
semakin lama rizki memandangi foto famella dia semakin penasaran ingin melihat penampilan nya yang peminim, entah sejak kapan perasaan aneh itu mendatangi fikiran nya, yang jelas sekarang dia sangat ingin melihat famella yang berpenampilan memakai DRES, rambut yang ter uray wajah berias jalan yang anggun Aaaahhhhhh poko nya banyak sekali yang ingin di lihat , saat rizki sedang tenggelam dalam hayalan nya dia di kagetkan kedua adik perempuan nya, dan mengambil HP milik nya dengan serentak rizki pun segra mengambil HP yang d pegang fani dan namira dengan penuh tawa yang mengeje nya fani,namira pun memberikan HP milik rizki
"cie cie kaka sejak kapan kaka suka memandangi foto nya" tawa fani dan menyenggol nyenggol bahu Riziki
"ternyata diam diam ada yang naksir cewe niiih" namira langsung memeluk rizki" sejak kapan kaka suka sama dia ayo katakan" namira semakin menggoda rizki
" anak kecil di larang kepi sama orng dewasa" senyum rizki membaringkan tubuh nya di sofa" tapi kalau di lihat lihat dia memang manis ya de" tanya rizki
" kaka baru tau kalau dia manis" ucap fani sambil melihat foto famella " tapi sayang dia tomboy rasa nya gak pernah fani liat dia pakai baju anggun layak nya wanita" bagai mana lagi namanya juga cewe tomboy pasti jarang pakai baju yang kelihatan anggun
" heey kalian berdua jangan salah ya meski pun tomboy satpan komplex sini pada naksir tau sama dia, tapi sayang dia nya gak pernah tertarik" jelas namira entah laki laki seperti apa yang di cari famella
dengan serentak fani,namira memberikan ide yang yaah cukup lumayan baik lah ya dari pada penasaran kan mending kita praktekin aja, fani namira menelpon pegaway salon langganan nya utuk datang kerumah seperti biasa yang suka mereka lakukan kalau lagi malas ke salon, rizki pun merespon dengan baik dan mencoba mencarikan pakaian fani yang cocok untuk famella,,
melihat tingkah kaka dan kedua adik nya akash merasa heran dan mencoba bertanya apa yang mereka lakukan
__ADS_1
" kalian lagi ngapain sih, lo lagi cari baju buat siapa kak sampe lemari baju fani lo acak acak" penasaran sekaligus merasa khawatir dengan melihat kaka nya yang mencari cari baju wanita " lo gak niat buat pake baju fani kan ka, gue ngerasa hawatir sama lo" akahs menyeringah
" siapa juga yang mau pake baju fani somplak lo fikir gur dah gak waras" toyor rizki menoyor kepala akash " gue cuma lagi nyari baju buat seseorang" rizki tidak menyebut kan nama nya
" siapa" penasaran akahs karna yang dia tau kaka sulung nya tidak pernah ber cerita kalau dia memiliki kekasih semenjak dia meninggal kan masalalu nya
" kepo banget sih lo ayo bantuin gue" rizki kembali memasukan pakaian fani kedalam lemari dengan tatapan aneh akash membantu rizki membereskan pakaian fani ke dalam lemari, tiba tiba fani datang memberi tahukan bahwa pegawai salon langanan nya sudah datang, akahs yang semakin penasaran hanya bisa bertanya dalam hati,
sesampai nya di ruang tamu rizki membawa pegawai salon ke ruangan tengah rizki memanggil famella , semakin penasaran akash mencoba memanggil sang bunda dan ayah nya "siapa tau bunda dan ayah tau apa yang akan ka rizki lakukan" aku merasa ngeri melihat nya tiba tiba ada pegawai salon datang kerumah dan melihat dia mencari cari pakaian wanita di lemari fani"
sesampai nya di ruang tehang Raditia dan sonia pun merasa heran apa yang ingin di lakukan putra suluh nya
raditia, sonia dan akash pun semakin penasaran dan enggan untuk bertanya mereka hanya menyaksikan apa yang akan di lakukan oleh si sulung
"saya ingin kalian merias dia secantik mungkin tapi jangan terlalu medok juga ya" perintah rizki kepada kedua pegawai salon
__ADS_1
"Baik tuan, mari mba ikut saya" famella dan pegawai salon pun memasuki kamar tamu, dengan wajah tegang dan di penuhi pertanyaan pertanyaan dalam hati apa yang ingin di lakukan oleh tuan nya itu membuat mella merasa takut
" gak usah pasang muka tegang juga kali mella kamu gak akan di cincang halus kok di dalam" senyum rizki membuat famella semakin gemetar
sonia mengetahui anak sulung nya mempuanyain perasaan terhadap asisten rumah tangga nya itu tapi tidak dengan Raditia dan akash mereka sama sekali tidak mengetahui nya, sonia yang hanya tersenyum melihat tingkah Rizki semakin membuat Raditia bertanya
" bun ada apa dengan anak rizki" bisik raditia berharap mendapat kan info dari sonia
"sudah jangan banyak bertanya ayah lihat saja apa yang di lakukan anak kita itu" sambil menunggu sonia mengambil majalah paforitnya
akahs pun tidak mau kalah untuk mencari info dari kedua adik kembar nya itu " apa yang ingin ka rizki lakukan namira, fani" akash mencoba mengorek ngorek sedikit info tapi sayang fani dan namira tidak ingin memberikan info hanya sedikit mengangkat bahu dengan mengisyarat kan "mana aku tau"
beberapa menit berlalu dan bahkan sudah hampir satu jam menunggu akhirnya yang di tunggu tunggu selesai juga, kedua pegawai salon sudah keluar dari kamar tamu kini giliran famella yang keluar dari kamar tamu dengan rasa deg deg gan rizki sonia dan si kembar mencoba mencoba untuk membuat hati nya tenang dan beeharap famella segeea keluar dari kamar tamu, tapi sosok famella pun belum sama sekali teelihat,
sesangkan di dalam kamae famella merasa aneh dengan wajah nya yang penuh dengan make up, bulu mata yang tidak seperti biasa nya sangat mengganggu untuk nya apalagi melihat bibir nya yang di balut lipstik berwarna merah bibir membuat famella merasa perus tasi melihat perubahan di wajah nya dan sangat ingin membersihkan wajah nya dengan tisu basah yang ada di hadapan nya ,,
__ADS_1
sedikit ragu famella pun melangkah kan kaki nya menuju keu luar kamar, "untung saja aku sudah peenah memakay sepatu hak tinggi sperti ini jadi tida begitu sulit" gumam famella
" lagian tuan muda ngapain sih pake acara nge dandanin gue kaya gini" perotes famella sambil berjalan menuju pintu keluar