Pacarku Hasil Taruhan

Pacarku Hasil Taruhan
Episode 13.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


"Kamu sejak di parkiran tadi perasaan diam saja. Kenapa? Kamu takut di rumah hantu?" ucap laki-laki itu dengan polosnya. Rumah hantu? Yang benar saja laki-laki itu membawanya ke tempat horor seperti itu.


Jessica hanya menggelengkan kepalanya. "Tidak! Aku tidak takut ke rumah hantu."


"Lalu, kenapa dari tadi kamu terus menanyakan kemana aku akan membawamu pergi? Dan setelah tau aku membawamu kesini, tiba-tiba kamu langsung diam." tanya laki-laki itu dengan dua pertanyaan yang dilontarkannya.


Jessica terlihat sedang memikirkan sesuatu untuk membalas pertanyaan laki-laki di hadapannya itu. "Aku hanya penasaran saya, kamu akan membawaku kemana. Dan setelah tau. Yaudah."


Aska tampak memicingkan matanya. "Benarkah? Memangnya kamu tidak takut sama sekali ya, ke tempat seperti ini?"


Jessica pun menggelengkan kepalanya. "Kenapa aku harus takut? Tempat seperti ini sudah menjadi mainan sejak kecil."


****

__ADS_1


"Benarkah? Wah! Berarti kamu gadis yang pemberani." salut Aska saat mendengar perkataan Jessica yang ternyata suka ke tempat horor.


Jessica menggelengkan kepalanya. "Tidak juga!"


"Hah?!" Aska mengernyitkan dahinya bingung.


"Rumah hantu seperti ini memang menjadi tempat mainan aku sejak kecil. Tetapi, aku juga kadang takut saat ada hantu berambut panjang yang tiba-tiba muncul dari belakang ataupun dari samping. Itu juga yang membuatku jengkel ke tempat ini." ucap Jessica panjang lebar.


"Lalu, kalau memang benar begitu. Kenapa kamu selalu datang ke sini?" tanya Aska yang bingung dengan gadis di sampingnya itu sembari memegang dua tiket masuk yang baru saja ia beli.


"Itu.. karena aku tidak memiliki teman untuk hanya berbagi cerita. Itu sebabnya, aku selalu mengajak papa dan mama ke sini. Karena menurutku tempat seperti ini juga cukup menyenangkan." ucap Jessica sembari mendongakkan kepalanya menatap tulisan besar yang ada di depan. Lebih tepatnya di atas pintu masuk itu. 'RUMAH HANTU'


Laki-laki itu juga tidak tau bagaimana masa lalu gadis itu. Ada rasa yang tidak dapat diketahui oleh Aska tentang gadis itu. Bagaimana rasanya yang dilalui oleh gadis itu, tetapi yang jelas. Aska dapat melihat raut wajah kesedihan dari gadis itu meskipun gadis itu tetap memperlihatkan senyumannya.


"Aska. Kok kamu malah diem? Gak mau masuk? Atau kamunya yang takut buat masuk, karena kamu mengira aku akan takut jika pergi ke tempat seperti ini, iya?" ucap Jessica membuyarkan lamunan laki-laki itu.

__ADS_1


Aska yang tersadar dari lamunannya. Menggelengkan kepalanya. "Siapa bilang? Aku mengajakmu ke sini itu. Karena biar kamu tidak merasakan sedih lagi."


"Memangnya terlihat jelas ya? Kalau aku sedang sedih?" tanya Jessica menatap ke arah Aska yang menutup mulutnya dengan tidak sengaja keceplosan.


"Em.. itu...,"


Jessica tersenyum kecil saat melihat laki-laki itu gugup. "Ayo masuk?"


Jessica pun menarik tangan laki-laki itu ke dalam rumah hantu itu. Dan Aska yang terlihat tidak enak kepada gadis itu hanya menurut dan tidak menolak tarikan gadis itu.


.


.


.

__ADS_1


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...


__ADS_2