
setelah semua penghuni rumah pergi menjalan kan aktifitas nya masing masing, hanya Sonia yang masih bereda di rumah sepertinya dia tidak akan pergi kemana mana karna hari ini sonia sangat ingin memasak untuk anak dan suami percinta, saat sedang duduk santai sambil membaca majalah tiba tiba laki laki sepantaran putra nya datang mengaget kan
Duuuuuuaaarrr
sonia pun tekaget dan hampir memukul laki laki tersebut siapa dia, dia adalah RIZAL ANGGARA SYAPUTRA anak dari adik laki laki nya yaitu ANGGARA SYAPUTA rizal memang sangat dekat dengan sonia dan hubungan mereka pun di bilang sangat baik, rizal yang sedari tadi memutar mutar matanya melihat se seluruh isi rumah seperti sedang mencari seseorang, mungkin rizal sedang mencari ketiga sodara laki laki nya , tetapi tidak dia mencari orang lain
" kami cari siapa zal dari tadi celingak celinguk begitu" tanya sonia sambil melanjutkan membaca majalah ke sukaan nya
" cari famella tante, kok dia gak keliatan ya" jawab rizal sambil mbaringkan tubuh nya di sofa
" famella ada di belakang dia lagi kerja, jangan kamu ganggu dia ya rizal" perotes sonia , sonia tau bagai mana kedekatan rizal dengan famella ya sudah seperti adik dan kaka bila mereka bertemu
" baiklah tante rizal tidak akan mengganggu hanya sedikit ingin melepas rindu saja sudah lama lam rizal gak ketemu sama dia" rizal pun beranjak pergi menuju ruang belakang
rizal dan famella memang sudah sangat akrab semenjak famella dan asiva datang kerumah sonia, dengan langkah perlahan rizal menuju ruang belakang dan mengendap ngendap seperti mau maling penggorengan saja, sesampai nya di ruang belakang rizal tidak menemui famella yang ada hanya asiva, yah gagal deh rencana mau ngejutin famella
asiva yang tidak sengaja melihat rizal mengendap ngendap langsung menmui nya
" bang rizal" ituh lah panggilan akrab asiva pada rizal
" astaga siva kamu ngagetin aku aja" rizal hampir saja meloncat dan nabrak kursi yang ada di dekat meja dapur
" he he lagian bang rizal ngapain sih masuk ledapur ngendap ngendap udah kaya mau maling bawang aja" ledek asiva pada rizal
" huusss kamu ini mana ada orang yang mau nyolong banget gak berharga banget hasil colongan nya" balas rizal mengambil meng gigit buah apel
__ADS_1
" hati hati itu apel belom di cuci tau pas tadi jatuh kena genangan air di pasar" senyum jahil asiva
" uueeee uhu uhu, yang benar kamu siva kok bisa bisa nya sih kamu jorok begitu kenapa gak di taro di wastapel langsung cuci" rizal berusaha mengeluarkan apa yang sudah dia telan
" kam asiva lagi nyuci ikan bang kalau apel nya di taro di pemcucian piring yang ada bau amis nanti" jawab asiva tidak mau kalah
mendengar suara berisik dari dalam famella pun cepat cepat masuk kedalam dengan rasa penasaran siapa yang ada di dalam bersama asiva, setelah sesampai nya di dalam dia dia melihat rizal yang sedang bertengkar kecil dengan asiva
"ada apa sih berisik berisik" tanya famella menaruh ember bekas jemuran
" eehh mella, apa kabar nya kamu bebeb ku" jahil rizal dengan memanggil bebeb rizal tau bahwa famella sangat tidak suka dengan panggilan itu
" apa sih cebong manggil bebeb bebeb segala emang aku bebeb mu apa" kesal mella
" ha ha ha iya iya gak usah cemberut gitu juga kali mell" rizal mengelus dagu famella
" emang tangan nya bang rizal kan konslet makanya sula banget nyolek nyolek dagu orang dia fikir sabun kali dagu gue" ucap mella dengan mada ketus
" iya iya maaf ngomel mulu kalian ini udah kaya nene gayuung" ganggu rizal pada kedua nya
rizal memang lebih suka mengganggu famella dan asiva di saat mereka sedang bekerja, rizal suka seklai duduk di atas meja dapur sambil mengayun kan kaki nya
" bang rizal bisa minggir gak sih mella mau beresin meja nya" famella mendorong rizal tanpa di sadari rizal yang terjatuh
buuukkkkkk
__ADS_1
" ya allah bang rizal, ngapain kamu brig dance di situ" tawa asiva melihat rizal tersungkur
"brig dance mbah mu, dah tau jatuh bukan di tolongin malah di ejekin" rizal memasang wajah cemberuut
" memang mbah mu sejak kapan bisa brig dance siva" tanya famella sedikit senyum
" ha ha yang ada kecengklak kalau mbaj siva brig danc" tawa siva meledek
demgan rasa kesal rizal pun meninggal kan dapur tapi tak lama dia kembali rizar baru sadar bawha ada yang aneh dari wajah famella,
" yah dia balik lagi" ucap asiva
"bawel banget siih kamu" rizal mencubit hidung siva
" mella, mata mu kenapa" tanya rizal tmrizal famella hanya tersenyum
" mba mella habis nangis bang" asiva yang menjawab
" nangis kamu bisa nangis memang nya mell" ejek rizal
" bisa lah" kesal famella
" oooh bisa ya aku fikir cewe jutek, garang kaya kamu gak bisa nangis" rizal pun meninggal kan ruang belakang dan pergi untuk menemui kekasih nya
saat nya pulang kerja rizki pun bergegas mebreskan semua pekerjaan nya dan siap untuk pulang tanpa sengaja dia memikirkan kata kata asiva mengenai Danis, mengingatkan semua tentang penghianatan mantan kekasih nya di masalalu membuat rizki semakin geram dengan perlakuan masalalu nya
__ADS_1
tiba tiba seseorang datang mengaget kan nya dari belakang membuat fikiran nya berhamburan,
seiring nya waktu berlalu hari demi hari di lewati tanpa banyak bertanya berinteraksi, hanya tatapan mata yang diam diam sering memandangi dan kegiatan famella ada detak jantung yang tak menentu, rindu di saat tak bertemu ada sedikit perasaan ingin mendekati dan mengundang ke akraban, sedikit demi sedikit perasaan rizki mulai berubah hati nya yang dulu membeku sedikit demi sedikit mulai mencair, tanpa rizki sadari dia menyimpan perasaan kepada famella, hanya saja dia sedikit ragu untuk mendekati untuk mengutarakan isi hati nya, rasa takut di hianati pun mulai bergelayut di dalam fikiran nya membuat rizki maju mundur untuk mengutarakan perasaan nya