
Episode Sebelumnya..
"Cih! Lalu, apa urusanmu?" Tony terlihat sudah memajukan langkahnya. Membuat Aska harus memundurkan tubuhnya.
"Tidak ada! Tapi kalau sikap kamu seperti ini terhadapnya, makanya jangan salahkan aku. Jika aku ada di pihaknya." sahut Aska dengan wajahnya yang tenang. Tony kembali mengepalkan tangannya dan Jessica dapat melihat raut wajah kekasihnya itu mulai menahan amarah.
"Baik! Jika seperti itu." Tony melirik ke arah kekasihnya dengan tampak terdiam melihat keduanya dengan perasaan khawatir.
"Bagaimana kalau kita taruhan?"
Aska yang mendengar perkataan laki-laki di hadapannya itu mengernyitkan dahinya. "Taruhan?"
"Iya, bagaimana kalau kita taruhan. Kita adu kecepatan balap kita, dan melihat siapa di sini yang kalah!" Tony memajukan wajahnya pada Aska yang masih terlihat tenang.
"Kalau aku menang, aku dapat apa?" tanya Aska.
Tony tersenyum kecut. Lalu, menunjuk ke arah sang kekasih. "Dia?"
Bagaimana di sambar petir. Bagaimana bisa kekasihnya dengan entengnya mempertaruhkan dirinya sebagai imbalan? Jessica nampak memundurkan tubuhnya karena tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu.
Aska pun sempat terkejut dengan perkataan rivalnya itu. Laki-laki itu menoleh ke arah gadis yang kini telah meneteskan air matanya dengan tangan yang membungkam mulutnya dengan kedua tangannya.
Kemudian laki-laki itu kembali menatap ke arah rivalnya itu. "Aku terima tawaranmu."
****
Dan di sinilah mereka. Berada di sebuah jalanan yang sudah terlihat sangat sepi kendaraan. Aska datang beserta beberapa teman-temannya yang sudah turun dari motornya. Lalu, Aska menghampiri laki-laki yang kini tengah menunggunya di atas motornya tanpa berniat untuk turun menyambut kedatangan Aska.
"Kukira, kamu gak akan datang." ucap Tony dengan senyuman kecutnya.
"Mana mungkin aku gak datang. Dimana aku ingin melihatmu menangis karena kehilangan Jessica." balas Aska dengan tenang.
Tony mengangguk-anggukkan kepalanya. "Cih! Jangan terlalu pede dulu dengan tingkat berlebihan seperti itu. Nanti malah kebalikannya aku yang melihatmu menangis karena tidak bisa mengalahkan ku. hm."
Aska yang tersenyum kecil menanggapi perkataan laki-laki di hadapannya itu. Lalu, tanpa menunggu lama mereka pun memulainya dengan bantuan Diki salah satu teman Aska yang ikut menjadi juri untuk mereka berdua. Dengan Anton salah satu teman dari Tony yang juga ikut jadi juri dalam taruhan itu.
__ADS_1
Dimana mengadakan adu kecepatan dengan Aska sang rival. Untuk mengetahui siapakah yang akan menang dan mendapatkan imbalan berupa Jessica yang sebagai taruhannya, jika Tony sang kekasih. Dalam pertandingannya itu.
Sedangkan jika Aska yang kalah. Ia akan mengabulkan semua keinginan Tony. Dan mereka pun menyepakati taruhan tersebut. Dan mereka berdua berakhir di tempat itu.
Diki mulai meniupkan peluit dan Anton pun mulai mengibarkan bendera tanda bahwa pertandingan balap di mulai. Tony yang sudah siap, segera ngegas motornya dengan kecepatan yang tinggi. Sedangkan Aska telah mengikuti laki-laki itu dari belakang.
Mereka terus memutari area jalan ada bersebalahan dengan taman yang menyinari jalan saat mereka melewati jalan itu. Aska yang berada di belakangnya Tony. Tiba-tiba menyalip motor milik Tony dan meninggalkan laki-laki itu jauh di belakang.
Dan disaat itu juga. Jessica telah tiba di tempat itu dengan taksi online yang di pesannya. Gadis dapat melihat kerumunan orang-orang yang ada di tempat itu sedang menunggu kedua orang yang tengah berusaha memenangkan pertandingan.
Jessica melihat Anton tengah berdiri di dekat jalan sembari memegang bendera merah yang ada di tangannya. Jessica pun mulai menghampirinya dan menepuk pundak laki-laki itu.
"Loh! Jessica... kamu ngapain ada di sini?" ucap Anton kaget saat melihat kekasih temannya ada di sana.
"Dimana Tony dan Aska?" tanya Jessica pada laki-laki berjaket hitam itu.
"Lagi.. Em..,"
"Dimana mereka Ton?"
"Itu... Mereka anu..." Anton tampak gugup saat menjawab. Sehingga orang-orang yang ada di sana bersorak-sorai saat melihat motor dari arah kanan terdengar di telinga mereka.
Terus beberapa saat kemudian. Motor yang diketahui siapa pemiliknya datang dengan wajah yang terlihat kesal. Yah! Laki-laki itu adalah Tony.
"Tony...," panggil Jessica saat gadis itu sudah berada di dekat kedua laki-laki itu.
Tony yang mendengar suara familiar dari arah sampingnya nampak bergeming. Dan dengan perlahan laki-laki itu memalingkan wajahnya mencoba memastikan apakah suara itu bukan dari suara yang ia kenal. Dan saat melihat siapa sosok gadis yang ada di sampingnya, Tony melebarkan matanya.
"Jessica.." ucapnya kaget saat melihat kekasihnya ada di sana.
"Kamu ngapain ada di sini?" sambungnya lagi sembari turun dari motornya.
"Jadi benar, kalian melakukannya?"
"..."
__ADS_1
"Jadi benar, kamu mempertaruhkan aku kepada Aska sebagai taruhan?" ucap Jessica yang kini sudah meneteskan air matanya.
Tony nampak menunduk. "Maafkan aku Jessica. Aku kira aku bisa mengalahkan laki-laki itu sehingga kamu...,"
"Sekarang aku tanya padamu! Apakah sekarang kamu memenangkan pertandingannya?" potong Jessica dengan cepat. Gadis itu menatap kesal pada kekasihnya itu dengan air mata yang terus mengalir.
Tony dengan menyesal menggelengkan kepalanya. "Maafkan aku Jessica."
"Kamu jahat Tony! Kamu orang ter-jahat yang pernah aku temui. Kamu bahkan rela membuat hal semacam itu dengan aku sebagai... taruhan. Kamu kira aku barang, hah? Yang bisa kamu jadikan barang taruhanmu," ucap gadis itu dengan air mata yang terus mengalir deras di pipinya yang lembut.
Tony pun tak dapat berbuat apa-apa atas perbuatannya sendiri. Apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu benar! Dirinya adalah laki-laki yang jahat. Tony mengakuinya, sekarang ia menyesali perbuatannya.
"Jessica. Ayo bangun." ucap Aska yang telah mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu untuk bangun.
Jessica pun yang melihatnya hanya terdiam. Sehingga laki-laki itu berjongkok di samping gadis itu. "Ayo, aku antarkan kamu pulang. Air matamu sangat berharga jika di jatuhkan ditempat seperti ini, Ayo aku bantu kamu berdiri."
Aska pun membantu Jessica untuk berdiri saat telah mendapatkan anggukan kepala dari gadis itu. Aska pun lalu menuntunnya ke arah motornya lalu menghidupkan motornya.
Setelah itu. Aska menjalankan motornya agak menjauh dari kerumunan, dan setelah dirasa sudah jauh. Laki-laki itu menghentikan motornya. Lalu, laki-laki itu dan menatap wajah Jessica yang kini masih mengeluarkan air matanya.
"Tunggu sebentar ya. Aku tidak akan lama." ucap laki-laki itu. Dan pergi ke arah di Tony masih berdiri di tempatnya dengan kepala yang menunduk.
"Tony.. sekarang aku sudah memenangkan taruhan itu. Jadi sekarang kamu sudah tidak berhak lagi atas Jessica. Karena sekarang dia sudah menjadi milikku! Besok aku beri kamu kesempatan untuk bertemu dengannya dan segera akhiri hubungan mu, seperti yang sudah kamu sepakati." ucap Aska dengan datar. Setelah mengatakan itu, laki-laki itu kembali menghampiri Jessica yang masih diatas motornya.
"Maaf menunggu lama." ucap Aska dan kembali menaiki motornya dan mereka berdua pun melesat pergi meninggalkan tempat itu.
Tony yang melihat kepergian gadis itu hanya menyesali perbuatannya. Laki-laki itu kini sungguh menyesal telah mempertaruhkan kekasihnya yang telah bersamanya selama enam tahun ini.
"Maafkan aku Jessica. Maafkan aku." lirih Tony yang telah menyesali perbuatannya sendiri yang kini gadis itu akan menjadi milik orang lain.
.
.
.
__ADS_1
...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....
...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...