya tidak membererikan sepatah kata pun terus melangkah kan kaki nya dengan luka di kaki dan tangan yang terkena pecahan kaca,,
rizki mengendarai mobil nya menuju ke rumah anggara tempat di mana famella berada saat ini, sesampai nya di rumah anggar tanpa basa basi dia masuk mencari famella tapi sayang nya yang di temu kan hanya lah anggara dan sifanye
BUUUUUGGGGGGG
" famella, famell " teriak rizki mencari keberadaan famella
" rizki apa yang terjadi " anggara yang merasa terkejut dengan ke adaan keponakan nya itu segera berlari mencari kotak P3K
" rizki ada apa, apa yang terjadi sama kamu" ucap sifanye
" untuk apa kamu cari dia rizki, dia baik baik aja di sini " ucap sifanye se akan enggan mempertemu kan rizki dengan famella
" sebentar aja tante setelah itu rizku gak akan pernah datang menemui nya lagi ini ke datangan rizki yang terakhir tanteu sebentar aja izinkan rizki ketemu famella " rizki yang tak kuasa menahan tangis nya di tambah menahan luka di tubuh nya
" rizki ayo obati luka kamu dulu " anggara yang datang dengan membawa kotak obat
" tidak paman rizki cuma mau ketemu famella cuma itu paman " rizki yang mencoba kuat akhirnya bruk juga
sonia rezki fani dan namira pun dengan cepat memasuki rumah anggara, sonia yang melihat putra nya tersungkur di lantak tak kuasa menahan air mata nya
__ADS_1
" Riiiiiiizzzzzzkiiiiiiiii, bangun rizki maafin bunda sayang " tangin sonia pecah melihat putra tersayang nya terbaring lemas
famella dan rizal yang mendengar keributan di lantai bawah pun saling berlari menuju arah tersebut,, rizla yang melihat ke adaan rizki benar benar tidak percaya dengan apa yang dia liahat, serau rizal rizki adalah laki laki yang kuat dan masa bodoh saat dia patah hati,,
" rizki bangun riz rizki" ucap rizal
" ri ri rizal izinin saya ketemu famella sebentar saja " ucap rizki ter bata bata
" iya rizki iya, famella " rizal memanggil famella
famella yang sudah dari tadi berdiri di ujung tangga hanya mampu melihat rizki yang terbaring tak berdaya, dengan cepat famella berlari menju arah rizki
" bang rizki " ucap famella dengan penuh rasa bersalah
" sayang, kamu baik baik aja kan " ucap rizki mengelus rambut famella
" iya aku baik baik aja, kenapa kamu jadi kaya gini bang " tangis famella
" aku baik baik aja sayang aku cuma kangen sama kamu " ucap rizki tersenyum kecil
" kamu jangan nangis, aku baik baik aja kedatangann aku kesini cuma mau ketemu kamu untuk yang terakhir kali nya "
" kenapa kamu bilang kaya gitu bang, maafin aku kamu kaya gini gara gara aku , aku minya maaf hiks hiks hiks " tangis famella pecah saat mendengar ucapan rizki
rizki dan famella pun saling memeluk melepas kerinduan yang selama ini tersimpan, rizal yang melihat kedua nya hanya mampu menundukan kepala, rizal sempat berfikir dengan ke egoisan nya ingin memiliki famella sepenuh nya sekrang malah berubah fikiran setelah melihat ke adaan rizki yang sangat tidak memungkin kan,,
__ADS_1
MAF YA JUDUL NYA AKU GANTI
AKU RASA ALUR CERITA NYA GAK NYAMBUNG SAMA JUDUL YANG DULU JADI AKU GANTI AJA JULUD NYA 🙏🙏🙏