
aku merasa sudah tidak nyaman dengan keadaan sekarang, andai mereka tau aku tidak sama sekali menilai dari sisi materi, sebanyak apapun harta yang di miliki kedua orng tua nya itu tidak akan membuat aku besae kepala, jadi tolong jangan pernah sama kan aku dengan perempuan lain di luarsana,,
yang aku ingin kan bukan lah harta kedua orng tua nya tapi tanggung jawab dan kestiaan nya, harta bisa kita cari bersama,
hiks hiks hiks
terdengan suara langkah kaki seseorang, mungkin hanya tamu untuk menemui seseorang yang ada di samping kosan nya,,
tiba tiba terdengar suara pintu di ketok dengan keras, kaya nya orng nya abis makan nasi lima piring keras amat ketuk pintu nya yang helas bukam di ketuk tapi di bukul, hehehehe
TOK TOK TOK TOK
" tunggu sebentar" siapa sih pagi pagi gini udah gedor gedor rumah orang
dengan terkejut famella melihat sese orang berdiri tegak di hadapan nya,,
" o, oma" kaget dari mana dia tau kosan ku
widia masuk sebelum famella mengijin kan nya, widia melempar kan aplop berwarna coklata ke hadapan famella dengan tatapan sinis,,
" ambil itu" menunjukan keu arah amplop yang di lempar kan,,
" apa itu oma" untuk apa dia memberikan aku amplop
" ambil uang itu, kamu tinggal kan cucu saya jangan pernah kamu datang dalam kehidupan nya, itu kan yang kamu mau" menunjukan uang yang ada di dalam amplop
__ADS_1
cuma uang yang di cari orang miskin seperti kamu
" maaf oma saya tida mengingin kan uang oma, silahkan oma ambil kembali uang oma" ucap famella
sayaemang miskin harta tapi saya tidak miskin hati
" heemm, tercata selain miskin kamu juga sombong ya" ucap widia sinis
" ambil uang itu dan pergi dari kehidupan anak dan cucu saya" widia pun meninggalkan famella
ternyata orng kaya semua nya sama hanya mampu menilai orang lain dengan uang,,
dengan tatapan mata yang penuh dengan bendungan air mata, famella mencoba melangkah kan kaki nya, famella mencoba untuk menemui rizki beserta kedua orng tua nya, hanya sekedar ingin mengembalikan amplop berisi uang yang di lemparkan oleh widia kepadanya nya,,
dengan wajah semeringah rizki merasa lega melihat kekasih nya dengan ke adaan baik baik saja,,
" sayang kamu kesini" peluk rizki
syukurlaah kamu baik baik saja
" iya, apa ayah sama bunda juga ada di rumah" ketus famella
" ada sayang ayo" menarik lengan famella
" bunda ayah ada mella" teriak rizki memanggil sonia dan raditia
__ADS_1
famella menunggu dengan perasaan hati yang campur aduk, mencoba menguat kan perasaan nya famella tidak sama sekaki memandang keu arah rizki membuat rizki merasa hawatir,,
rizki yang sedari tadi memandangi kekasih nya dengan tatapan yang penuh tanda tanya,,
" famella kamu kenapa" ucap sonia memandang wajah calon menantu nya yang sudah sembab dari tadi
" iya yang emang apa yang mau kamu bicara kan" ucap rizki merangkul bahu famella
" tapi bunda janji jangan marah ya" ucap famella merasa tidak nyaman
" ngga akan sayang emang apa yang mau kamu bicarakan bicara lah" ucap sonia menyentuh kepala dan mengelus nya dengan lembut
" sebelum nya mella mau minta maaf sama bunda, ayah, terutama bang rizki, mella minta maaf sudah lancang masuk ke dalam keluarga kalian, maaf atas ke tidak sopanan mella selama ini, mungkin mella gak akan pernah datang kedalam kehidupan kalian lagi, mella gak akan pernah menemui kalian dan masuk ke dalam kehidupan kalian lagi" ucap famella meski merasa berat semua haru di lakukan
" apa yang kamu ucapakan mella kenapa kamu bicara seperti itu" ucap raditia
" iya mella kenapa kamu bicara kaya gitu, apa gara gara semalam nene riziki bilang seperti itu kalau ia bunda minta maaf famell" ucap sonia merasa kaget dengan ucapan famella
" ngga kok bunda semua gak ada hubungan nya" mencoba meyakinkan sonia
" bang, aku minta maaf aku udah lancang mencintai kamu, mukin semua nya cukup sampai di sini"
famella pun berpamintan tanpa menjelaskan siapa dalang dari ucapan nya itu, karna merasa tidak mungkin kalau famella yang bicara seperti itu rizki sangat yakin ada orang lain di balik semua ini
aku akan mencoba untuk menjauh dari kalian dan gak akan pernah kembali meski dengan berat hati aku melangkah meninggal kan kediaman keluarga besar raditia
__ADS_1
sesampai nya di kosan famella melihat selembar amplop yang berisi kan selembar surat
" jauhi keluarga saya atau kau akan menyesal jika kamu masih berani mendekati keluarga saya termsuk cucu saya, saya tidak akan segan segan untuk melenyap kan kedua orng tua mu" isi surat dari widia yang setengah mengancam membuat famella merasa semakin harus menjauh dan pergi menghilang,,