Oma Tebing Di Antara Kita

Oma Tebing Di Antara Kita
perasaan rizki


__ADS_3

setiap hari rizki pun merasa bahwa dirinya berperang dengan perasaan nya sendiri antara harus maju dan mundur, bila dia memaksa untuk maju saya takut bila nanti dia menolak meskipun aku di terima tapi takut bila suatu saat apa yang ku alami di masalaluku terlulang kembali, bila aku mundur masa iya sih aku kalah sebelum berperang, rizki pun prustasi dengan perdebatan hati nya,


dengan rasa sedikit penasaran rizki mulai mencoba memasuki ruang belakang berharap bisa bertemu dengan famella, bukan nya ketemu sama famella eh malah ketemu yang berwajah putih di kegelapan malam karna asiva sengaja mematikan lampu ruang belakang, saat rizki memasuki ruang belakang dengan penasaran dia mencoba mengamati seseorang yang nerjalan menuju keu arah kamar mandi semakin dekat sekamit dekat dan DUUUAAAAAAARRRRR rizki menjatuh kan sekaleng minuman yang baru di ambil nya dari kulkas dengan perasaan kaget , hehe masa laki laki takut hantu sih


"ataga siapa itu" rizki pun segera mencari kontak listri agar bisa melihat siapa yang berwajah putih itu, tiba tiba saja dia berteriak


" siapa di sana" famella berlari menuju kamar mandi dan sayang nya kaki famella tersandung kursi meja makan"aduuuhhh"


rizki pun berhasil menemukan kontak listrik dan menyalakn lampu di ruangan belakang dengan terlihat jelas siapa yang sedang duduk di samping kursi meja makan


"famella" lirik rizki sambil mengulurkan tangan nya" kamu gak papa, lagian kamu ngapain sih malam malam pake masker, udah gitu lampu pake acra di matiin segala" gumam rizki merasa lega di fikir hantu ternyata hantu cantik yang sudah mulai menggelitik hati nya


" lagian tuan muda juga ngapain sih tumben tumbenan kesini biasanya juga gak pernah kesini" protes famella kesal nyampur kaget melihat bayangan hitam yang berdiri di depan kulkas


" memang nya kenapa aku cuma mau abil minuman aja" alasan rizki padahal diam diam dia cuma pengen lihat famella dan membuat alasan mengambil minuman, kalau ngeles itu sudah menjadi ke ahlian ku


" sudah cuci muka kamu sana serem tau lihat nya putih putih begitu" perintah rizki


" nyurih bersiin wajah tapi gak bangunin gimna siih udah tau sakit" gerutu famella dengan kesal dan berdiri sendiri, mella pun berjalan menuju kamar mandi tiba tiba

__ADS_1


"famella" rizki memanggil mella pun menghentikan langkah nya dan berbalik arah


"apa" dengan nada jutek mella mejawab panggilan rizki karna masih kesal bukan nya di bantu bangun malah di tinggal pergi dasar sultan


" cepat bersihan wajah mu itu seram aku ngeliat nya, o iya hati hati nanti ada teman yang sama putih nya dengan wajah mu haha" tawa rizki menakuti famella mella pun merasa kalau bulu kunduk nya sedikit naik keu atas dan membayang kan wajah wajah seram


" hmmm dia fikir aku takut apa sama model begitu sory ya famella gak pernah takut sma yanh begituan" sombong mella memasuki kamar mandi, padahal takut juga sih kalau misal nya iya tiba tiba tuh selebriti lewat di belakang gimana hiiiihhhh, dengan buru buru mella meninggalkan kamar mandi


rizki mencoba untuk mengungkap kan isihati nya pada mella di saat waktu yang berbeda di mana hari libur untuk rizki bersantai ia gunakan untuk mengganggu kesibukan famella yang sayang nya di ketahui ibunda tercinta, karna bagai manapun rizki sangat tida mungkin kalau tida jujur pada sang bunda bukan rizki nama nya kalau dia gak cur cor sama bunda nya tentang perasaan nya, Sonia dan Raditia selalu mendukung apa pun keputusan anak anak nya termasuk masalah jodoh, yang sonia dan Raditia ingin kan hanyalah kebahagian anak anak nya tanpa harus membanding banding kan ke dudukan harta dan materi, karna bagi keluara RADITIA SYAPUTRA ke bahagian nomor satu harta dan matero bisa di cari bersamaan,


dengan tidak menduga tina tiba rizki terkejut kehadiran SIPANYEU adik dari SONIA datang kerumah nya semata mata bukan hanya sekedar berkunjung melain kan ada unsur lain yang ingin di bicara kan ANYEU kepada sang kaka mengenai putra nya dan famella, looh ada apa dengan famella, bagai mana tidak famella yang memiliki paras cantik, manis dan ramah dia di berikan hati yang sangat baik, membuat semua makhluk mengagumi nya,


" anyeu kok kamu gak bilang kalau mau kesini apalagi ada yang mau kamu bicara kan membuat kaka deg deg gan" sonia menyiap kan camilan dan beberapa jus di meja


"famella sama siva mana kak" anye pun melirik lirik seisi ruamah tapi yang di cari tidak nampak batah hidung nya sekalipun


" ada mereka di belakang, memang nya ada apa kamu mencari mereka anye" sonia pun mencoba mencari informasi namun anye tidak sepatah katapun memberi tahunya


" anye pengen ketemu mereka ka" anye pun berjalan dan memanggil famella dan siva dengan jalan tergesa gesa famella dan siva pun menuju keruang keluarga

__ADS_1


" ibu memanggil kami" jawab keduanya serentak dalam hati siva dan mella bertanya apa ada kesalahan yang mereka perbuat


" duduk saya mau bicara sama kalian berdua" dengan menunjukan senyum tipis di bibir anye membuat hati kedua nya gelisah


famella dan asiva pun duduk di bawah dekat meja, dengan nada kesal RADITA menyuruh kedua nya bangun dan meminta nya untuk duduk di atas sofa, karna bagai mana pun bagi raditia setiap manusia itu sama dan tidak berbeda hanya ke dudukan dan materi nya saja yang berbeda dan bagai mana pun mereka berdua lah yang telah menyelamat kan nyawa nya dan karna itu raditia sangat menyukai dan menyayangi kedua nya sama seperti menyayangi ke lima anak nya


"apa yang mau ibu bicarakan sama kita berdua, apa kita membuat kesalahan sama ibu" dengan hati berdegup kencang antara takut dan gelisah membuat kedua nya hampir saja mengeluarkan keringat dingin


"tidak kalian berdua tidak membuat kesalahan apa pun sama saya hanya saya mau meminta sesuatu sama kalian" dengan menunjukan senyum lebat membuat kedua nya sakin gemetar dan mengerutu dalam hati


"apa yang mau ibu pinta dari kami, kami tidak mempunyai apa apa selain tenaga untuk bekerja" ucap asiva dengan menundukan wajah nya


" saya ingin menjodoh kan salah satu di antara kalian berdua dengan putra sulung saya" jujur SIFANYE sangat menyukai asiva di karna kan takut bahwa putra sulung nya akan menolak anye punencoba mendiskusi kan nya terlebih dahulu dengan putra sulung dan suami nya, harapan anye membicarakan semua nya terlebih dahulu agar tidak mendapat kan jawaban yang tidak sesuai dengan ke inginan nya


deeggg rizki dan sonia pun saling menatap entah apa yang di rasakan kedua nya yang jelas mereka berdua sangat takut bila famella lah yang di maksud oleh sifanye, dengan hati gelisah rizki terus memandangi famella dengan berharap bukan famella lah orng yang di maksd oleg sifanya,


benar saja orang yang di maksud fanye adalah asiva, asiva yang diam diam di kagumi oleh putra sulung nya membuat fanye semakin yakin untuk membuat putra sulung nya dengan asiva benar benar memiliki hubungan yang sesungguh nya


rizki dan sonia pun dapat bernafas lega "akhirnya ternyata bukan famella yang tante fanye maksd aku sudah merasa gelisah" gumam rizki dalam hati

__ADS_1


oborolan pun akhirnya selesai dan membuat wajah polos asiva sangat terlihat bingung dengan pertanyaan fanye ke padanya asiva meminya izik kepada fanye untuk merenung sejenak


asiva terlihat sangat bingung dengan apa yang ingin dia katakan kepada fanye dengan menahan air mata asiva menghela nafas panjang dan kembali menemui sifanye untuk mengatakan yang sebenar nya, bahwa kenyataan nya asiva sudah tidak memiliki kedua orng tua asiba yang hanya memiliki 1 orng kaka dan 1 orang adik yang berusia 4 tahun ia tinggal kan bersama nene nya di kampung, mendengar penjelasan asiva membuat semua yang berada di ruang keluarga meneteskan air mata


__ADS_2