Oma Tebing Di Antara Kita

Oma Tebing Di Antara Kita
Bab 23


__ADS_3

lia yang diam diam memiliki rencana buruk terhadap sonia terus saja di kompor kompori iyan, iyan adalah suami lia yang memiliki dendam pribadi terhadap raditia terus berusaha mencoba menghancurkan keluara kaka nya tersebut,, tanpa berfikir panjang bahwa perbuatan nya tersebut akan menimbul kan masalah yang besar dan saat raditia tau apa yang akan dia lakukan gak akan sedikitpun dia bisa membantah dan menghalangi nya,,


" gimana mah kamu udah bisa ketmu kaka kamu dan masuk ke rumah nya " ucap iyan dengan nada memancing


" udah aku udah bisa basuk, dan sekrang ke adaan isi rumah nya lagi kurang membaik" lia menjawab lurus pertanyaan iyan


" kurang baik gimana maksd kamu mah " ucap iyan penasaran dengan ucapan lia


"iya kurang baik, emng kamu gak tau ya kalau rizki anak sulung nya itu sekrang sakit sakitan gara gara di tinggalin cewe nya" ucap lia tertawa kecil


" ish ish ish lebay nya hahahahhaha, kenapa gak mati aja tuh sekalian uupppss" ucap iyan kelepasan


" kasian pah kalau harus mati, nanti gak akan ada yang bisa kita manfaatin lagi dong" tawa lia dan iyan


lia dan iyan selama ini memang selalu memanfaat kan kebaikan rizki kepada laras,


rizki yang tidak pernah dia beda bedakan laras dengan adik adik nya memang sering membrikan apa yang laras butuh kan entah itu kebutuh untuk sekolah nya atw hal lain nya, rizki memang memiliki hati yang lembut melakukan semua nya tanpa pamring mengingat bahwa laras adalah adik sepupu nya,,


laras hidup bersama kedua orng tua nya yang memiliki kekurangan ekonomi membuat rizki iba dan memilih intuk memenuhi semua yang laras butuh kan, sayang nya rizki ridak pernah tau akan niat buruk om dan tante nya itu,,


sepulang sekolah laras di panggil wali kelas keu ruang guru untuk membicara kan semua tunggakan yang sudah 3 bulan belom di bayar orang tua nya


" laras bisa ikut ibu sebentar" ucap mila wali kelas laras


" baik bu " ucap laras lungguh


" laras apa kamu sudah berikan surat yang ibu kasih buat orang tua kamu " ucap mila


" sudah bu, sudah laras berikan sama mama " ucap laras nalu


" kalau kamu memang sudah kamu memberikan surat dari saya kenapa sampai detik ini orang tua kamu belum datang ke pihak sekola" ucap mila dengan nada marah


" maaf bu, kalau boleh saya minta waktu lagi sama ibu sampai saya bisa melunasi tunggakan saya " ucap laras

__ADS_1


" mau sampai kapan laras kamu terus meminta waktu sama pihak sekola, kalau begini terus kamu gak akan bisa ikut ujian" ucap mila


laras keluar dengan wajah sedih mengingat orang tua nya yang tidak pernah mementingkan kan pendidikan nya, lia dan iyan selalu mementingkan urusan peribadi nya membuat laras merasa hidup sendiri


laras yang sepanjang perjalanan pulang menuju rumah nya hanya mampu menahan kesedihan nya, laras pun mencoba mencari pekerjaan yang bisa di kerjaan oleh anak sekola,,


laras pun mendatangi sebuah caffe yang tidak jauh dari perusahaan rizki, saat laras sedang bicara dengan menejer caffe tanpa sengaja rizki melihat adik sepupu nya,,


" laras, kamu lagi apa di sini " ucap rizki menyapa


" ka riz, mmmm ini ka, laras, laras lagi " laras menggantungkan perkataan nya


" lagi apa, o iya kebetulan kamu di sini ayo kita malan siang bareng" ajak rizki


" hmm gimana ya ka" laras coba menolak ajakan rizki


laras dan rizki memilih meja di dekat jendela , rizki yang melihat laras cuma menundukan wajah nya pun mencoba bertanya,,


" laras kamu baik baik aja" ucap rizki


" ada apa, bicara sama kaka " rizki yang merasa adik sepupu nya sedang ada masalah mencoba menanyakan apa masalah yang sedang di jalani adik sepupu nya itu


" itu kak, laras malu cerita sama kaka" ucap laras menunduk


" bicara aja siapa tau kaka bisa bantu kamu" ucap rizki


laras pun mulai mencerutakan semua masalah nya sari perihal tunggakan sekola sampai perlakuan orang lia dan iyan yang gak pernah sama sekali memperhatikan laras


rizki yang mendengar cerita laras merasa tersentuh,,


saat laras dan rizki sedang bicara tiba tiba pelayan caffe datang membawa makanan pesanan mereka


" Maaf mba mas ini pesanan nya" ucap pelayan caffe sambil menata makanan di meja

__ADS_1


" o iya mba, makasih " ucap rizki


" ayo laras makan " ucap rizki yang langs menyantap makan nya dengan lahap


laras yang melihat rizki makan dengan lahap pun sedikit usil dan senyum senyum,,


" kamu kenapa, ayo makan " ucap rizki


" eh iya ka ini makan" laras pun langsung memakan makanan nya


" kaka lapar ya, memang udah berapa bulan gak makan" tawa kecil laras yang melihat mulut rizki yang penuh dengan makanan


" sudah tiga bulan " balas rizki


laras dan rizki pun saling melahaap makanan nya masing masih,


saat nya pulang


" laras " panggil rizki


" iya kak" jawab laras


" besok kaka datang ke sekolahan kamu ya biar kaka yang bayar semua tunggakan nya" ucap rizki


" ja, jangan ka gak usah biar nanti laras yang bayar laras tadi di terima kerja kok sama meneger caffe yang barusan kita makan" ucap laras dengan lantang


" gak papa nunggu kamu gajian kan lama nanti keburu ujian kamu gak akam bisa ikun ujian ras" paksa rizki


" iya sih kak" ucap laras


" ya udh besok kaka jemput kamu ya sekarang kaka kembali ke kantor dulu " ucap rziki


" iya kak, makasih udah anter laras sampai ke rumah" uncap laras

__ADS_1


rizki pun langsung memasuki mobil dan meninggal kan laras,,


hmmmm laras udah bisa nafas lega tuh mau di bayarin tunggakan nya🤗🤗🤗


__ADS_2