Pacarku Hasil Taruhan

Pacarku Hasil Taruhan
Episode 12.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


"Tante izinkan. Tapi... pulangnya jangan sampai malam ya." ucap Mira memberikan izin.


"Yaudah kalau begitu, Jessica dan Aska pamit dulu ya ma." pamit Jessica kepada sang mama.


"Hati-hati di jalan ya sayang. Jaga diri baik-baik!" ucap sang mama sembari mengelus lembut rambut sang anak.


Jessica pun mengangguk. "Iya, ma."


"Tante saya pamit dulu." kali ini aska pamit sembari mencium tangan wanita paruh baya itu.


Mira pun mengangguk. "Iya, hati-hati di jalan ya. Tolong jaga anak Tante."


"Baik, Tante. Saya akan menjaga Jessica dan memastikan Jessica akan pulang tepat waktu.


"Iya, Tante percaya sama kamu."


mereka berdua pun pergi meninggalkan pekarangan rumah gadis itu dengan mengendarai motor milik laki-laki itu.

__ADS_1


"Kita mau kemana sih Aska?" teriak Jessica dari belakang saat bertanya kepada laki-laki itu.


"Nanti juga kamu tau, kita akan kemana." sahut laki-laki itu dengan menolehkan kepalanya ke samping agar gadis itu mendengar perkataannya.


"Iya, tapi kemana dulu." ucap Jessica terus bertanya kepada Aska yang memilih untuk tidak mengatakan apapun. Laki-laki itu memilih tetap fokus menyetir.


****


Aska dan Jessica pun akhirnya sampai di tempat tujuannya. Jessica turun dari motor itu dan melihat ke segala arah dengan wajah yang sedikit bingung.


"Aska... kenapa kamu membawa aku kesini?" tanya Jessica saat pandangannya terus mengarah ke sekelilingnya.


Jessica yang melihat laki-laki itu tiba-tiba membantunya. Membuatnya terdiam, padahal sejak tadi gadis itu tidak berhenti menanyakan kemana laki-laki itu membawanya.


"Ayo, kita masuk." ucap Aska saat laki-laki itu sudah menyimpan helm mereka diatas motornya.


Aska juga memegang tangan Jessica. Sehingga lagi-lagi gadis itu di buat terdiam olehnya. Aska pun menoleh menatap Jessica yang sudah tak menanyakan keberadaan mereka berdua, membuat laki-laki itu mengernyitkan keningnya dan berhenti melangkahkan kakinya.


Jessica pun yang melihat laki-laki itu tiba-tiba berhenti, mengangkat kedua alisnya. "Ada apa?"

__ADS_1


"Kamu sejak di parkiran tadi perasaan diam saja. Kenapa? Kamu takut di rumah hantu?" ucap laki-laki itu dengan polosnya. Rumah hantu? Yang benar saja laki-laki itu membawanya ke tempat horor seperti itu.


Jessica hanya menggelengkan kepalanya. "Tidak! Aku tidak takut ke rumah hantu."


"Lalu, kenapa dari tadi kamu terus menanyakan kemana aku akan membawamu pergi? Dan setelah tau aku membawamu kesini, tiba-tiba kamu langsung diam." tanya laki-laki itu dengan dua pertanyaan yang dilontarkannya.


Jessica terlihat sedang memikirkan sesuatu untuk membalas pertanyaan laki-laki di hadapannya itu. "Aku hanya penasaran saya, kamu akan membawaku kemana. Dan setelah tau. Yaudah."


Aska tampak memicingkan matanya. "Benarkah? Memangnya kamu tidak takut sama sekali ya, ke tempat seperti ini?"


Jessica pun menggelengkan kepalanya. "Kenapa aku harus takut? Tempat seperti ini sudah menjadi mainan sejak kecil."


.


.


.


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....

__ADS_1


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...


__ADS_2