
"Ya, kau memang cantik Eun Jo," puji Eun Jo sendiri didepan cermin, ia terus membenahi penampilannya dan memutarkan tubuhnya.
Eun Jo mengenakan dress yang tadi ia pilih di butik bersama Tae Woo. Rambut digulung kebawah dan sepatu berhak tinggi berwarna senada dengan dress. Tanpa memakai aksesoris yang berlebihan, hanya gelang silver dan anting-anting mutiara model tindik.
"Yak, sudah siap!" Eun Jo bercermin terakhir kalinya dan ia pun turun ke bawah karena mendengar klakson mobil Tae Woo didepan rumahnya.
"Kenapa lama sekali?" ucap Tae Woo yang bersandar didepan mobilnya, dia mengenakan setelan jas berwarna coklat dan kemeja berwarna hitam. Membuat Eun Jo sejenak terpana akan ketampanan bosnya itu.
"Anda saja yang terlalu cepat menjemput," kilahnya.
"Bagaimana penampilan saya ?" Tanya Eun Jo memastikan.
"Lumayan, sudah cepat masuk!" perintah Tae Woo. Tidak mau terus terpesona dengan penampilan gadis itu.
"Aishh, dari tadi hanya bisa bilang 'lumayan saja'. Apa dia tak suka memuji wanita ?" ucap Eun Jo lirih.
"Jangan berbisik, jika aku bisa mendengarnya."
Eun Jo heran kenapa ucapannya bisa didengar Tae Woo, padahal hanya berbisik. Daripada memikirkan hal itu, Eun Jo langsung masuk ke mobil. Hanya diam yang menyelimuti mereka disepanjang perjalanan.
.......
.......
.......
Eun Jo membuka mata dan mulutnya lebar-lebar karena terkesima dengan keindahan didepan matanya. Mereka sudah tiba di tujuannya saat ini. Sebuah pesta kebun yang luas dengan hamparan rumput hijau dan tatanan dekorasi meja kursi kayu, panggung kecil, tiang yang penuh dengan lilitan bunga dan gorden serba putih susu. Lampu-lampu putih kecil menggantung di atas di antara ujung tiang dengan tiang lainnya. Membuat suasana romantis dimalam hari.
"Wahh, indah sekali. Memang Nona Yeo Woo mengadakan acara apa ?" Tanya Eun Jo masih wajah takjub. Karena baru kali ini ia melihat acara seperti ini.
"Kau akan tau setelah masuk kedalam."
Tae Woo menggandeng tangan Eun Jo lagi, membuatnya berjalan beriringan. Eun Jo merasa heran atas kelakuan Tae Woo saat ini, apa dia tidak malu bergandengan dengan sekretaris pribadinya sendiri, bagaimana dengan pandangan orang-orang relasinya atau jika nanti kakaknya melihat kesalahpahaman ini. Bisa menjadi skandal hit di kantor. Pikiran takjub tentang tempat ini seketika luntur dengan ketakutan. Eun Jo mulai menarik secara halus tangannya yang digenggam Tae Woo.
"Kenapa? Apa kau takut jika orang lain salah paham tentang kita saat ini ?" Seakan pikirannya terbaca, Eun Jo hanya mengangguk.
"Untuk apa kau pikirkan orang lain, jika kenyataannya tidak. Aku tak senang jika nanti ada wanita lain yang menggoda ku," kata Tae Woo dengan merangkul pinggul Eun Jo. Lebih ekstrim dari tadi.
Banyak tamu undangan yang hadir, kolega-kolega dari perusahaan JG (Jung Great). Tak sedikit pengusaha yang ia kenal. Saling bertegur sapa dan mengobrol dengannya dan Tae Woo. Setelah beberapa menit berbincang-bincang, ada seseorang yang merangkul punggung Tae Woo dari belakang.
"Haii, Tae Woo yah~. Ku pikir kau tak datang, aku mencari mu," ucap seorang gadis masih memeluk Tae Woo.
Tae Woo pun berbalik dan mendorongnya menjauh.
"Aku tak suka orang lain menyentuh tubuhku tanpa seizin ku."
Tae Woo sudah tahu siapa gadis itu, gadis yang selalu mengejarnya dan berharap menjadi miliknya. "Jadi sekarang menjauh lah, Ji Won!".
Eun Jo yang sedari tadi ada disebelah Tae Woo tak tahu apa yang terjadi, tapi melihat dia sedikit kasar terhadap gadis itu, Eun Jo harus ikut campur. "Sudahlah Pak Tae Woo. Dia kan hanya menegur anda, mengapa anda harus seperti itu?"
"Ayo, lebih baik kita menemui noona," kata Tae Woo dengan menggenggam tangan Eun Jo lebih erat -lebih tepatnya menyeret - menjauh dari gadis itu.
"Eeh.. tunggu.. "
Eun Jo tak mungkin bisa menahan Tae Woo dan hanya bisa membungkuk meminta maaf pada gadis itu.
"Tae Woo yah~~" teriak Ji Won tanpa mengejarnya.
'Mengapa sangat sulit untuk mendapatkan hati mu, Tae Woo?' ucap lirih Ji Won dengan menahan tangisnya.
Matanya hanya mampu melihat Tae Woo menjauh dengan menggenggam tangan gadis lain. Padahal Tae Woo baru saja bilang tak ingin disentuh oleh orang lain tanpa seizinnya. Apa ini berarti Tae Woo memberikan izin untuk bisa disentuh gadis itu. Siapa gadis itu ?
.......
.......
.......
"Mengapa anda begitu pada gadis tadi?"
"Aku tak mau membahas hal-hal yang tidak penting bagiku," jawab Tae Woo. Eun Jo hanya menghela nafas mendengarnya.
"Aku ingin menemui noona dulu, kau tunggulah dulu disini." Pinta Tae Woo dan dibalas anggukkan Eun Jo tanda mengerti.
Dia mencoba menikmati suasana pesta, mengambil beberapa camilan dan bertegur sapa dengan orang lain. Terlihat sebuah panggung kecil yang penuh dengan taburan mawar putih di atas lantai, menarik perhatiannya. Di samping panggung nampak seorang laki-laki membelakanginya sedang berbincang-bincang dengan beberapa lelaki dewasa. Entah kenapa lelaki itu menarik perhatiannya. Mengingatkannya pada seseorang dimasa lalu.
Eun Jo berjalan ke depan ingin menghampiri sang lelaki itu, saat jarak kurang 1 meter lagi, seseorang menepuk pundaknya.
"Kemarilah, acaranya akan dimulai."
Eun Jo mengikuti duduk di kursi yang disediakan. Rasa penasaran akan lelaki itu masih tertinggal dalam benaknya.
"Baiklah, di acara yang membahagiakan ini, kita akan mulai." sambut seorang wanita pembawa acara pesta memulai di atas panggung.
"Hari ini, kita akan menyaksikan 2 ikatan cinta bersatu dalam sebuah pertunangan. Sekilas info.. " jeda pembawa acara dengan senyum.
"Ke 2 sejoli ini telah saling mencintai saat mereka di bangku kuliah dan juga menjadi rekan kerja antar 2 perusahan besar. Dan kali ini, mereka akan meresmikan hubungan mereka, bukan sekedar menjadi sepasang kekasih tapi dalam sebuah pertunangan."
Suara tepuk tangan tamu undangan riuh di udara. Memusatkan penuh perhatian ke depan.
"Yang berbahagia, Nona yang cantik jelita - Jung Yeo Woo, silahkan naik ke atas panggung."
Seorang wanita cantik walaupun sudah tak lagi remaja, berjalan keatas panggung dari sisi kiri panggung. Mengenakan dress putih panjang berlengan pendek, memberi kesan simpel namun anggun. Rambut panjangnya diikat. Polesan make-up yang terlihat natural. Cantik. Itulah Kesan yang terlihat.
__ADS_1
"Dan tentu saja lelaki yang berbahagia, tuan Lee Jong Hyun."
Lelaki yang menjadi pasangannya juga terlihat menawan, memakai setelan jas hitam dan kemeja hitam. Warna yang berlawanan dengan gaun sang wanita namun sangat serasi saat berdampingan.
Senyum terpatri di wajah dua sejoli itu. Menunjukkan kebahagian kepada para tamu.
Lee-Jong-Hyun, Ejaan kata itu terucap dibibir Eun Jo. Wajahnya tak percaya, dia melihat lelaki yang terus ia tunggu selama ini. Sedetik kemudian, Eun Jo seperti terjerumus ke dalam masa lalunya. Kenangan-kenangan manis saat mereka bersama saat remaja. Saat itu mereka saling mengungkapkan rasa cinta dan sayang. Berbagi sentuhan dan kecupan. Senyum dan tangis. Tawa juga pertengkaran. Bertahun-tahun memori itu telah dibuat. Bertumpuk menjadi kerinduan yang dalam.
Tapi entah kenapa saat ini dunia berputar bak mesin waktu menariknya menjauh ke waktu saat mereka berpisah. Tak ada niat untuk saling melepaskan cinta. Hanya keharusan yang membuat mereka kini tak saling mendekap raga.
.......
.......
.......
\=:\= FLASHBACK \=:\=
"Apa kau akan pergi?" Tanya sang kekasih.
"Iya, Eun Jo. Orang tuaku ingin aku kuliah di Amerika. Dan setelah lulus, aku akan mengembangkan perusahaan ayah di sana," jelas lelaki itu membelai halus pipi sang kekasih setelah selesai berkemas.
"Kapan kau akan kembali ke Korea?" Eun Jo berusaha menggali kepastian akan kelangsungan hubungannya.
"Aku tidak tahu, maafkan aku." Jawab sang kekasih bernama Lee Jong Hyun, kekasihnya sejak kelas 1 SMA. Sebuah hubungan yang tidak terduga. Idola para lelaki berpacaran dengan idola para guru. Ratu kecantikan sekolah dengan Pangeran terpintar disekolah.
Awal pertemuan yang mengesankan akan berakhir dengan perpisahan.
"Lalu bagaimana kita?" Tanya Eun Jo lebih lanjut.
"Tunggulah aku, karena aku akan tidak melepas mu Eun Jo. Tapi jika kau lelah untuk menunggu ku, maka suatu saat aku akan mengejar mu." Sebuah untaian kata penenang melegakan hati sang kekasih.
"Aku tidak pernah keberatan menunggu siapa pun berapa lama pun selama kita saling mencintai," jawab Eun Jo dengan senyum yang membuat Jong Hyun selalu takluk dengan wanita yang menawan hatinya.
"Terimakasih, Eun Jo. Aku mencintaimu," ucap sang pujaan hati sebelum ia menundukkan kepalanya dengan tangan menangkup kedua pipi kekasihnya itu.
"Aku juga mencintaimu."
Eun Jo tahu apa yang akan dilakukan Jong Hyun, ia pun memejamkan matanya menikmati setiap rangkulan, deru nafas, dan merasakan kebahagian yang tertinggal dibibir mereka yang saling menyatu, tapi meninggalkan rasa sakit di hati dan menyediakan air mata setelahnya.
.......
.......
.......
"Kau juga. Aku pasti akan merindukanmu,"
"Aku juga." Terlihat raut sedih diwajahnya.
Ia pun mundur beberapa langkah menjauh dari Jong Hyun. Menunduk, tak ingin menunjukkan air kesedihan yang keluar dari matanya.
Jong Hyun mendekat dan memeluk Eun Jo begitu erat, tak memikirkan suasana ramai di bandara. Dia hanya ingin menenangkan kekasihnya. "Eun Jo, aku pasti akan kembali."
Jong Hyun merangkum kedua pipi Eun Jo, melihat mata gadis yang ia sukai, namun tak akan dapat ia lihat lagi. Jong Hyun mencium kening Eun Jo, menandakan ia harus segera pergi dan meninggalkan gadisnya sendiri.
"Bye, Eun Jo."
Kata terakhir yang terucap dari bibir Jong Hyun, suara terakhir yang ia dengar, deru nafas yang tak akan ia rasakan lagi, pelukan yang tak akan menghangatkannya lagi. Eun Jo mencoba menguatkan hatinya, bahwa ini akan berlalu dengan cepat, Jong Hyun pasti akan kembali dan seperti akhir cerita dongeng yang akan menjadi happy ending dan happy ever after.
Terlihat semakin menjauh punggung Jong Hyun. Ingin rasanya ia menahan Jong Hyun untuk tetap disisinya dan berkata 'jangan pergi'. Tapi kebahagian selalu butuh pengorbanan untuk diadu. Walau penantian ini penuh ragu. Tuhan pasti merencanakan sesuatu . Hanya perlu untuk menunggu. Semua pasti akan indah pada suatu waktu. Ya, pasti akan begitu.
\=:\= FLASHBACK END \=:\=
.......
.......
.......
Tanpa sadar, ia menangis. Kembali pada kenangan masa lalu yang membuatnya menangis. Lelaki yang 'bahagia' di atas panggung itu yang juga membuatnya menangis dan tujuan dari pesta inipun yang membuatnya tak bisa berhenti menangis.
"Hapuslah air matamu itu, jangan terharu begitu," ucap Tae Woo yang ada disampingnya mengulurkan sapu tangan.
Tae Woo tahu apa yang Eun Jo saat ini tangisi, tapi dia memilih diam dan membiarkannya menangis.
"Saya ingin pulang Pak Tae Woo."
Pikirannya kacau saat ini. Terasa sesak di dada. Semakin tak nyaman dengan pemandangan 'menyakitkan' baginya atau pemandangan 'kebahagian' bagi yang menikmati didepan sana. Seorang lelaki yang ia cintai dan ia nanti selama ini, mulai menyematkan cincin tunangan ke jari manis pasangannya. Sang wanita yang paling bahagia saat ini, juga menyematkan tanda ikatan lebih dalam ke jemari yang akan menjadi calon suaminya. Tepuk tangan dari pada tamu yang hadir membuat telinga Eun Jo berdengung, terlalu berisik untuk didengar.
"Tunggulah sebentar, akan ku perkenalkan dengan tunangan noona," ucap Tae Woo menghapus air mata Eun Jo dan juga menggenggam lembut tangannya, menuntunnya ke suatu arah.
Eun Jo tak tahu harus berbuat apa, saat ini ia hanya bisa diam dan tertunduk. Bersembunyi dibalik punggung Tae Woo. Andai saja ia bisa bersembunyi dari kenyataan.
"Selamat noona, akhirnya kau tunangan juga, walau lambat dari hyeong Jae."
"Selamat juga Jong Hyun, kau terlihat sangat bahagia hari ini." Tae Woo menjabat tangan calon kakak ipar itu. Sang lawan bicara hanya tersenyum getir.
"Kau dengan siapa kemari, apa dengan Ji Won?" Tanya Yeo Woo melihat seorang gadis dibelakang punggung adiknya. Tae Woo bergerak ke samping dan merangkul pinggang Eun Jo.
Eun Jo masih tertunduk, meremas kain dress nya.
__ADS_1
"Aku dengan Eun Jo, noona."
"Wah, Eun Jo! Aku tak menyangka kau bisa mengajak gadis juga Tae Woo, kau kan anti emansipasi wanita." ejek kakaknya itu.
"Eun... Jo..." Tiba-tiba Jong Hyun berucap yang membuat Eun Jo refleks mendongak ke arah asal suara itu.
"Iya, Sayang. Dia gadis yang pernah ku ceritakan, dia pernah jadi sekretaris ku dulu. Dan sekarang dia menjadi sekretaris Tae Woo." Jelas sang tunangan.
"Oh ya, Eun Jo. Ini tunangan ku, Lee Jong Hyun."
"Hallo, sa-saya Song Eun Jo, selamat atas pertunangan anda. Semoga berbahagia," ucap Eun Jo sambil bersalaman. Dia mencoba menahan air mata dan rasa sesak di dadanya saat ini.
Dia dapat merasakan tangan Jong Hyun yang dulu selalu memeluknya, membelainya, menghapus air matanya saat sedih, tapi sentuhan itu sekarang terasa hampa.
"Terimakasih." Hanya itu kata yang bisa Jong Hyun ucapkan setelah sekian lama tak bertemu dengan Eun Jo.
"Aku ingin mencari udara segar dulu, noona. Kalian selamat bersenang-senang menjadi sepasang tunangan."
"Baiklah. Nanti antar Eun Jo ke rumah baik-baik ya. Jangan kau turunkan ditengah jalan seperti Ji Won."
"Ya-ya."
Tae Woo menggenggam tangan Eun Jo lagi, entah ke beberapa kali. Yang dia mau saat ini hanya menenangkan perasaan gadis yang kini tengah gundah gulana.
.......
.......
.......
.......
"Kau kenapa Jong Hyun?" Tanya Yeo Woo melihat tunangannya masih memandangi adiknya dan Eun Jo yang sudah menjauh.
"Aah. Tak apa-apa. Aku hanya sedikit lelah berdiri saja." bohong Jong Hyun. Mungkin orang lain akan berkata dia sedang berbahagia saat ini bertunangan dengan orang yang dicintai. Tapi hanya dia yang tahu saat ini dia merasa sedih dan menyesal. Semua ini tak pernah ia inginkan. Ia masih menginginkan kekasihnya dulu. Tak pernah melupakan gadis dari masa lalunya dan berharap akan menjadi masa depannya. Apa takdir cinta bisa diubah ?
.......
.......
.......
.......
"Maaf."
"Kenapa harus minta maaf?"
"Karena menangis."
"Lalu, kenapa kau menangis?"
"Tidak tahu."
Eun Jo terus menunduk, tak melihat ke arah yang sama dengan Tae Woo yang sedang memandangi taman hijau. Menjauh dari keramaian yang mengganggu.
"Maka kau harus tersenyum, agar tak menangis lagi."
Eun Jo sontak menoleh, walau kata-katanya biasa dan datar tapi entah terdengar bermakna.
"Karena kau sangat jelek saat menangis, make-up mu bisa luntur," ujar Tae Woo dengan menyentuh pipi Eun Jo.
"Apa !"
Ia merasa kesal dengan ejekan Tae Woo, memusatkan perhatian penuh pada lelaki disebelahnya. Dia akan marah tapi tiba-tiba Tae Woo memeluknya. "Lebih baik kan?"
Eun Jo terpana akan perlakuan Tae Woo, entah kenapa rasanya begitu menenangkan, mau tak mau Eun Jo pun tersenyum, "Terimakasih, Pak Tae Wo."
Rasa gelisah dan kecewa di pesta tadi begitu cepat sirna. Eun Jo merasa sedikit lebih baik saat ini.
Tae Woo perlahan melepaskan pelukannya dan kembali menggenggam tangan Eun Jo lagi, "Kau ingin pulang kan ? akan ku antar."
Hanya anggukan arti setuju dari Eun Jo. Tangannya sudah nyaman digenggam Tae Woo. Tak protes atau malu seperti tadi. Meninggalkan pesta yang baru saja membuatnya sakit hati.
.......
.......
.......
.......
'Aku akan mengejar mu lagi, Eun Jo ! Akan ku jelaskan yang harus kau ketahui '
gumam seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka dibalik layar, menyiapkan beribu untaian kata yang akan dia jelaskan pada sang gadis. Diterima atau tidak. Dia akan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya. Keinginannya seperti itu saat ini. Semoga Tuhan membantu rencananya. Tapi tidak ada yang tahu rencana masa depan bukan ?
.......
.......
.......
...TBC...
__ADS_1
...^^...