Oma Tebing Di Antara Kita

Oma Tebing Di Antara Kita
BaB 13


__ADS_3

tepat di Hari eniversery rizki pergi ke sebuah toko perhiasan berniat untuk membelikan satu set perhiasan, untuk di jadikan hadiah indah di hari bahagia nya, malah berujung mengundang luka di hati famella yang membuat hubungan kedua nya semakin rumit,,


setelah beberapa hari teman SMA rizki merendah kan famella di hadapan nya berharap takan terulang,,,


tuhan selalu berkehendak lain dn selalau memberikan cobaan untuk umat nya yang sabar,,


kedatangan widia dari bandung keu jakarta membuat se isi rumah raditka merasa teesambar petir di siang hari, mendengar penjelasan nya membuat raditia mengerut kan alisnya,,,


raditia mencoba untuk berbicara kepada rizki dan mempertanyakan apa maksud dari ucapan Widia (nenek rizki) ,,


" rizki di mana kamu" raditia segera menelpon rizki


" di toko perhiasaan ayah, ada apa" rizki merasa heran karna sebelum nya ayah nya tidak pernah menanyakan keberadaan nya saat berada di luar rumah,,


" jam berapa kamu pulang? ada yang harus kita bicara kan" sambung raditia merasa tidak sabar menunggu ke pulangan putra nya


" nanti sore rizki pulang ayah sekitar jam 16:00 wib." melihat jarum jam yang ada di lengan kiri nya,,,


setelah mengambil pesanan perhiasan yang telah di pesan nya dari satu bulan yang lalau rizki langsung meninggal kan toko tersebut,,,


sesampai nya di kosan famella tanpa mengetuk puntu rizki sengaja langsung masuk untuk memberikan kejutan kepada famella,,


"happy aniversery sayang" rizki memeluk famella dari belakang


" happy anive juga sayang" senyum bahagia terpancar di wajah cantik famella yang sudah beberapa hari telihat mendung karna kejadian di Caffe xxx


rizki langsung mengulurkan tangan nya memberikan satu kotak kado yang berwarna pink,,


"apa ini bang" famella mengambil kado yang di berikan rizki


" buka lah sayang, suka atau ngga nya kamu bilang aku ya" rizki melingkarkan kedua tangan nya di pinggang famella


" emang ini apa isi nya sih bang" penasaran juga buka aja deh dari pada deg deg seer


saat di buka haaaaaaa, terkejut dengan melihat benda benda mungil yang selalu menjadi dambaan setiap wanita,, dengan maya melotot famella menatap rizki dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang dia dapat kan

__ADS_1


"sayang ini serius buat aku" famella masoh merasa tisak percaya ya allah rasanya mimpi banget ya si kasih satu seet perhiasan begini,,


"iiya itu buat kamu, kamu suka" rizki memper erat pelukan nya,,


"suka banget sayang, makasih ya makasih banyak" sumpah masih gak percaya memeluk rizki


pertama kalinya aku merasakan perasaan seperti ini sebelum nya tidak pernah sama sekali saat dulu bersama ervita pun tidak seperti ini bahkan ini lebih dari yang aku duka


waktu semakin berlalu dan masih dengan perasaan yang sama,,


rizki membawa famella ke rumah karna setiap hari sabtu dan minggun libur kerja seperti biasa famella memang selalu datang ke rumah sonia untuk silaturahmi dan memper erat hubungan kedua nya,,,


sonia pun sudah tidak merasa ragu ragu dengan famella sudah seperti mertua dan menantu seu sungguh nya,,, sekarang masih belom sah jadi menantu baru calon aja


seperti biasa di saat famella datang kerumah sonia selalu menyambut nya dengan penuh kasih sayang,,


uuuuppssss hampir lupa kan bunda nya hehe


terlihat seseorang yang sedang duduk di sofa ruang keluar ga, wanita paruh baya sedang duduk sambil membaca majalah,,


" oh ini, dia pacar rizki omah nama nya famella" dengan bangga rizki memperkenal kan famella " sayang ini omah aku"


famella pun mengulurkan tangan nya dengan memeberikan senyuman hangat


sayang nya widia tidak sama sekali menjabat tangan famella widia pergi meninggal kan kedua nya,,,


aku rasa dia tidak pantas sedikit pun untuk menjadi menantu di keluarga ini, penampilan yang sangat norak dan kampungan seperti itu bagai mana rizki bisa sangat mencintai nya, padahal di luaran sana banyak wanita wanita cantik yang mau jadi pacar nyaa,,, aah omah ini kadang kadang kalau bicara suka asal bener aja


" kaka ipar" fani memeluk dari arah belakang


" fani, apa kabar" membalas dengan senyum


" apa apaan kamu fani" ucap widia merasa kesal dengan tingkah fani yang begitu akrab dengan famella


" memang kenapa oma kita udah biasa kok " namira membela

__ADS_1


dengan raut wajah tidak suka dan tatapan sinis terhadap famella akhir nya widia mencoba mengintrogasi famella dengan sangat teliti, dari mana dia berasal, bagai mana latar belakang orng tua nya dan banyak sekali,,,


pertantaan widia membuat rizki merasa tidak nyaman dan memutus kan untuk bicara, rizki yang sama sekali tidak pernah membantah atau bicara kasar kepada widia sekang dia bisa membuka mukut nya lebar lebar untuk membela kekasing yang dia cintai,,,


" cukup oma, apa yang oma bicarakan itu sudah kelewatan" rizki merasa tidak nyaman atas ucapan oma nya


" sayang jangan kamu dengerin ya omongan oma" mencoba menguat kan hati famella


" memang apa salah yang oma ucapkan rizki, dia itu memang gak pantas untuk kamu, dia orang miskin yang cuma mau numpang hidup sama kamu aja, kamu cuma di manfaatin dia" widia mencoba untuk menghancurkan hubungan mereka


" oma tau apa, oma gak tau apa apa jadi oma diem aja" rizki berusaha menahan emosi agar tidak ke lepasan


" kanu tinggal kan dia rizki nanti kamu akan oma jodoh kan dengan anak teman oma, yang setara dengan kita, memang apa yang kamu lihat dari dia sih rizki dia gak punya apa apa" heran demen banget sama perempuan kere


" dia memang tida memiliki apa apa tapi dia memiliki hati yang tulus dia tidak pernah memandang materi keluarga kita" semakin kesal akhirnya rizki membawa famella meninggal kan ruang keluarga,,


famella tidak bersuara sedikit pun dia hanya bisa diam dan menangis,


" aku memang pantas untuk kalian hina, setidak nya jangan kalian hina ke dua orang tua ku" dalam hati


selama di perjalanan menuju kosan famella hanya diam dan sesekali menghapus air mata yang membasahi pipi cuby nya, rizku yang melihatnya merasa tidak tega,,


seharus nya aku gak bawa famella kerumah,,


sesampai nya di kosan famella meminta rizki untuk cepat pulang, famella cuma butuh waktu untuk sendri, sebernya pengen nangis sekencang kencang nya,,


" sayang kamu baik baik aja" mengusap air mata


" iya, kamu pulang lah keluarga kamu masih nunggu kamu di rumah" dengan ketus


" tapi sayang" rizki menggantung kata kata nya


dengan cepat famella menutup pintu nya rapat rapat dan menangis se jadi jadi nya,, luka hati yang beberapa hari lalau famella coba mengobati dengan teliti kini malah semakin bembesar,,


rizki yang mendengar tangisan famella pun mencoba meminta famella untuk membuka pintu nya, sayang nya famella tidak sama sekli menggubris nya, dengan perasaan bersalah dan merasa kesal dengan oma nya rizki pergi kembali ke rumah ,,

__ADS_1


__ADS_2