Pacarku Hasil Taruhan

Pacarku Hasil Taruhan
Episode 19.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


"Loh! Anak papa sudah pulang? Katanya, mama kamu pulang terlambat. Tapi ini kok udah pulang?" suara berat terdengar familiar di telinga Jessica. Gadis itu menoleh dan benar saja suara berat tersebut adalah papanya yang sedang duduk dengan secangkir kopi di tangannya.


"Tau tuh si Aska! Dia ngebet banget pengen nganterin aku pulang. Katanya, dia takut papa sama mama akan marah kalau dia sampai telat nganterin aku pulang." ucap Jessica sembari mengerucutkan bibir bawahnya.


Papa dan mamanya hanya saling pandang dan menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah sang putri yang sudah terlihat kesal. Mira dan sang suami, menghampiri sang anak dengan sang papa yang langsung merangkul putri semata wayangnya itu.


"Sayang, anaknya papa. Kamu itu harusnya senang jika ada temanmu yang seperti itu. Itu berarti si... siapa itu namanya."


"Aska, papa." sahut Jessica dengan melipat kedua tangannya.


"Iya si Aska. Harusnya kamu itu senang karena ada teman kamu yang seperti itu. Dia lebih mementingkan apa yang diamanatkan seseorang kepadanya. Ketimbang, dengan seorang teman yang melewati batas waktu." ucap sang papa terdengar menasehati sang anak. Namun, itulah kebenaran yang harus ia didik untuk anak semata wayangnya itu.


Jessica terdiam saat mendengarkan penjelasan dari sang papa. Apa yang dikatakan oleh papanya itu ada benarnya. Aska lebih mementingkan apa yang menurutnya baik. Dan bersikap tuli untuk hal-hal yang menurutnya tidak baik. Itulah, yang dipikirkan oleh gadis itu saat ini.


****


Jessica sudah berada di dalam kamarnya. Dengan merebahkan tubuhnya yang terasa sedikit lelah itu. Mengingat bahwa seharian ini dirinya dan juga Aska telah menghabiskan waktu mereka berdua di wahana permainan.

__ADS_1


Kalau boleh jujur. Gadis itu sangat kelelahan, karena berbagai permainan yang keduanya coba di wahana tersebut. Sehingga, rasa lelahnya terasa saat telah sampai di rumah masing-masing.


'Apakah, Aska capek ya? Karena seharian ini aku mengajaknya mencoba berbagai permainan di wahana itu,' gumam Jessica dalam hati. Gadis itu berpikir untuk menghubungi laki-laki itu dan ingin menanyakan keberadaannya.


Namun, tangannya yang hendak menekan tombol hijau saat nama yang tertera di layar ponselnya 'Aska' gadis itu malah melempar ponselnya ke atas kasurnya. Dan langsung menggelengkan kepalanya.


"Astaga, aku yang aku lakukan? Kenapa juga aku harus menelponnya? Memangnya aku ini siapa, harus begitu." ujar Jessica sembari melirik ke arah ponselnya yang ada di atas ranjangnya itu.


"Aku menyukaimu Jessica! Maukah kamu menjadi pacarku?"


"Jadilah kekasihku Jessica. Aku tau ini terlalu cepat dan terlalu tergesa-gesa sehingga membuatmu terkejut. Tapi aku serius mengutarakannya kepadamu Jessica." ujar Aska dengan tatapannya yang memang terlihat serius di mata Jessica.


Sekelebat bayangan laki-laki itu saat mengutarakan perasaannya terhadap Jessica. Membuat gadis itu lagi-lagi hanya menghela nafas panjang. Entah kenapa, gadis itu terus menerus memikirkan perihal itu. Bayangan laki-laki itu terus saja muncul di benaknya.


"Sebenarnya aku ini kenapa? Kenapa wajah Aska selalu datang di kepala ku." ucap Jessica sembari memegang kepalanya yang terasa sedikit sakit.


"Sepertinya aku butuh istirahat sebentar. Jadinya... aku selalu ngelantur yang aneh-aneh seperti ini." sambungnya lagi. Gadis itu kemudian memilih untuk menidurkan tubuhnya di atas ranjangnya, hingga terlelap.


Saat gadis itu sudah terlelap dalam tidurnya. Muncul sebuah notifikasi dari layar ponsel gadis itu. Sehingga layar ponselnya yang menyala itu langsung kembali menutupkan cahaya terangnya.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain. Aska menyandarkan kepalanya di kepala kursi yang ada di kamarnya itu dengan posisi kepalanya menatap langit-langit kamarnya yang bernuansa serba putih.


Ia menarik nafasnya panjang dan setelah itu ia meraih ponsel yang ada di dalam saku celananya. Kemudian laki-laki itu mengetik sesuatu di layar ponselnya. Kemudian mengirimkannya kepada seseorang yang di dalam kontaknya ia beri nama 'Jessica' dengan emot love di akhir nama itu.


Kemudian laki-laki itu meletakkan ponselnya di atas mejanya dengan membiarkan cahaya layar ponselnya itu masih menyala. Dan memilih untuk membersihkan diri karena tubuhnya terasa lengket akibat seharian berada di luar.


- Aku tau kamu pasti sudah tidur, kan? Istirahatlah! Hubungi aku jika kamu membutuhkan teman cerita.


Begitulah isi pesan dari Aska untuk Jessica. Dan membiarkan ponsel itu tergeletak di atas mejanya, karena laki-laki itu tau bahwa gadis itu saat ini sedang berada di alam mimpinya yang indah.


.


.


.


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...

__ADS_1


__ADS_2